Wednesday, April 11, 2018

Biografi-Kesadaran Untuk Menyelamatkan Sejarah Hidup


Bios yang berarti hidup dan Graphien yang berati tulis membentuk istilah Biografi yang secara sederhana dapat diartikan sebagai sebuah kisah riwayat hidup seseorang. Lewat biografi kita dapat mengetahui sebuah misteri yang melingkupi hidup seseorang atau penjelasan mengenai tindakan atau prilaku seseorang dalam hidupnya.

Seperti kata pepatah "Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang dan manusia mati meninggalkan nama." Dan nama disini bisa diartikan sebagai karya atau catatan pribadi dia (biografi)

Dengan kemajuan dunia tulis menulis sekarang, biografi bukan lagi hanya menjadi milik orang-orang yang terkenal. Namun orang-orang biasapun sudah banyak dimudahkan untuk dapat menuliskan kisah pribadinya. Karena setiap orang memiliki kisah hidupnya sendiri-sendiri, Dan terkadang dari orang-orang biasa ini muncu kisah-kisah luar biasa yang bisa menimbulkan inspirasi.

Bisnis jasa penulisan biografi mulai banyak dilirik. Inilah yang diangkat oleh CEO Indscript Creative Indari Mastuti dan Chika Ananda sebagai koordinator Indscript writing untuk menjebatani kekosongan konsumen dan penulis biografi. Dimana Indscript memberikan pelayanan bagi siapa saja yang ingin menuliskan biografinya untuk menggunakan jasa indscript. Serta memberikan kesempatan kepada para penulis yang untuk disalurkan naskahnya ke tangan terbit. Bahkan Indscript juga menyediakan pelatihan bagi siapa saja yang ingin belajar menjadi penulis.

Jika anda adalah pemula, sebenarnya saat ini anda telah banyak dimudahkan untuk mencoba memulai membuat tulisan biografi anda dengan mencicilnya di sebuah blog sebagai catatan harian (diary) anda. Tehnologi Print on Demand serta e-book dapat menjadi pilihan untuk mencetak buku biografi anda. Namun demikian sebenarnya untuk menulis sebuah biografi bukan fasilitas itu yang utama namun  niat dan kemauan yang kuat serta kesadaran akan pentingnya menyelamatkan sejarah hidup Anda yang sebenarnya bisa membuat anda lebih mudah untuk mulai melangkah.

Salatiga, 10 Apri 2018

#indscriptwriting
#indscriptcreative
#indblack



Saturday, April 7, 2018

Hukum Tarik Menarik Dalam Mengapai Mimpi



           
           Kalau anda percaya bisa berhasil anda akan betul-betul berhasil. Karena jika anda percaya “saya bisa melakukan itu” maka akan berkembanglah cara untuk melaksanakannya. Syarat utamanya : jangan campur adukkan pengertian “PERCAYA” dengan “WISHFUL THINKING”. [Dr DJ Schwartz]

Dalam acara “Berbagi Mimpi” yang dilakukan di MA Persis 20. Teh Nida Syauqiah Amjad Dzihni selaku Young Leader indscrippt Digital berbagi ilmu kepada para remaja setingkat SMA agar mereka tahu bagaimana caranya agar mimpi mereka dapat terealisasi dan tidak hanya tersimpan dalam bentuk tulisan.


Saya sendiri mengenal tentang Ilmu Mewujudkan Mimpi  beberapa tahun yang lalu melalui workshop “The Law of Attraction” di sebuah komunitas parenting. Sangat menarik sekali ilmu tersebut. Hukum Ketertarikan ini sendiri memiliki definisi “Segala sesuatu yang saya pikirkan dengan segenap perhatian, energy dan konsentrasi pikiran, baik hal yang positif maupun negative, akan datang ke dalam kehidupan saya.”

The Law of Attraction sendiri memiliki formula sederhana yang terdiri dari 3 tahap, yaitu 
      1. Kenali Hasrat Keinginan Anda. Pastikan bahwa anda benar-benar tahu apa yang anda inginkan. Karena    yang sering menyulitkan, ternyata tak semua orang tahu apa yang sesuangguhnya mereka inginkan dan lebih pandai mengenali hal-hal yang tidak mereka inginkan.

      2.  Berikan perhatian pada hasrat itu. Jadi kenali hasrat anda dan terus memberikan perhatian padanya. Karena hukum ketertarikan akan melipat gandakan apa saja yang menjadi perhatian atau fikirkan dengan segenap energi dan fokus pikiran.
     3. Biarkan hasrat itu menjelma menjadi nyata. Maksudnya adalah dengan meniadakan getaran negative atau mengusir rasa ragu.


Ada satu kisah tentang mimpi yang dengan ijin Allah SWT tentunya, dapat kami wujudkan di satu tahun setelah kami mengenal Teori ini, yaitu mimpi kami untuk mengunjungi Tanah Suci.


Praktek tahap pertama adalah, kami mengenali hasrat kami untuk bersegera menunaikan umroh. Dengan sering berdiskusi masalah ini bersama suami. Hingga kami memantapkan cita-cita akan bersegera pergi karena kami merasa diri kami seharusnya sudah waktunya kalau diihat dari kondisi fisik dan mental. Kami begitu yakin bahwa keinginan kuat yang kami panjatkan dalam doa-doa kami akan bisa terwujud walaupun pada saat itu kami sama sekali belum memiliki dana.


Praktek tahap kedua kami lakukan dengan jalan menvisualkan mimpi kami ini dengan memasang gambar di dekat tempat kami biasa melakukan sholat. Setiap selesai sholat bahkan dalam doa-doa kami di sepertiga malam kami selipkan harapan-harapan kami ini. Buku-buku mengenai umrohpun kami mulai pelajari. Kami juga aktif untuk mengantar saudara atau teman yang akan berangkat umroh sambil menitip doa kepada mereka agar kami bisa segera mengikuti jejak mereka.


Tahap ketiga adalah kami melepaskan semua keraguan dengan tetap berdoa dan berharap pasti akan ada jalan untuk mencapai cita-cita ini.


Dan Alhamduillah tepat di tanggal terakhir yang sudah kami targetkan, dengan ijin Allah SWT kami berhasil menginjak tanah Madinah untuk pertama kali. Dengan biaya yang tidak kami sangka-sangka bisa terpenuhi di detik-detik terakhir. MasyaAllah. Sungguh besar nikmat Allah kami rasakan pada saat itu.
 
Kisah lain tentang penerapan teori ini beberapa kali terbukti dalam perjalanan hidup kami. Karena itulah kami mulai tidak ragu-ragu lagi untuk berani bermimpi, berani menvisualkan dan berani untuk mulai melawan energi negatif dalam upaya mencapai mimpi-mimpi ini.


Seperti kata sebuah pantun nasehat dari Bapak Rakib Jamari dan Gen22.net


Berkilau bagai berlian

Tampak indah berseri-seri

Jika kamu punya impian

Jangan hanya berdiam diri



Pisang ditebang, pulut ditampi

Dibuat lepat, oleh nelayan

Terbanglah bersama mimpi-mimpi

Suatu saat jadi kenyataan


#indscriptcreative
#indscriptwriting
#indblack

Friday, April 6, 2018

Kaya Bersama Dengan Menghargai Sampah



Saat ini, sudah tidak lagi relevan melihat persoalan sampah terbatas pada persoalan bersih dan kotor dengan jargon "buanglah sampah pada tempatnya". Namun ada persoalan serius yang lebih besar daripada itu. Dibutuhkan  peran serta masyarakat untuk bersama-sama membantu pemerintah dalam menyelesaikannya.

Berbicara tentang sampah, sangat mengelitik untuk mengetahui akhir daripada siklusnya
Dan kondisi yang terjadi di dalam masyarakat kita biasanya terdapat 3 (tiga) skenario perjalanan akhir sampah-sampah tersebut (dilansir dari Kota Tanpa Sampah-Ign Susiadi Wibowo)

Pertama, dibuang di sembarang tempat seperti di tanah kosong, pinggir jalan, atau sungai yang kemudian lanjutkan perjalanannya hingga ke lautan. Sampah inilah yang kemudian mencemari ekosistem laut dan juga rantai panjang siklus makanan.

Kedua, diangkut untuk kemudian dikumpulkan serta ditumpuk di TPA (Tempat Pengumpulan/Pemrosesan Akhir). Selanjutnya, tidak ada pengolahan khusus karena memang sampah jenis ini hampir tidak (atau belum) bisa diolah tuntas. Dengan volume yang terus bertambah setiap hari, sampah jelas jadi persoalan yang akan terus menghantui kehidupan.

Ketiga, dibakar baik secara ‘swadaya’ dan konvensional oleh masyarakat hingga dibakar dengan bantuan teknologi di tingkat kota atau provinsi -teknologi yang hingga kini terus jadi perdebatan panas dan mendapat banyak penolakan karena resiko sisa pembakarannya yang dilepas ke udara dianggap masih menimbulkan ancaman serius bagi kehidupan.

Keprihatinan akan kondisi pengelolaan sampah inilah  yang membuat Fifie Rahardja, founder Bank Sampah Bersinar, ingin membuat orang-orang bisa memperlakukan sampah dengan lebih manusiawi, sehingga sampah bisa jadi berkah dan bukan malah jadi bencana. Dengan keyakinan akan masa depan anak cucu bangsa ini jangan sampai tidur dia atas timbunan sampah dan jangan sampai minum-makan dari air dan tanah yang tercemar.Maka Bank Sampah Bersinar mencoba untuk mengandeng pemerintah, pengusaha, universitas, media dan lembaga-lembaga masyarakat untuk bersama-sama ikut mensupport gerakan perubahan mental ini.

Beliau memperkenalkan sebuah sistem yang diawali dari pemilahan sampah sejak di tahapan Rumah Tangga, dengan tujuan agar jumlah sisa sampah  yang berakhir di tempat sampah jadi lebih sedikit. Kemudian dari Rumah Tangga tersebut setiap orang bisa menyetorkan sampahnya ke Bank Sampah untuk ditukarkan dengan voucher. Dimana voucher tersebut dapat ditukarkan dengan sembako atau barang-barang lainnya sesuai dengan nilai sampah yang telah disetorkan. Untuk itu BSB akan bekerja sama dan mengajak warung ataupun kios di setiap area untuk bersama-sama menyediakan bahan kebutuhan yang dibutuhkan masyarakat yang dapat dibeli dengan menjual sampahnya ke mitra BSB.

Program Bank Sampah ini membutuhkan leader-leader yang mau memberi solusi terhadap permasalahan sampah dan mampu untuk bersama-sama melihat persoalan sampah ini sebagai sarana Ekonomi Sharing. Dimana dengan pengelolaan yang tepat, banyak pihak akan diuntungkan dengan tumbuhan ekonomi di daerah-daerah yang telah menerapkan pengelolaan sampah ini.

Pengelolaan sampah dengan cara organisasi yang tertata ini juga telah diperkenalkan Pemerintah Kabupaten Sleman DI Yogyakarta [Tempo-30 Oktober 2012]. Dalam konsep ini masyarakat difungsikan sebagai sebuah struktur organisasi yang memiliki tanggung jawab sendiri-sendiri. Mulai dari kelompok yang bertanggung jawab memilah sampah [kertas, plastik, kerasan], kelompok yang melakukan packing, dan kelompok yang berfungsi sebagai pos bank sampah  yang menerima sampah untuk pengolahan. Salah satunya nasabahnya bahkan bisa beromzet Rp 500 ribu perbulan dari penjualan sampah rumah tangga ini.

Bahkan dilansir dari media money.id. seorang John Peter yang pada awalnya adalah seorang tunawisma, memulai bisnis sampah dari nol. Dia mengumpukan sampah dan menjualnya kepada pengepul. Kemudian dia menaungi beberapa pemulung untuk diajak kerjasama. Dari usaha tersebut dia akhirnya sanggup membeli mesin pengolah sampah. Setelah punya mesin John akhirnya langsung mengolah sendiri sampahnya untuk kemudian dieksport. Dari hasil usahanya tersbut John bisa meraup untung hingga Rp 800 juta hingga 1 milliar rupiah perbulan. Sebuah bisnis yang menjanjikan. 

Kaya raya dengan sampah  sampah bukanlah sesuatu yang mustahil. Meski sampah adalah barang yang sangat menjijikan bagi sebagian orang, namun tidak bagi orang-orang yang pandai dalam melihat peluang dalam berbagai hal, termasuk didalamnya peluang penghasilan berlimpah dari sampah.

#indscriptwriting
#indscriptcreative
#inblack