Saturday, October 13, 2012

My Three Musketeers

“Ma….kepalaku kok pusing banget ya,” kalimat itu meluncur dari mulut suamiku saat pulang kerja.“Astagfirullah…………kenapa pak,” tanyaku sedikit galau tetapi berusaha belajar menahan diri untuk tidak bertanya yang terlalu mendetil. Karena aku sendiri merasakan nggak enaknya ditanyain gencar saat aku dalam kondisi menahan sakit. “Nggak tahu…………sejak tadi sore di kantor sudah nyut-nyut”. Wah langsug periksa kepala dan lehernya. Ehmmmmmmmmmmmm……hangat.  “Ok…sudah ya pak….hari ini bapak sudah nggak usah ribet menyelesaikan pekerjaan rumah yang terbengkalai gara-gara aku KO,” tegasku. “Toh pekerjaan rumah emang nggak akan ada selesainya. Entar sedikit demi sedikit aku akan bereskan. Saat fisikku sudah mendukung” Lanjutku tanpa mau dibantah. “Lah tapi khan mama masih lemes dan batuk gitu kok,” masku masih sedikit ngeyel. “Tenang aja nantikan akan ada malaikat yang membantuku,” jawabku guyon menenangkan dia  

Akhirmya Mas mau juga menurut. Selepas mandi air hangat dan sholat. Kami-pun harus meluncur mencari makan di pujasera karena hari ini aku sama sekali tidak masak apa-apa. Dan mengharapkan mas yang lagi sakit seperti itu untuk keluar sendiri mencari lauk tentu tidak memungkinkan, sedangkan kalau aku sendiri yang keluar dalam keadaaan masih lemas begini tentu bisa membahayakan bukan cuma diriku….bisa-bisa aku meleng nabrak orang lain. Yah akhirnya berempat kami keluar, makan di luar, beli obat dan pulang langsung pada bablas tidur karena nggak usah ada episode beres-beres dapur lagi…..hehehe. Dan tengah malam pertolongan Allah benar-benar datang, aku terbangun dengan tubuh yang lebih segar dari hari-hari kemarin, walau batukku masih ngekek terdengar nggak enak di kuping….hehehe. Energi-ku tiba-tiba muncul kembali setelah satu setengah minggu lemes dempes seperti pejuang yang habis kalah perang. Benar-benar tidak ada tenaga…..benar-benar hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya….walau aku sudah mengunakan cara mensuggesti diri bahwa aku sehat dan aku harus sehat karena tugasku masih banyak……Namun lemes dan batukku kelihatannya masih enggan meninggalkanku (atau mungkin keyakinanku untuk sembuh kurang ya …….entahlah). Yang jelas KO ini terlalu lama, dan bikin jengkel karena semua pekerjaan rumah harus dilakukan dengan pelan-pelan untuk menyisakan energi dan tugas-tugas lainnya-pun harus juga terkena imbasnya….ihik…ihik….ihik.

Tapi sungguh dalam kesulitan begitu, alhamdulillah ada lahan bagi kami berdua dan anak-anak untuk belajar menegaskan arti “BER-EMPATI”…………., selama aku drop, my three musketeers benar-benar menjaga dan membantuku dengan caranya sendiri-sendiri.



Mas yang full semangat menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan rumah yang biasanya menjadi hal yang biasanya kukerjakan. Berhubung aku tidak mampu terlalu banyak beraktifitas fisik seperti masak, mencuci baju, membersihkan rumah maka Mas dengan sigap akan mencarikan sarapan buat kami setiap pagi, nanti siangnya mencarikan lauk lagi yang bisa masuk ke tenggorokan dan perutku, dan malamnya sepulang kerja mencarikan lagi lauk yang sejenis dengan tadi siang (berkuah dan lembut). Selepas itu sepulang kerja Mas akan mulai sibuk membereskan rumah, dapur dan cucian yang mulai menjulang. Dan setiap bunyi yang tak sengaja dia hasilkan….benar-benar mengores ulu hatiku. Perasaan ini terasa sedih…..duh kenapa badan ini begitu lemas bagi melayang….hingga suamiku yang sudah lelah bekerja seharian masih harus menanggung beban pekerjaan yang seharusnya bisa kulakukan. Kerjaku hanya bisa duduk dan sesekali berdiri dengan lemas……….bahkan menerima beberapa tamupun kulakukan dengan memaksakan diri. Dan kali ini suamiku benar-benar tegas tidak memperbolehkan aku keluar rumah. Dimana sebelumnya nggak pernah hal tersebut harus beliau lakukan. “Mama harus sehat dulu, kalau perlu nanti aku yang mengerjakan PR-PR mama,” katanya tegas sambil mengoda-ku. (maklum kadang masih coba memaksakan diri duduk di depan kompi-demi PR yang serasa tak ada habis-habisnya…..hehehe). Duh…………kalau tidak menginggat perjuangannya menjadi suster selama aku sakit, pingin rasanya tubuh ini masih melompat ke sana-sini karena PR-ku masih banyak……..ihik….ihik….ihik.

Nadia sulungku pun membantu dengan menyelesaikan urusannya sendiri tanpa banyak bicara, dari menyetrika baju-baju perginya, mengerjakan PR-PRnya tanpa mengangguku yang lagi KO, memandikan adiknya setiap sore, mengajak adiknya bermain dan makan bersamanya, nggak rewel sama sekali dengan menu makanan non minyak yang lagi diterapkan, sebelum berangkat dan pulang sekolah bikinin mamanya teh hangat krn kali dia miris mendengar batuk mamanya yang nggak sembuh-sembuh….hehehe, siapin meja makan setiap kali kita akan mengunakan. bahkan kalau diminta untuk membuat sesuatu ataupun melakukan sesuatu dia jadi lebih sigap dari biasanya…..Thanks ya nduk.

Dan Naila the second (hari ini tepat ulang tahunnya yang ke 3…subhanallah sudah bertambah besar anakku), membantu mamanya dengan berusaha menjadi anak yang baik banget (menurutku). Jadi Selama hanya kami berdua yang di rumah dari jam 8 sampai jam 4, jadi sekitar 8 jam sehari, maka dia akan beraktifitas di sekitar tempat tidurku. Dari bermain computer, nonton VCD, membaca (read : membaca dengan bahasaya sendiri sambil terkagum-kagum pada gambar-gambar di dalam bukunya), beraktivitas sendiri dengan mainan-mainannya (bisa bayangkan khan betapa berantakannya kamarku setiap hari). Dan yang pasti kalau biasanya aku menemani dia bobok siang maka kali ini dia yang menemani tidur siangku setiap habis minum obat….hehehe. Dan kalau sudah bosan biasanya dia akan keluar kamar dan menyanyi-nyanyi sendiri dengan suara kencangnya itu. Walau kadang berisik banget namun tingkahnya tetaplah menghiburku.  Dan yang bikin aku jadi tersedak terharu adalah saat-saat kalau mamanya sudah mulai kering kerongkongannya dan minta Naila untuk ambilkan air putih (karena di meja sudah habis), maka tubuhnya yang mungil akan terseok-seok membawa botol air minum ke dekatku, lalu mengambilkan gelas dari lemari dapur untukku. Dia juga jadi yang paling sering menginggatkan aku untuk meminum obatku dengan membawakan kantong obatku sambil bergumam “mama sakit……..mama sakit…………..minum obat…….minum obat.” Dan diapun menyodorkan obat-obat itu padaku. Duh nduk makasih banget ya. !!!

Terima Kasih tak terhingga buat My Three Musketers.......karena kehendak Allah SWT, lalu doa dari saudara-tetangga-teman-teman (makasih banget) dan semangat perjuangan kalian-lah my three musketeers, mama bisa berangsur-angsur sembuh. Dan yang pasti kalian membuat mama merasa dicintai, dirawat dan dijaga dalam proses kesembuhan mama.
Dan kini salah satu musketeer-ku jatuh sakit juga.  Dan aku bisa bayangkan kelelahan karena pekerjaan yang dia lakukan selama merawatku. Kini waktuku untuk merawat-nya. Dan entah keajaiban apa yang terjadi, begitu salah satu prajuritku jatuh sakit kok energiku menjadi berangsur-angsur kembali. Aku harus bangkit karena siapa lagi yang harus merawat mereka. Apalagi yang sakit ini Sang Jenderal – Sang Perwira Tinggi. Jadi ya Sang Perwira Menengah-pun harus maju jadi actingnya……hehehe. Siap Komandan !!!
Saya jadi teringat diskusi dengan salah satu teman yang pernah membahas mengenai ayat dalam surat Asy-Syarh 94: 5-6 …... Dan dia memakai konsep “Gelas Setengah Kosong Setengah Isi?” dalam memahami ayat tersebut.

Fa inna ma’al ‘usri yusron. Inna ma’al usri yusron
(Asy-Syarh 94 : 5-6)
 Artinya : Maka sesungguhnya, setelah (beserta, dibalik) kesulitan itu, ada (setelah mempelajarinya) kemudahan.

Jika kita berusaha  bisa melihat kesulitan dan kegagalan sebagai alat untuk mempelajari hal-hal yang menuntun kita memperoleh kemudahan , keberhasilan, dan kesuksesan. Itulah arti dibalik kesulitan ada kemudahan

- wallahu a’lam bissawab -

Jadi kepikiran :
Bayangkan berapa potensi yang bisa kumiliki untuk meraih kemudahan, seandainya aku memiliki kesanggupan untuk belajar dari setiap kesulitan yang aku alami.

No comments: