Monday, May 4, 2009

Air Sebagai Sumber Tenaga Alternatif

Bahan Bakar Air di masa depan mungkin-kah terjadi? Seorang teman memposting e-mail mengenai salah satu energi alternatif yang bisa dipertimbangkan yaitu merubah air menjadi bahan bakar kendaraan. Air yang bersusunan kimia H2O diproses elektrolis untuk memisahkan Hidrogen dan O2-nya. Dan gas hidrogen inilah yang nantinya dapat dipergunakan sebagai bahan bakar.

Bahan bakar alternatif selalu menjadi topik perbincangan hangat yang kemudian akhirnya perlahan tenggelam. Aku masih ingat, kami pernah menonton sebuah video yang kalau tida salah berjudul "Who Kill The Electric Car"...intinya juga sama listrik sebagai bahan bakar pengganti bensin yang telah berhasil menghasilkan mobil2 bertenaga listrik harus ditarik dari pasaran karena dianggap memiliki kesalahan tekhnis....:-)).

Industri Pengolahan Minyak yang bernilai trilyunan dollar dan menyerap begitu banyak tenaga kerja menjadi tertuduh utama tidak berkembangnya penggunaan energi alternatif yang dianggap lebih ramah lingkungan. Apakah memang demikian? Mungkin ya juga.

Pengolahan minyak bumi telah menjadi industri yang mengiurkan....bahkan karenanya sebuah bangsa sampai harus merendahkan martabatnya untuk menjadi bangsa penjajah karena keinginan untuk menguasai sumber utama energi dunia itu...siapa lagi kalau bukan United State of America. Berbagai cara dilakukan untuk tetap memperlancar supply minyak ke negaranya, dengan berusaha selalu menguasai secara politik negara-negara yang dianggap memiliki cadangan minyak bumi terbesar.

Seandainya air laut yang demikian melimpah ini bisa dijadikan sumber tenaga mungkin tidak akan pernah perlu adanya perang antar bangsa dengan mengkamuflasekan diri membawa nama Hak Asasi Manusia sebagai tamengnya.....:)).

Bagaimana dengan negara-ku. Sebagai penghasil berbagai sumber daya alam seperti minyak bumi, batubara, gas alam....Indonesia masih terus harus terseok-seok dalam membangun ekonominya bangsanya. Apa yang salah dalam tubuh bangsa kita. Kenapa sampai negara ini memiliki ketimpangan ekonomi yang demikian besar. Sering terjadi yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin. Tidak meratanya kesempatan setiap orang untuk mendapatkan pendidikan yang layak menjadi salah satu sebab mengapa hal di atas bisa terjadi.

Jikalau saat ini kau sadarkan aku akan hal ini....ijinkan aku menjadi salah satu alatmu untuk membantu memperluas kesempatan bagi orang-orang yang tak mampu agar mereka dapat juga meraih kehidupan yang lebih layak ya Allah....bukakan mata hatiku...Amien

No comments: