Friday, February 6, 2009

Panasnya Adelaide vs Mimisan Nadia

Hari ini panas kembali menyerang Adelaide......menurut prakiran di TV kemarin bakal mendekati 43'C degree. Nadia masih dalam kondisi normal, dan seperti hari-hari lainnya dalam seminggu ini, hari ini dia masuk sekolah seperti biasanya. Peraturan sekolah masih memberlakukan anak untuk tidak bermain di luar saat makan siang.

Aku sendiri hampir nggak kuat merasakan udara panas saat ini. Sepulang dari kursus begitu masuk mobil.....ups rasanya seperti di oven. Kulit rasanya terbakar.....duh ini baru dunia gimana dengan neraka ya......padahal setiap hari suamiku harus mengalami kondisi ini karena menjadi tugasnya untuk mengantar dan menjemput Nadia setiap hari. Karena nggak tahan.....begitu njemput suami di Flinders Uni aku langsung memutuskan untuk mendekam di kantin sekalian makan siang dengan makanan yang sudah kusiapkan tadi pagi....untung air minumnya masih dingin (benar-benar berjasa nih Chiller Bag). Menyadari rentannya Nadia terhadap udara panas (dan aku benar-benar malas kalau harus ke ER lagi buat ngelas hidung Nadia) ,jadi saran dokter ER kuturuti aja....pulang dari menjemput dia, kami sempatkan untuk mampir Foodland buat beli usapan snack yang dingin-dingin seperti ice block, yoghurt, dan untuk makan malamnya kali ini yang nggak usah panas-panas.....dan alhamdulillah sampai jam segini dia masih aman-aman saja.......:-))......dan aku jadi inget sayur asam plus tahu penyet.....bikin ah......

Kekuatiran terhadap mimisan Nadia membuat aku juga jadi inget kejadian di hari sabtu tanggal 31 Jan 2009. Dimana saat itu aku agak panik juga menghadapi derasnya mimisan Nadia yang mengalir seperti air mengucur hingga kami harus mengunjungi ER di Flinders Medical Center. Berhubung sifat mimisannya dirasa nggak terlalu urgent kali (pas nyampai FMC mimisannya berhenti)...maka harus agak lama juga nunggunya mungkin lebih dari 1/2 jam.....duh udah malam dan suami udah capek lagi sepulang kerja.....tapi dia emang super-super sabar.......ndari yariin ER di Repatriation General Hospital yang ternyata nggak nerima pasien anak-anak.....kesasar waktu nyari ER di Flinders Medical Center semua dijalaninya tanpa satu kata marah keluar dari bibirnya walau aku tahu betapa capek kodisinya saat itu.....rasanya aku menjadi salah satu perempuan yang beruntung karena mempunyai suami yang punya tingkat kesabaran luar biasa.....terima kasih ya Allah kau berikan pendamping yang selalu bisa menjadi cermin bagiku untuk selalu berusaha menjadi manusia yang lebih baik.....walau masih sangat sulit bagiku untuk merubah tabiat-ku yang ngampang sekali panik dan marah jika situasi kelihatan menyusahkan bagiku.......perlu management kesabaran memang....:-)). Nadia untungnya memiliki juga gen kesabaran yang mengalir dari bapaknya. Waktu hidungnya di las (itu istilahku sendiri gara-gara dr Jess bilang kalau bakal terasa seperti terbakar ketika obatnya dimasukkan).....Nad cuma menangis terisak..... dan ketika dr Jess ngasih dia ice block maka tinggal cuma airmatanya aja yang mengalir......sambil menjilati ice blocknya.....ada sisi enaknya kalau konsentrasi dia bisa teralihkan dari merasakan ketidak nyaman di hidungnya menjadi menikmati dingin dan segarnya ice block....:-))

Panasnya Adelaide kurasakan memang sangat berbeda dengan panasnya Sangatta, Balikpapan, Wonogiri ataupun Surabaya (my hometown)....udara panas di kota-kota tercintaku itu masih diselingi dengan angin yang sesekali berembus.....but in here....angin-nya aja ikut panas menampar muka dan kulit tubuh....Maha Suci Allah SWT.....yang bisa menjadikan pergantian musim yang begitu extrem.....musim dingin yang dinginnya menusuk dan musim panas yang panasnya membakar.

Aku mencoba mengingat-ingat, kenapa tahun kemarin kami bisa survive....yaps karena tahun kemaren kami masih tinggal di Payneham dan AC langsung on terus siang malam saat udara panas kayak gini.....walau Darren sang Landlord udah tempelin peringatan buat agak mengerem pemakaian AC....tapi Mas Darren, siapa yang tahan....lagian khan kami pakai AC cuma kalau cuaca benar-benar seterik ini selebihnya ya nggak toh.......alias kita batasi.....kita juga sadar lingkungan kok....:-))

No comments: