Saturday, August 30, 2008

Nadia's Assembly

Nadia bangun dengan penuh semangat. Sejak kemarin malam dia sudah minta tidur sebelum jam 7. Walaupun akhirnya dia baru bisa tidur setelah jam 8. Why? Karena dia akan tampil di panggung. Hari Jum'at ini, sekolah Nadia sedang "Open Day". Jadi setiap orang yang tertarik untuk menyekolahkan anaknya di sini bisa bebas ikut Tur Keliling Sekolah untuk mengetahui sistem pengajaran serta fasilitas yang disediakan oleh Sekolah tersebut. Hal ini umum dilakukan semua sekolah di sini mendekati tahun ajaran baru. Jadi orang tua paling tidak bisa punya pilihan sekolah mana yang cocok dengan visi mereka.
Sekolah Nadia "Bellevue Heights Primary School" adalah sebuah sekolah multicultural di mana terdapat hampir 40-an jenis bangsa yang bersekolah di sana. Jadi saat recess time, di halaman sekolah seperti sedang diadakan pertemuan "Persatuan Bangsa-Bangsa" (United Nation).....he...he...Hal ini sangat membantu Nadia untuk terbiasa dengan perbedaan. Bahwa perbedaan itu indah dan kita harus belajar untuk bersikap menghargai orang lain dengan budayanya. Sekolah ini juga memberlakukan International Baccalaureate untuk siswa Year 6 dan Year 7.
Sekolah Nadia memiliki program Mainstream dan New Arrival Program dari kelas Reception sampai Year 7. Kelas New Arrival Program disediakan bagi mereka yang berumur 5 sampai 13 tahun (masa sekolah dasar) yang berasala dari negara yang tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa mereka. Jadi di program ini mereka dapat belajar Bahasa Inggris yang dibutuhkan mereka dalam study dan bersosialisasi.
Memasuki beberapa kelas kita akan disuguhi oleh suasana kelas yang full of hasil karya siswa yang digantung, di tempel dan dipajang di dalam ruangan kelas. Tidak ada satu spotpun yang tidak terisi. Mungkin kelihatan berantakan namun kelas terkesan lebih dinamis. Dan anak-anak tampak enjoy dan bangga bahwa karya mereka menjadi penghias kelas.
Di kelas yang lebih yang rendah (Reception - Year 3) biasanya bangku-bangku di susun dalam bentuk segi empat jadi seperti grup-grup. Untuk kelas yang lebih besar bangku di susun membentuk huruf U (karena suasana kelas biasanya terkesan lebih bersifat diskusi). Smart Board menjadi sarana yang mendukung kegiatan belajar mereka. Jadi mereka belajar bahasa, belajar math, belajar geography dll sudah mengunakan layar sentuh ini.
Ruang Perpustakaan tidak lupa juga kami kunjungi. Deretan layar datar komputer menjadi fasilitas yang bisa digunakan anak-anak di sini. Buku-buku berjejer rapi di sepanjang rak-rak. Sudut baca yang nyaman juga disediakan di sini. Jadi anak-anak bisa membaca sambil duduk atau tiduran dengan bantalan-bantalan besar di karpet. Nyaman...............
Untuk kelas Mainstream diajarkan bahasa Perancis sebagai Second Language. Jadi Nadia sedikit-sedikit mulai bisa ngomong "bonjour".........he.....he.......

Selesai jalan-jalan kita lalu langsung menuju ke Hall untuk mengikuti Assembly. Nah ini dia yang ditunggu-tunggu ibu dan bapaknya. Penampilan anak semata wayang...he...he...he...
Saat kami memasuki hall, Nadia melambai-lambaikan tangannya. Dia tampak bahagia sekali kedua ortunya bisa datang untuk melihat performanya. Dia tampil pertama bersama Claudia, untuk menyampaikan salam pembuakaan. Saking berkesannya dia sampai ingat naskah yanga harus dia dan Claudia baca. Claudia said "Hello, I am Claudia and this is Nadia. We are from Mrs Smith and Mrs K class. Welcome to our Assembly." Lalu giliran Nadia Said "Could you please stand for the National anthem." Jadi kami semua berdiri dan menyanyikan lagu kebangsaan.

Giliran lainnya dia menari bersama teman-temannya. Lalu dia menyanyi bersama teman-teman dan kepala sekolahnya yang ternyata jago nyanyi dan jago main gitar juga.
Jadi ibunya yang baru belajar jadi tukang foto amatir mencoba mengambil moment2 tersebut. 30% hasil jepretan fail (salah fokus dan shutter speed-maklum moto anak-anak). Tapi 70% lainnya lumayan berhasil buat mewakili salah satu moment penting Nadia. Jadi nggak rugi juga ikut kelas photography.

So ketika kita pulang......nggak lupa say Congratulation ke dia. She did excellent performance. Well done my pumpkin......:-)).

Tuesday, August 26, 2008

Sebel

Sebel....Sebel.....Sebel......Hari ini terlalu banyak hal menyebalkan yang terjadi.

Dari kesehatan yang memburuk, gara-gara penyakit bulanan kambuh lagi......tubuh rasanya lemas. Tapi karena sudah terlanjur punya janji sama Manager HR tempat kerja yang dulu, pagi setelah mengantarkan Nadia sekolah, kami akhirnya harus menempuh jarak yang demikian jauh hanya untuk menanda-tangani surat pengunduran diri plus ngembaliin boots dan earplug yang bulan kemarin harus dibawa pulang karena loker mau di bersihkan. Sebel juga sih....karena katanya cukup telepon saja dan bisa nitipin peralatan-nya ke teman untuk dikembalikan, kenyataan harus balik lagi juga ke Lobethal.

Sebel lainnya terjadi karena kamera lupa dipersiapkan baterainya. OK-lah kalau memang harus travelling jauh ke Lobethal, paling tidak aku bisa ngambil gambar-gambar pemandangan di sana tapi ternyata waktu mau shoot gambar2 pemandangan cantik di perjalanan, baterainya sudah low......Hiiiiii dongkol bener.....padahal hari lagi cerah benar dan sapi, kuda, kambing pada merumput........khan bisa jadi objek untuk direhab di kelas photography besok....sebel....sebel.....

Kegagalan bikin chiken nugget yang harus mengorbankan satu kotak plastik makan siang lumer karena kepanasan. Bikin dongkolnya hati masih mewarnai hariku hari ini. Untungnya Chicken Nugetnya nggak ikut lumer. Karena lapisan atasnya masih kuat menahan.....Sebel lagi.......Sebel lagi.....(disenandungkan dangdut deh kali ini).

Kedongkolan lain...........Bikin Perkedel Ayam yang terlalu lembek jadi suami dan anak yang selera untuk memakanannya, lupa nyiapain bekal makan siang Nadia (untung mas bawa cadangan roti lapis selai kacang (sayangnya Nad nggak suka selai kacang), siang-siang mau mbikinin suami tercinta mie kuah tapi ternyata hasilnya terlalu pedas (sampai dia harus menyumpal hidungnya yang berair terus.....enak sih katanya tapi pedesnya itu yang super gila).
lalu Nadia yang harusnya dapat potongan harga separuh waktu beli mainan, ternyata waktu bayar bapaknya lupa buat mengkonfirmasikan. Udah deh nggak ada yang bener hari ini......

Luruskan hati.....luruskan hati.....manusia hanya berencana tapi Allah jua penentunya. So happy aja lagi kata suami.....berat sih tapi iya ya ngapain juga harus dipikirkan terus kegagalan demi kegagalan. Dia toh baiknya cuma jadi palajaran bukan nasib yang harus diratapi terus. Iya deh tetap semangat....tetap semangat. Setiap detik terlalu berharga untuk diratapi.


Monday, August 18, 2008

Sukarelawan

City Council adalah outside activity yang kulakukan hari ini. Ketemu Lorraine untuk membicarakan mengenai pekerjaan volunterring di Mictham Community.

Cerita ini dimulai ketika Lobethal sudah Shut Down di tanggal 2 Agustus 2008. Keinginan untuk balik kerja di sana sudah memudar kalau menginggat saat2 harus bangun pagi-pagi sekali, menunggu jemputan, menghabiskan hambir 30 menit di udara pagi yang dingin, berdiri seharian di depan komputer skala, mencet tombol yang sama untuk mengeluarkan stiker2, waktu2 break jam 8:30 dan 11:30 yang membosankan. Yang nggak bosan cuma ada 2, pertama kalau ngelihat di rekening bank sudah masuk payment mingguan.....Alhamdulillah buat nambah2 tabungan (khan sudah jadi pengangguran). Yang kedua kalau ada kesempatan buat ngobrol dengan teman-teman Aussie mengenai culture dan pandangan2 mereka yang kadang diselingi dengan diskusi menarik tentang agama, perempuan, pendidikan dll.

Karena sudah ndak niat balik kerja, maka aku putuskan untuk melanjutkan ngambil kursus-kursus di Hamilton College Adult Campus. MYOB sudah 2 term kuikuti, Literacy English sudah 2 term juga, sekarang nambah Digital Photography (kalau yang ini benar-benar mulai dari nol deh....memang nggak ada basic sih). Next Term sedang kupikirkan untuk ikut Editing Video dan mungkin lainnya.

Disela-sela waktu senggang karena belum kerja, maka aku ingin banget mengenal Aussie dengan mengikuti kegiatan volunteriing. Di sekolah Nadia .... Bellevue High Primary School, aku memulai dengan meluangkan waktu seminggu sekali sekitar setengah jam di pagi hari untuk mendengarkan anak-anak membaca buku satu-satu. Cuman 6-10 halaman setiap anak...tapi kegiatan ini sangat menyenangkan untuk mulai sedikit mengenal karakter teman-teman Nadia.

Dan kegiatan lain yang akan kulakukan adalah menjadi sukarelawan di Perpustakaan Mainan (Toy Library). Untuk itu hari ini aku harus mengisi formulir, mendengarkan penjelasan mengenai hak dan kewajiban, dan informasi-informasi yang perlu aku ketahui untuk melakukan pekerjaan ini. Pekerjaan ini murni nggak dibayar, tapi kita dilindungi oleh asuransi yang disediakan oleh pemerintah dan diberi training yang berkenaan dengan pekerjaan kita. Walaupun pekerjaan ini kelihatannya sepele hanya memakan 2 -4 jam seminggu, tapi dibutuhkan komitmen yang tinggi untuk menjalankannya dan formalitas-nya ditunjukkan dengan banyaknya kertas-kertas yang harus kubaca.......:-)).

Nadia sendiri hari ini masih tidak masuk sekolah, karena flu-nya belum juga mereda. Karena dia termasuk anak yang nggak mau diam. Maka susah betul untuk nyuruh dia istirahat di siang hari....efeknya di malam hari selama 4 malam ini dia selalu ribut kalau mau tidur karena hidungnya yang tersumbat.....Efeknya aku juga jadi kurang tidur karena harus ikut terbangun, ngosok obat penghangat, dan mijitin kaki dan badannya yang mulet-mulet nggak karuan kalau dia merasa nggak bisa bernafas.....butuh kesabaran.....butuh kesabaran.

Sunday, August 17, 2008

Tas Kresek (Tas Plastik)

2Isu terbaru yang diangkat "Ten News" adalah aturan baru yang akan diuji coba di negara bagian Victoria bulan depan. Apa lagi kalau bukan tentang Tas Krese, Tas Plastik atau Plastic Bag. Tas Kresek ini sudah lama mencari isu hangat dalam usaha penyelamatkan lingkungan. Kampanye pengurangan pengunaannya-pun sering sekali nongol di TV lokal. Dan aturan baru itu memaksa dengan halus bagi konsumen di supermarket2 negara bagian Victoria untuk meningkatkan penggunaan Green Bag atau mereka harus menambah budget belanja mereka sebesar 10 cent untuk setiap tas kresek yang digunakan. Prediksiku..... orang akan cenderung rela membeli Green Bag yang harganya cuma 1 - 2 dollar tapi reusable many time daripada setiap belanja harus mengeluarkan tambahan 10 cent.

Kenapa Masalah Tas Kresek kelihatan penting untuk segera diselesaikan, terutama di negara-negara maju yang sudah nggak terlalu lagi dibelit oleh persoalan primer seperti nyediain pakan, sandang dan papan bagi penduduknya, ternyata karena nih tas kresek yang sudah banyak berjasa untuk njinjing berbagai belanjaan, atau ngelindungi barang-barang dari percikan air hujan, ternyata punya efek buruk bagi lingkungan.

Apa aja efek buruk yang bisa dihasilkannya? Salah satunya berupa polusi lingkungan karena tas plastik yang menjadi sampah tidak gampang untuk terurai di alam (biodegradble) dan membutuhkan ratusan bahkan ribuan tahun untuk penguraiannya. Dan saat terurai, partikel-partikelnya akan mencemari tanah dan air tanah. Kebiasaan membakar sampah-pun dapat memicu bahaya juga, karena sampah plastik yang dibakar dan pembakarannya tidak sempurna, maka dia akan terurai di udara dan menghasilkan senyawa dioksin yang sangat berbahaya bila terhirup oleh manusia. karena dapat memicu penyakit kanker, hepatitis, pembengkakan hati, gangguan sistem saraf dan memicu depresi. Sampah plastik juga mengemisikan rumah kaca ke atmosfer tidak hanya pada saat pembuangannya tetapi juga pada tahap produksinya.

Orang memang suka menggunakan Tas Kresek karena sifatnya yang fungsional, ringan, kuat, murah untuk ngangkut segala macam barang.

Di Adelaide sendiri walaupun supermarket2 masih menyediakan Tas Plastik, namun tulisan "Say No to Plastic Bag" sudah muncul di tembok-tembok mereka, untuk menganjurkan konsumen rajin membawa Green Bag mereka. Di setiap Kasir mereka menggantungkan Green Bag yang bisa dibeli dengan harga cuma 1-3 dollar. Green Bag ada yang berupa Tas Kain biasa ataupun Chiller Bag. Jadi kalau mau makanan tetap dingin mending beli yang ini sekalian.

So Save The Planet by doing The Small Thing first
1. Pakai Tas Kain aja deh kalau belanja
2. Kalau mau beli makanan yang basah2 seperti ikan bawa container sendiri seperti teman yang ada di Sangatta
3. Jangan bakar Tas Plastik karena akan membuat polusi di udara
4. Jangan mengubur Tas Plastik karena akan meracuni tanah dan air tanah.
5. Pisahkan sampah Plastik dengan sampah domestik lainnya untuk di recycle.

Bubur Ayam

"Ma....katanya mau bikin bubur ayam?" rengek Nadia. Sudah sejak kemarin dia minta dibikinkan bubur ayam. Tapi rasa capek dan malas membayangkan pernik-pernik yang harus disediakan untuk menghasilkan semangkuk bubur ayam, membuat aku mencari-cari alasan untuk menunda membikinnya.....memang super pemalas mamamu ini Nak (he...he...he...)
Bangun tidur pagi ini, kepala masih tetap pusing dan perut masih nggak enak aja rasanya. sudah sejak seminggu ini, setiap pagi kepala pusing dan berat banget, kucoba segala cara untuk mengatasinya. Dari berendam di air hangat ataupun senam ringan. Pusing itu cuma berhasil dihilangkan kalau siang sudah menjelang. Apa itu yang disebut "Morning Sick"? Tapi aku khan belum lagi hamil...he....he....he atau cuma "Malas Sick" karena sudah kelamaan nganggur.
Akhirnya aku ajak aja Nadia pagi ini berendam di Bathtub....dia paling senang kalau diajak main di dalam air. Sekalian biar uap panas bisa membantu menggurangi penyumbatan hidungnya yang sudah berlangsung seminggu ini. Kasihan dia, setiap hari masih susah untuk bernafas karena flu berat yang menyerangnya.
Yap....mencoba mengalahkan rasa malas. kukeluarkan Fillet Dada Ayam dari Refridge. Buka-buka resep di internet. Jadilah aku sibuk sendiri di dapur. Siapin buburnya, bikin kuahnya, ngoreng krupuk dan emping, menumis ayamnya. Dan niatnya mau bikin Cakwe tapi rasanya amburadul, jadi akhirnya adonannya malah mengisi tong sampah dan untuk menyenangkan hati cari alasan "agian suami juga nggak terlalu suka di kasih cakwe"....he...he....
Alhamdulillah akhirnya mangkuk-mangkuk itu siap dihidangkan. Ternyata dan nggak susah dari bayangan. Dan paling menyenangkan adalah mereka kelihatan menikmatinya. Terlihat dari comment suami "Wah enak ma, jadi ingat bubur Samarinda". Dan yang paling membahagiakan adalah ketika kulihat Nadia yang biasanya selalu menyisakan makanannya kali ini melicin tandaskan mangkuknya (padahal porsi yang kubikin sama denganku). Alhamdulillah. Mungkin emang benar ya kalau masak dengan cinta, masakan bisa jadi lebih nikmat....he....he....he....

Saturday, August 16, 2008

Batuk

Kasihan betul mendengar suara batuk yang bertubi-tubi keluar dari mulut kecil anakku. Apalagi kalau malam menjelang dan dia harus beberapa kali terbangun karena ingin batuk.
Disamping kasihan......kepalaku jadi ikut tambah pusing.....harus ikut terbangun......
Jadi hari ini ketika browsing internet sengaja aku cari pengobatan tradisional dan untungnya bahannya aku masih punya :

Bahannya : Kencur ditambahkan dengan beberapa tetes minyak kayu putih, kemudian campuran itu ditambahkan beberapa sendok air hangat.

Lalu di kasih salep penghangat badan yang digosokkan di sekitar dada dan leher.

Moga-moga sakitnya segera sembuh. Amien.

Tuesday, August 12, 2008

Sayur Lodeh

Bingung cari inspirasi masak apa hari ini. Di refridge ternyata masih punya kentang, hati ayam dan, capsicum,

Udah lama nggak bikin perkedel kentang, jadi buat temannya bikin sekalian sambal goreng hati, plus sayur lodeh dan sambal kesukaan Nadia ..... Sambal Korek (kalau sudah pakai sambal ini Nadia bisa tambah terus makannya, dan lucunya yang dia makan kadang cuma nasi plus sambalnya saja, ayam atau lauk lainnya goodbye deh)

Bahan :
  • Tauge
  • Capsicum Merah
  • Capsicum Hijau
  • Kubis

Bumbu :
  • Bawang Merah
  • Bawang Putih
  • Daun Salam
  • Lengkuas
  • Ketumbar
  • Terasi
  • Garam
  • Gula Pasir
  • Santan Kental
  • Minyak untuk menumis

Cara Membuat :
1. Rajang Bawang Merah dan Bawang Putih, tumis sampai harum
2. Masukkan Capsicum Merah, Capsicum Hijau, masak sampai layu
3. Tambahkan Daun Salam, Lengkuas, Ketumbar dan Terasi (digoreng dulu), masak sampai
harus
4. Tambahkan Kubis dan Tauge
5. Tambahkan Santan Kental dan masak sampai matang.

Griya Ananda

Nadia sudah di Year 2 sekarang. Nggak terasa waktu sudah berjalan dengan sangat cepat. Antara tahun 2003 - 2004, dia masih duduk di PlayGroup Griya Ananda-Sangatta. Setiap pagi aku antar dia dan kutinggalkan dia di sana bersama Mbak Ros-nya, karena aku masih disibukkan dengan pekerjaan di kantorku. Sesekali aku datang ke sana untuk menengok apa yang dia lakukan. Saat awal masuk ke sana dia termasuk anak yang berani. Dia satu-satunya anggota PlayGroup kecil saat itu yang berani untuk mengisi suara di Radio lokal. Tapi saat waktu berjalan dia malah mengalami kemunduran sampai tingkatan di mana dia hanya mau mewarnai Gajah dengan warna hitam. Gurunya bilang dia sepertinya dalam kondisi stress karena ada tekanan dari pengasuhnya untuk menjadi prefect...bahkan kata teman-teman yang suka menunggu anaknya mereka bilang kalau pengasuh Nadia termasuk galak. Saat mendengar itu sebagian duniaku runtuh rasanya. Rasa putus asa sangat kurasakan karena tidak mampu mendampinginya di saat-saat yang seharusnya menjadi masa emasnya.
Aku masih ingat saat dia tampil di pertunjukan sekolah yang diadakan di Town Hall Sangatta. Sebagai ibu ternyata aku merasakan rasa haru yang sangat. Ternyata anakku telah tumbuh besar. Dengan gaya malu-malu yang masih melekat sampai sekarang dia menari di panggung....hi...hi...hi....lucu. Very funny.

Monday, August 11, 2008

Perkedel Kentang

Bahan :
  • Kentang
  • Telur
  • Bawang merah
  • Bawang Putih
  • Merica
  • Pala
  • Daun Seledri
  • Garam
  • Gula Pasir
  • Minyak (untuk mengoreng)

Cara membuat :
1. Goreng bawang merah dan bawang putih
2. Kupas kentang, potong dadu, goreng dan haluskan selagi masih panas.
3. Campurkan dengan garam, merica, pala dan sedikit gula pasir.
4. Pecahkan telur dan pisahkan antara putih dan kuningnya.
5. Campurkan kuning telur dan gorengan bawang merah serta bawang putih ke dalam kentang
yang telah dihaluskan.
6. Bentuk bulatan dan pipihkan
7. Gulingkan pada putih telur yang telah dikocok dan goreng sampai kekuningan

Thursday, August 7, 2008

Nobody Know

Nih film bikin aku nangis dari awal sampai akhir. Sangat menyentuh.

Diinspirasi oleh kisah nyata di tahun 1988 tentang 4 orang anak (mereka memiliki ayah yang berbeda dan tidak terdaftar kelahirannya) yang telah ditelantarkan oleh ibunya dan harus berjuang untuk hidup sendiri selama 6 bulan. Aneh-nya kondisi mereka sama sekali tidak diketahui oleh para penghuni flat yang lain.

Kisah ini diawali kepindahan Keiko (Sang Ibu) bersama anak lelakinya Akira yang baru berumur 12 tahun. Akira diperkenalkan kepada Landlord sebagai anak satu-satunya. Padahal sebenarnya Keiko memiliki 3 anak lainnya yang tidak ingin diperlihatkan kepada umum. Dalam kepindahan itu 2 orang anak terkecil yaitu Shigeru dan Yuki diselundupkan di dalam koper. Sedangkan Kyoko harus menunggu dijemput malam2 oleh Akira di setasiun dan diselundupkan diam2 ke apartemen. Agar keberadaan ketiga anak lainnya tidak diketahui maka Keiko membuat aturan ketat yang harus dipatuhi mengenai kerahasiaan mereka. Mereka tidak boleh mengeluarkan suara-suara keras, tidak boleh keluar rumah bahkan keluar ke balkon pun tidak boleh.

Akira menjadi tumpuan ibunya untuk mengurus segala urusan rumah tangga sementara ibunya keluar rumah. Dia yang berbelanja, memasak dan mengurus segala urusan finansial. Sementara Kyoko mendapat tugas untuk mencuci dan menjaga Yuki dan Shigeru. Sebagai anak-anak mereka berempat sebenarnya memiliki keinginan kuat untuk bisa melakukan sesuatu, Akira sangat ingin sekolah dan bermain baseball, Kyoko ingin bisa bermain piano, Shigeru sangat ingin bermain bebas di luar, dan Yuki yang masih kecil cukup puas untuk bermain-main dengan boneka dan saudara-saudaranya.

Ibu mereka mulai suka meninggalkan mereka. Dari mulai hitungan malam, hari dan akhirnya dia menghilang dengan meninggalkan uang dan pesan kepada Akira untuk menjaga saudara-saudaranya. Awalnya ketika ditinggal hanya beberapa hari dan uang yang ditinggalkan ibunya tidak cukup, maka Akira meminta tolong kepada pacar-pacar ibunya sebelumnya. Tapi mereka juga tidak bisa menolong banyak. Ketika akhirnya ibunya benar-benar meninggalkan mereka untuk jangka waktu yang tidak bisa ditentukan dengan secarik pesan bahwa dia akan mengirimkan uang maka semakin parahlah penderitaan mereka.

Akira pada awalnya memberontak dengan keadaan ini dengan bergaul dengan anak-anak nakal yang suka mencuri di toko. Walau akhirnya dia sadar dan mulai fokus untuk menjaga saudara-saudaranya lagi. Persediaan uang makin menipis....hingga tidak ada lagi uang yang tersisa. Akira harus mulai mencari jalan keluar. Melamar pekerjaan di toko dilakukannya walau akhirnya ditolak karena umurnya yang masih di bawah 16 tahun. Tetapi para pekerja toko itu sangat membantunya...setiap hari dia akan menunggu di belakang toko untuk mendapatkan makanan dari toko tersebut.

Akhirnya Akira memutuskan bahwa saudara2 nya harus menghirup udara kebebasan di luar....sungguh merupakan hal yang sangat dinant-nantikan oleh mereka dan mereka sangat takjub. Tetapi karena tagihan rekening listrik tidak mampu dibayar maka mereka hidup dalam kepanasan di flat kecil tersebut, dan karena tagihan rekening air juga tidak mampu dia bayar maka mereka harus mandi dan mencuci di taman. Hari ke hari mereka harus melakukan itu dan menunggu tanpa kepastian kapan ibunya akan pulang. Mereka akhirnya juga memiliki teman (Saki) yang membantu mereka mengisi hari-hari sepi mereka.

Suatu hari mereka harus kehilangan Yuki yang terjatuh dari kursi.....Akira dan Saki merawat mayat Yuki...memakaikan sepatu kesayangan-nya, membelikan coklat kesenangannya...dan kemudian membawa mayat Yuki dengan koper yang dulu dipakai untuk menyembunyikan Shigeru, kemudian membawa mayat tersebut ke tanah lapang dekat airport dengan harapan Yuki akan setiap hari bisa melihat pesawat terbang seperti janji Akira sebelumnya.

Film ini tanpa air-mata. Dari awal sampai akhir nggak ada airmata yang menetes dari mereka. tetap ekspresi dingin dari mereka menjadi wakil kepedihan hati anak-anak yang ditelantarkan tetapi memilih untuk bertahan dalam hidup yang keras ini.

"There is no trust more sacred than the one the the world holds with children. There is no duty more important than ensuring that their rights are respected, that their welfare is protected, that their lives are free from fear and want, and they grow up in peace"
[Kofi Anman- The Secretary General of The United Nations]

Cumi Panang Curry

Aku ingat bener, karena rasa ingin tahunya yang tinggi maka Mas Nug membeli bumbu "Panang Curry Paste".....Sampai hari ini bumbu itu nggak habis-habis juga. Karena di refridge masih ada persediaan cumi maka olah aja jadi masakan seperti ini.......

Bahan :
  • Cumi potong membentuk cicin
  • Panang Curry Paste [Ingredient : Dried Red Chili, Lemon Grass, Shallot, Salt Garlic, Galangal, Mungbean, Shrimp Paste, Kaffir Lime Peel, Corriander, Cumin, Pepper]
  • Bawang Merah
  • Bawang Putih
  • Santan

Pengolahan :
  • Tumis Bawang Putih dan Bawang Merah sampai harum
  • Tambahkan Panang Curry Paste
  • Masukkan Cumi
  • Tambahkan air dan bubuk santan
  • Tambahkan garam dan gula
  • Masak sampai kuah mengental.....hemmmm....nikmat dan cumi siap disajikan

Ikan Goreng Tepung

Mas Nug paling senang kalau ikannya dimasak kayak gini. Nggak banyak mikir khan.....tinggal sreng-sreng....

Bahan :
  • Ikan Basa Fillet
  • Jeruk Nipis
  • Minyak Untuk Mengoreng
  • Tepung Terigu

Bumbu Dihaluskan :
  • Bawang Putih
  • Bawang Merah
  • Ketumbar
  • Kemiri
  • Garam

Sambal Capsicum : (Sambal Dabu-Dabu)
  • Capsicum merah
  • Capsicum Hijau
  • Bawang Merah
  • Tomat Buah
  • Garam
  • Jeruk Nipis
  • Olive Oil

Pengolahan :
  • Lumuri ikan dengan air jeruk nipis.
  • Lumuri ikan dengan bumbu halus, diamkan sebentar
  • Lumuri ikan dengan tepung terigu.
  • Goreng Ikan dalam minyak sampai kering dan matang (panas max)

Wednesday, August 6, 2008

Technology

Technology is like two side of a coin. One represents a good point and the other side represents a bad point. How could it happen? The answer is because technology was built by humans. As we know, technology was built by humans for a better life, but in the process every body has their own view of using technology.
For example, television. The good point of it that people can share any information through it, but the bad point are that some people can't manage their time that they become addicted to it, some people copies bad things that they watch on TV, or some countries lose their identity because the world has become a global village.
Another example is when somebody invented uranium which is being used to produce nuclear power. The good side of using nuclear power is it can be used to produce energy for human life, but the bad side is people using it to make a bomb and destroying human life. It need great wisdom to use technology.
Another thing about technology is that because it is built by humans, they only think about their own life and forget about the impact of it on the environment. But in the future, they will consider the environment as a big point too.

Sunday, August 3, 2008

Setahun Lalu


Agustus 2008, tepat 5 Agustus nanti kami akan sudah setahun berada di Australia-Tanah Aborigin. Di masa lalu aku tidak pernah membayangkan akan pernah mengalami kehidupan yang jauh dari tanah kelahiranku. Hanya aku ingat sewaktu aku masih kecil, aku suka sekali membuat cerita dalam bahasa Inggris saat aku di toilet - terinspirasi oleh tontonan di TV (makanya saudara-saudaraku paling hapal kalau aku hobbynya ngedon di toilet untuk cari inspirasi). Walau kemampuan bahasa Inggrisku belum juga maju-maju....tapi mungkin saat itu merupakan step awal pengenalanku dengan bahasa bumi Allah yang lain ini.
Aku masih ingat jelas, awal petualangan kami saat itu. Dengan diantar oleh Bapak-Ibu dan saudara-saudara. Aku dan Nadia mengawali petualangan kami dari Bandara Juanda Surabaya. Menuju Bali adalah tujuan kami berikutnya. Nglesot di Mushola sambil menunggu Dik Tyas, Dik Ferry dan si kecil Rafa menenggok kami yang harus antri menunggu jadwal keberangkatan kami jam 1 malam. Nadia yang saat itu masih berumur 6 tahun tanpak sangat sigap dan selalu siap menolong bundanya. Nggak banyak tuntutan dia lebih banyak menghabiskan waktu di pesawat dengan tidur. keberangkatan kami saat itu sangat dimudahkan oleh Allah. Tinggal Cek In dan pemeriksaan isi tas, ditanya paspor sebentar, lalu dibantu untuk mengurus pembayaran visa. Nggak perlu antri panjang2.
Tujuan berikutnya adalah Perth. Dengan berbekal info dari Mas Nug. Maka aku cukup tenang menjalani pemeriksaan di Imigrasi. Walau kopor dibongkar2. Alhamdulillah nggak ada barang-barang yang di sita. Termasuk Abon yang kubawa untuk oleh-oleh Mas Nug. Aku juga masih ingat waktu itu kami kena pemeriksaan random anti teroris....maklum mungkin karena mereka masih tabu melihat orang berjilbab. Setelah itu kami harus menunggu cukup lama untuk dijemput oleh bus yang akan membawa kami ke bandara lokal menuju Adelaide. Dengan sedikit lari-lari dan terburu-buru kami dibantu petugas bandara untuk segera check in lagi karena waktunya sudah mepet. Dan kami hampir menjadi penumpang terakhir yang masuk pesawat.
Pagi menjelang....dan pertemuan dengan suami akan segera terjadi. Alhamdulillah, karena sistim Penjemputan di Bandara Adelaide berbeda dengan di Indo, begitu kami turun dari pesawat dan meliwati lorong berjendela menuju gedung bandara. Di atas tangga menuju lantai atas gedung sudah menunggu suami tercinta yang malah asyik memotret kami....he...he....
Terpaan hawa dingin winter masih membekas dalam ingatanku ketika kami menunggu taksi di luar bandara. Yah itulah awal dari petualangan kami di bumi Aussie.


Saturday, August 2, 2008

My Last Day

Hari terakhir bekerja di pabrik tinggal menunggu detik-detik terakhir. Alhamdulillah segala godaan untuk berhenti sebelum shut down bisa terlewati. . Salam perpisahan dengan teman-teman seperjuangan-pun sudah 3 hari sebelumnya dilakukan menginggat pengalaman sebelumnya setiap jum'at pasti terjadi rush (setiap orang selalu pingin pulang cepat). 80% sudah aku putuskan untuk tidak kembali lagi after shut down . So aku sudah pamitan dengan beberapa teman yang sering bekerja sama dalam satu tim. Rasanya tetap nggak sopan aja kalau tiba-tiba kita menghilang. Annete dan July (kami biasa gantian mengoperasikan komputer) udah dipamitin. Mike, Nik, Sean-Hero, Joni (Washing Room Community) malah udah foto2 hari kemarin. Nampang foto bareng teman-teman dari Vietnam dan Indo (Mbak Silvi, Mbak Rini, Mbak Nina) dilakukan di pagi ini. Wah rasanya sedih juga setelah berjuang bersama selama 8 bulan....trus kita harus berpisah....hik....hik.....Walau selama ini pekerjaan dirasa sangat berat secara fisik....namun di saat2 terakhir rasanya kok nggak pingin ninggalin ya.....he...he....he....
Tapi tugas lain sudah memanggil, harus ada yang bisa kupersembahkan buat tanah air sepulangku nanti (sok nasionalis ah). Yah kata my hubby....rugi sekali kalau waktu-ku hanya dihabiskan untuk bekerja sementara kesempatanku di sini tinggal setahun lagi. Banyak hal yang mesti dipelajari, sehingga nanti kalau pulang ada pengetahuan yang bisa disharing kepada orang lain. Bukankah cita-cita awal adalah membangun pendidikan yang lebih baik di Indonesia.
So Good Bye Lobethal............It's very pleasure to work with all of you.... friends.

Kecemplung Ke Kelas Photograpy

Ingin tahu lebih dekat mengenai dunia photography tiba-tiba aja datang seketika. Masalahnya cuma dipicu oleh ketakjuban pada keindahan alam di Adelaide. Untungnya kami tidak tinggal di pusat kota. Di Suburb kami suasananya sangat alami sekali. Pohon-pohon besar yang meneduhi jalanan. Park disamping unit kami juga indah dengan sungai kecil yang selalu menjadi tempat bermain para bebek. Dan di musim summer tempat ini nggak pernah sepi dengan acara BBQ.

Letak unit kami memang strategis, nggak terlalu dari pusat kota, nggak terlalu dari freeway (jadi kalau mum harus kerja ke desa maka kalau cari tumpangan cukup menunggu aja di pintu masuk freeway...he...he....). Tempat kami juga nggak terlalu jauh dari Flinders University dimana Dad harus bergelut dengan ilmu-ilmu-nya. Kalau kami ingin suasana baru kami tinggal naik sedikit ke atas bukit buat menikmati hijaunya suasana perbukitan dan pedesaan plus bisa melihat Adelaide dari atas bukit. Very Beautiful and Romantic di malam hari.

Karena ingin banget mengenang moment-moment ini dan kalau bisa membagi dengan saudara-saudara di Indo. Maka aku bertekad untuk ya belajar biar nggak geblek-geblek amat. Lagian Adult Campus di sini pun sangat menfasilitasi keinginan kami ini. So jadi kecemplung deh di kelas yang menarik ini. Punya guru yang sangat mendukung dan teman-teman ahli yang nggak segan-segan untuk membantu. Duh enak banget kalau mencari ilmu ditunjang fasilitas dan suasana kelas yang seperti ini.