Showing posts with label 10 food. Show all posts
Showing posts with label 10 food. Show all posts

Thursday, July 21, 2016

Tips Membuat Kremesan




Pagi hari ini pak sayur lagi komplit bawaannya. Dan jadi kepikiran untuk membuat bandeng kremesan buat sarapan. Nah karena di Salatiga terkenal juga dengan bandengnya yang sudah dipresto. Maka harinya ceritanya adalah menemukan cara membuat bandeng presto itu cantik sedap dipandang dengan balutan kremesan

Jadi ingat kemarin waktu Chef Marco bikin Arancini dari sisa Risotto.............. Episode Master Chef OZ  tgl 16 Juli 2016. Maka aku siapkan saja telur yang sudah dikocok lepas (tapi lupa mbumbuin). Dan perbandingan tepung beras dan tepung terigu 1:1 (ini juga lupa dibumbui). Masukkan ikan ke campuran tepung, terus ke telur, terus ke tepung lagi dan siap digoreng. Ternyata hasilnya malah kayak bikin Ayam Goreng Kentucky. Walah salah teknik. Kata suami tepungnya ketebalan dan hambar ma.....Tapi seperti biasa beliaunya selalu setia memompa semangat-ku. Coba lagi....dan coba lagi saja.



Jadi mangkel juga nih hati....nyadar diri aku nih sepertinya cuma kurang usaha aja kalau dalam masak memasak. Banyak ibu yang awalnya ndak bisa masak sekarang malah berjaya buka catering. Nah jadi harusnya memulai dengan Curiosity dulu. "Gimana sih bisa bikin tampilan makanan cantik2 itu"

Akhirnya googling dan ketemu dengan satu resep yang sangat membantu banget di www.diahdidi.com. Langsung ditulis dan dinget2 tips dan triknya. Dan hari ini juga aku akan eksekusi...toh semua bahannya lagi ada.

Maka da-da..... jadilah...

 Proses ini berbuah hasil  3

Yang pertama : hasilnya kegosongan, karena aku tidak segera mengecilkan apinya. (ternyata permainan api diperlukan juga, disamping harus rajin membersihkan minyaknya karena kuatir sisa gorengan sebelumnya bisa mengotori hasil berikutnya)

Yang kedua : alhamdulilah jadi menyarang dan warnanya cantik. Jadi membayangkan dan menghayal kayak kremesan Nyonya Suharti kesukaan bapakku dulu ....hehehe

Yang ketiga : karena kulihat adonan masih kemungkinan bisa dijadikan 2 batch lagi, cuman aku udah nggak sabar supaya segera selesai, maka aku menuangkan adonan ke minyaknya kebanyakan. Dan hasinya mengumpal.


Tapi jujur, hari ini hati terobati banget bisa bikin sesuatu yang bagiku saja kelihatan sesuatu yang mustahil kulakukan. Maklum aku bukan tukang masak banget.

Note :
Jam 10: 00
Naila langsung habis 2 piring sarapan kesiangannya. Entah karena kelaparan atau karena eman enak. Tapi anaknys sih bilang enak ma.....Alhamdulillah bisa nyenengkan hati anak. Tinggal nunggu Nadia dan bapaknya saja nih di makan malam nanti. Moga masih tetap crispy. 

Buat nginget-inget, bikin aja catatan seperti ini.

Bahan :
  • Adonan lebih banyak tepung sagu/tapiokanya dibandingkan dengan tepung berasnya. Perbandingannya 3:1
  • Air kaldu 350 ml
  • 1 kuning telur

Cara Membuat :

  • Aduk tepung sagu/tapioka, tepung beras, dengan air dan kuning telur, hingga rata dan adonan halus tidak bergerindil (adonan kremesan memang agak cair)
  • Panaskan minyak goreng agak banyak hingga benar-benar panas.
  • Tuang adonan kremesan, paling mudah pakai tangan saja. Tuang dari jaraj agak tinggi dari wajan agar kremesan bisa langsung menyarang.
  • Biarkan sampai kering baru diangkat
Tips Membuat Kremesan 
  • Gunakan wajan anti lengket agar kremesan tidak menempel di dasar wajan
  • Adonan kremesan memang agak cair. Jadi ketika dituang diatas minyak panas dia akan langsung membentuk serabut2 kecil. Biarkan sampai setengah kering. Jangan diaduk-aduk karena akan menyebabkan menempel satu demi satu. Dan malah nggak akan jadi kremesan
  • Ketika menuang adonan kremesan ke dalam minyak, Jangan terlalu banyak. Sesuaikan dengan besar-kecilnya wajan.Kalau pakai teflon kecil biasa standar, cukup satu sendok saja adonan yang dituang. Karena jika terlalu banyak yang dituang. Jadinya malah akan mengumpal dan ndak jadi kremesan.
  • Menuang adonan kremesan, usahan agak jauh di atas wajan. Biar kremesannya hasinya bagus.
  • Tambahkan kuning telur untuk kremesan yang lebih empuk dan gurih
  • Minyak harus sudah dalam keadaaan panas, sehingga ketika dituang bunyinya berisik. Dan langsung terbentuk serabut2 yang menyarang cantik. Jika minyaknya kurang panas, serabut2 itu tidak akan langsung terbentuk. Yang ada adonannya lembek dan jadi lama keringnya. 
  • Jika sudah terbentuk serabut2 kremesannya, api bisa dikecilin dikit, lalu goreng hingga kering kremesannya
  • Jika mau kremesannya menyelimuti bahan yang dikremes, pas udah setengah kering kremesannya, masukin bahannya misanya ayam,tempe dll yang mau dikremes. Lalu lipat kremesan dari semua sisinya hingga menyelimuti bahan, lalu goreng hingga kering. 
  • Jika tidak ada bahan yang diselimuti, biarkan saja kremesan sampai kering dan diaduk-aduk sebentar. Nanti kremesan akan terpisah-pisah sendiri ketika sudah kering.
  • Pakailah air rebusan ayam yang sudah berbumbu untuk membuat kremesan agar hasil kremesan sudah enak dan gurih (rasa dan bau ayam). 
  • Jangan terlalu banyak memaki gula, supaya kremesanya tidak cepat gosong 
  •  Karena kremesan ini dibuat untuk lauk, bukan cemilan, jadi bumbunya harus lebih gurih dari jika di makan langsung. Supaya jika dimakan sebagai lauk nasi putih. bisa tetap terasa gurihnya
Resource : www.diahdidi.com

Monday, July 16, 2012

Tahu Crispy Ipar-Ku

Setiap pulang ke Surabaya, salah satu menu makanan yang biasaya ada di seminggu-ku di sana adalah tahu goreng yang dipotong kotak kecil dan dibalur dengan tepung. Potongan tahu goreng tepung macam itu diperkenalkan pertama kali di rumah kami oleh Tante Yuli-adik ipar terkecilku. Karena adik iparku yang satu ini orangnya sangat rapi, telaten, dan kalau masak apa-apa katanya potongan selalu mini-mini....sesuai dengan kerapian dia kali ya....hehehe.

Dan hebatnya tahu ini selalu jadi favorite para keponakan. Karena begitu terhidang mengepul di meja makan langsung tangan-tangan mungil pada berebutan....hehehe. Waktu di Surabaya sih aku cuma tinggal bantuin nyemplugin tahu yang sudah berbalut tepung ke minyak panas. Dan tinggal nungguin sampai kuning kecoklatan dikit. Angkat.....dan sajikan...trus lihat para keponakan yang melicin tandaskan tahu di piring saji.....wkwkwk

Tak berapa lama kemudian, di Salatiga, Nadia memperkenalkan aku dengan jajanan tahu crispy yang potongannya persis sama dengan "Tahu Mbak Yuli"....bedanya kalau di Surabaya nggak ditambahin serbuk bumbu macam-macam alias alami demi kesehatan. Nah di sini....tahu ini setelah digoreng akan ditambahin dengan bumbu yang boleh dipilih sesuai selera. Ada BBQ, Jagung Bakar, Balado Pedas dll. Namanya pun nggak kalah terkenal dengan nama salah satu koruptor kita....yaitu "Tahu Gayus"...hehehe.

Hari ini pingin lagi bikin si Tahu Crispy ini.

Bahan :
5 ptg  Tahu Putih 
1 butir   Telur Ayam. kocok lepas
5 sdm  Tepung Terigu
2 sdm  Tepung Maizena
1/2 sdt  Baking Powder
 2 siung  Bawang Putih
1 sdt  Garam halus
1/2 sdt  Merica Bubuk
Minyak Goreng


Cara Membuat :

1. Potong Tahu Putih berbentuk kotak dadu kecil
2. Haluskan Bawang Putih, dengan Merica dan Garam. Beri sedikit air, kemudian rendam tahu 
    yang sudah dipotong kurang lebih 15 menit.
3. Tiriskan tahu dari bumbu kemudian masukkan ke dalam telur yang telah dikocok lepas. 
     Diamkan selama 5 menit. 
4. Buat adonan kering dengan mencampur Tepung Terigu, Tepung Maizena, Baking Powder, 
    Garam Halus dan Merica Bubuk diaduk rata lalu diayak.
3. Masukkan potongan tahu yang telah direndam dengan telur tadi ke dalam adonan kering 
    tepung tadi, campurkan dengan lembut jangan sampai tahu hancur
4. Lalu ayak agar yang tertinggal adalah tepung yang sudah menempel di tahu. Kemudian 
    balut  lagi dengan tepung. 
5. Goreng dalam minyak panas, siram-siram hingga mengembang. Angkat dan Tiriskan. Dan 
    siap untuk dihidangkan. 

Resource :  http://kedaikuistanaku.blogspot.com

Thursday, June 28, 2012

Brokoli Goreng - Si Brogo Yg Yummy

         Sudah beberapa kali Nadia minta untuk dibuatkan Brokoli Tepung Renyah. Dan aku selalu saja lupa. Karena setiap beli brokoli maka dipikiran ini cuma pingin bikin Cap-Cay aja. Khan emaknya doyan banget sayuran krenyes-krenyes. Nah hari ini karena ndak ada vegie di kulkas yang bisa digoreng, langsung deh teringat request dari Nadia. Janjinya dulu dia yang mau bikin ternyata dia cuma serching-in di internet. Begitu ketemu ditunjukin padaku dan akhirnya ya emaknya lagi yang goreng. 

Bahan
1 tangkai Brokoli
2 butir Telur, kocok lepas
Minyak Untuk Mengoreng

Bahan Tepung Bumbu :
6 sdm Tepung Terigu
2 sdt Ketumbar Bubuk
1 sdt Merica Bubuk
2 sdt Garam
2 sdt Gula Pasir



Cara Membuat :
01. Rebus Air dan masukkan brokoli sebentar ke dalam air rebusan tadi
02. Tiriskan Brokoli lalu masukkan ke dalam Telur yang telah dikocok lepas sebelumnya.
03. Setelah dilumuri Telur lalu masukkan ke dalam Tepung Bumbu
04. Lalu goreng dalam minyak goreng yang sudah panas dengan api sedang. Dan tunggu sampai berwarna agak kecoklatan.
05. Angkat dan tiriskan.
06. Sajikan selagi masih hangat karena kriuknya masih terasa...hehehe



Hasilnya .............. eng ing eng............langsung licin tandas dalam sekali hidang. Alhamdulillah

Note :
Comment dari bapaknya anak-anak : "Wah ternyata enak juga ya Brokoli Ditepung seperti ini....besok lagi kalau ada acara Bazar di Sekolah Nadia....Nadia jualan Brokoli Tepung aja Nduk" ....hehehe, Jiwa bisnisnya menggeliat......!!!

Wednesday, January 12, 2011

Tumis Kangkung

Bahan :
200 gr Kangkung

Bumbu :
5 Bawang Merah, haluskan
2 Bawang Putih, haluskan
2 - 3 Cabe Merah, haluskan
Terasi
1/4 bh tomat, cincang kasar
1 sdt garam
1/2 sdt gula pasir

Cara Membuat :
01. Tumis bawang merah, bawang putih, cabe merah dan terasi yang telah dihaluskan tadi hingga harum

02. Masukkan tomat yang sudah dicincang kasar, dan masak hingga matang.

03. Tuang sedikit air, garam dan gula. Didihkan

04. Masukkan kangkung, masak sebentar saja. Angkat.

Sunday, July 11, 2010

Mengenal Mie

Source : Menu Sehat 7/Th II/2006

Pingin masukin artikel yang ada di majalah Menu Sehat ini sebagai penginggat plus siapa tahu ada membutuhkan informasinya.

Mie dibuat dari tepung terigu dengan atau tanpa telur. Jadi teringat seorang chef yang bikin Mie homemade alias bikin sendiri. Ditarik...diulur trus diputer2 dan bim salabim bongkahan terigu lentur itu kemudian terurai menjadi sulur-sulur mie......wah jadi membayangkan seandainya aku juga bisa se-ahli itu. Soalnya aku adalah maniak mie, begitu juga Nadia dan bapaknya. Sedang si kecil sepertinya tinggal menunggu waktu saja kalau melihat semangat makannya yang begitu mengelora. Jadi kalau bisa bikin sendiri tentu jadi lebih sehat lagi khan karena pasti nggak pakai bahan pengawet.

Balik lagi ke Mie. Mie ini umumnya berwarna kuning, walaupun ada juga yang putih seperti kwietiau. Mie yang panjang itu dari bentuknya bisa dibedakan ada yang lurus dan keriting. Ada yang penampangnya bulat, pipih maupun persegi. Dari ukurannya ada yang tebal, tipis, halus maupun lebar. dan dari rasanya, ada yang garing, empuk bahkan alot [karena dicampur tepung kanji].

Mie sendiri ada yang dikeringkan disebut Mie Kering dan Mie Basah. Mie Basah ada dua macam ; ada yang dijual setelah direbus dulu dan diberi minyak supaya tidak lengket, ada pula yang dijual dalam keadaan belum direbus berlumuran tepung untuk mencegah saling melekat [yang ini disebut Mie Mentah]. Mie kering dan Mie Mentah harus direbus dulu sebelum diolah.

Caranya : Didihkan air di panci [boleh diberi sedikit minyak goreng]. Setelah mendidih, masukkan mie. Didihkan beberapa saat. Kalau Mie sudah mengapung artinya Mie sudah masak. Angkat dan tiriskan. Agar tidak saling melekat, segera siram mie dengan banyak air dingin lalu tiriskan. Mie pun siap diolah, baik untuk mie ayam, mie goreng dsb. Penyiraman dengan air dingin tidak perlu dilakukan apabila mie yang diserok itu langsung diolah. Umpamanya untuk mie ayam. dan supaya tidak saling melekat, mie yang baru diangkat segera dituang ke mangkuk berisi minyak. Lalu aduk.

Mie basah yang telah direbus dan diberi minyak suka dipakai penjual soto mie. Saat penggunaannya, mie itu dicemplungkan sebentar ke air mendidih untuk meluruhkan minyaknya. Tiriskan sebentar, segera disiram dengan kuah soto.

Thursday, July 8, 2010

Bubur Labu Kuning-Hati Ayam

Bahan :
100 gr labu kuning
50 gr wortel
75 gr hati ayam cincang
seledri

Cara Membuat :
01. Potong labu kuning dan wortel ukuran dadu
02. Kukus labu kuning, wortel, hati ayam dan seledri sampai lunak dan hati matang.
03. Blender dan segera hidangkan....yummy

Bubur Beras Merah-Hati Ayam

Punya hati ayam yang malam ini mau dibikin lauk. Jadi pingin bikinin Naila juga.

Bubur Beras Merah-Hati Ayam
Source : Makanan Sehat Lezat untuk Bayi & Balita Seri "Ayahbunda"

Bahan :
100 gr labu kuning
50 gr wortel
75 gr beras merah
600 ml air kaldu
1/8 [sepucuk] sdt garam halus
75 gr tempe cincang
75 gr hati ayam cincang


Cara Membuat :
01. Potong labu kuning dan wortel ukuran dadu.
02. Rebus beras merah dengan air dan bubuhi garam. Masak sambil diaduk hingga setengah matang.
03. Masukkan tempe dan hati ayam, masak sambil diaduk-aduk.
04. Tambahkan labu kuning, aduk rata.
05. Bubuhi wortel dan masak kembali sampai seluruh bahan matang dan bubur mengental. Sajikan hangat.

Note :
Untuk 2 porsi
1 porsi : 247 kalori

Hati Ayam
Pilih hati ayam yang masih utuh, tidak hancur, terutama empedunya. Bila empedu pecah, hati akan terasa pahit.

Bubur Pir dan Pepaya

Minggu kemarin kami mampir ke Pasar Klandasan untuk berburu buah yang katanya murah-murah. Dengan harapan bisa mendapatkan Buah Apukat yang denger-denger selalu ada di Pasar Buah Belakang Kladasan, aku-pun memantapkan diri untuk berburu sendiri [biar cepat] sedang anak-anak kuminta tunggu di mobil bersama bapaknya. Setelah ubek-ubek beberapa kios ternyata gagal total......cuma ada satu kios yang menjual apukat...itupun kecil-kecil dan sudah pada busuk....sudah gitu mahal lagi.....ya nggak jadi beli. Mending ke Makro saja yang biasanya apukatnya besar-besar dan fresh. Tapi aku berhasil mendapatkan Buah Pir yang besar-besar dan Manis-Manis walau harganya AUD $ 3.....sekilonya [lah kok sama dengan harga di Central Market-Adelaide]. Lumayan walau cuma dapat 4 butir, semoga bisa untuk menambah gizi Naila dan Nadia.

Kalau Nadia gaya makanya sukanya dipotong 4 dan di krenyus sama kulitnya [se-kulitnya ini aku yang minta]....sedangkan Naila biasanya makan dengan di sesep [kadang kesedak juga kalau dia berhasil mencabik daging buahnya]. Nah hari ini aku mau membuatkan dia menu dari buah Pir

Bubur Buah Manis
Source : Makanan Sehat untuk Bayi dan Balita "Seri Ayahbunda"
[dengan modifikasi]

Bahan :
100 gr buah pir matang, cuci, kupas dan potong kecil-kecil
15 ml air, untuk memasak buah
1 sdt gula kastor
1 sdt tepung custard
75 ml air
1 sendok takar susu formula
100 gr pepaya matang, cuci dan potong kecil-kecil


Cara Membuat
1. Masukkan potongan buah pir bersama air dan gula ke dalam panci. Tutup dan masak selama 10 menit sampai buah lunak. Angkat dan biarkan agak dingin
02. Campur tepung custard dengan air. Jerangkan di atas api kecil dan aduk sampai mengental [warnanya menjadi transparan]. Angkat dari api dan bubuhi susu formula.
03. Blender sebagian potongan buah pir dan pepaya. Campur dengan bubur tadi. Aduk rata
04. Tambahkan potongan buah pir serta pepaya yang dipotong kecil-kecil. Tuang ke dalam mangkuk dan hidangkan segera


Note :
untuk 2 porsi
1 porsi : 84 kalori

Tepung custard
Tepung siap pakai yang sudah mengadung rasa, warna, aroma dan bahan pengental [tepung maizena]

Wednesday, June 16, 2010

Nasi Tim Ayam

Walau sering mendengar mengenai Nasi Tim, tapi selama ini jujur nggak pernah bikin. Soalnya nggak tahu caranya. Dulu jama Nadia semua yang ngerjain pengasuhnya. Tapi hari ini aku bener-bener mau bikin. Demi Naila....

Salah satu caranya adalah :

beras dicuci kemudian dimasukkan ke dalam panci kecil dan diberi air secukupnya. Kemudian panci kecil ini dimasukka lagi ke panci besar yang diisi air (inilah yang disebut ditim). Tutup panci dan masak sampai matang.

Trus pingin sekalian bikin untuk Nadia yang hari ini nggak masuk karena badannya belum juga kembali normal.....dapat resep dari Gallery Kitchen-nya Mbak Herti

NASI TIM AYAM

Bahan :

Nasi Tim

400 gram beras
1/2 sdt garam
Air Kaldu Secukupnya

Cara Membuat :

Aron beras dengan kaldu dan garam, atau proses dalam dalam rice cooker sampai bunyi click. Angkat

Taburan Ayam
1 ekor ayam [kurang lebih 1 kg], ambil dagingnya, potong dadu
200 gram jamur kaleng, iris
3 siung bawang putih haluskan
2 cm jahe, geprek
2 sdm saus tiram
2 sdm kecap manis
2 sdm kecap ikan
1 sdt minyak wijen
1 sdt garam
1/2 sdt merica
1 sdt maizena, larutkan dengan sedikit air

Kuah
4 siung bawang putih, geprek
1 cm jahe, geprek
bawang daun, iris halus
garam

Sambal
12 cabe rawit merah, kukus
3 siung bawang putih, kukus
1/2 sdt garam
1 sdt cuka
air, secukupnya

Cara Membuat :



Taburan Ayam
Tumis bawang putih hingga harum, masukkan jahe. Tambahkan potongan ayam, aduk hingga berubah warna. Tambahkan jamur kaleng. Tuang saus tiram, kecap manis, kecap asin, garam dan merica. Tambahkan minyak wijen dan kaldu secukupnya (sampai ayam cukup terendam). Masak dengan api kecil hingga ayam matang. Setelah airnya tinggal sedikit, kentalkan dengan larutan maizena. Angkat, sisihkan.

Kuah
Dengan api kecil, rebus tulang ayam untuk mendapatkan kaldu. Tumis bawang putih hingga harum, masukkan jahe. Masukkan tumisan ke dalam kaldu, masak kembali hingga mendidih. Ambil kaldu secukupnya untuk memasak ayam dan nasi tim. Kemudian masukkan garam dan merica ke dalam sisa kaldu. Cicipi rasanya, taburi bawang daun.

Penyelesain
Siapkan mangkuk tahan panas. Taruh ayam di dasar mangkuk, tambahkan nasi. Kemudian tuang air kaldu secukupnya (kurleb 1/2 - 3/4 ruas jari di atas nasi). Kukus sampai matang.

Penyajian:
Hidangkan Nasi dalam keadaan hangat bersama kuah dan sambal. Taburi bawang goreng


Sup Krim Ayam

Kemarin habis ditanya Bu Yati "setiap berapa jam anaknya di kasih makan".....beliaunya bilang kalau dia ngasih setiap 1 jam. Terperangah juga pada awalnya. Soalnya biasanya aku ngasih setiap 4 jam sekali disela-sela ASI-nya. Jadi merasa bersalah....mungkin itu yang nyebabin dia nggak gendut2 ya.

Nah, pagi tadi mengaplikasikan hasil baca-baca semalam tentang variasi makanan. Jadi selain kuberi dia potongan buah pisang sambil aku bikin sandwich buat sarapan bapak dan kakaknya. Aku juga menyuapi dia dengan roti-susu buat sarapan pagi ini.

Untuk siangnya dari hasil ngeblog aku mau bikin "Sup Krim Ayam"

SUP KRIM AYAM

Bahan :

1 dada ayam tanpa tulang dan kulit
1 cangkir ASI/susu formula
1/2 sdt tepung maizena


Cara Membuat :

01. Hilangkan kulit, lemak dan sisa-sisa tulang pada ayam. Cuci sampai bersih, potong dadu.

02. Rebus ayam dengan air secukupnya selama 10 menit atau sampai ayam matang. Angkat dan tiriskan. Simpan kaldu.

03. Masukkan ayam, tepung dan kaldu ke dalam blender, haluskan

04. Gunakan kaldu untuk mengencerkan atau mengentalkan adonan hingga kekentalan yang diinginkan.

05. Tim adonan sampai matang. Saat ingin menyajikan tambahkan ASI/Susu Formula.

Sumber http://winzoya.multiply.com/reviews/item

Wednesday, June 2, 2010

Panen Kangkung Pertama-ku

Sudah lama aku ingin membuktikan bahwa Kangkung pasti bisa di tanam di halaman depan rumahku. Dan Alhamduillah sore ini hasil panen kangkung pertamaku telah terhidang dalam semangkok tumis kangkung untuk membuktikannya.

Cerita dibalik tanam menanam kangkung itu sendiri adalah begini : Sudah lama banget aku pingin menambah koleksi tanaman di halaman rumah supaya rumah lebih terkesan rimbun, sejuk dan nyaman. Tetapi karena budget yang tight akhirnya ya semua harus dilakukan secara berlahan-lahan. Artinya aku nggak bisa hanya langsung merombak tamanku dengan menggunakan jasa ahli landscape dan bim salabim dalam 3 hari tamanku sudah jadi cantik.....hehehe.

Jadi sadar akan keterbatasan itu, akhirnya aku mikir bagaimana cara supaya tamanku bisa kelihatan hijau royo-royo tetapi dengan biaya minim. Sebuah ide timbul ketika suatu hari aku membeli kankung darat yang masih ada akarnya di Lek Sayur yang biasa lewat di depan rumah. Daripada akar dan batangnya kubuang dan hanya menuh-menuhin bak sampah akhirnya kuambil sekop dan pergi ke kebun untuk menanamnya.....hehehe.

Biar ketahuan kalau tuh tanaman sengaja kupelihara dan bukan termasuk gulma, aku membuat pembatas dari batu bata merah bekas membangun rumah dulu. Kugali lubang di dalam kotak itu dan kutambahkan tanah hitam. Lalu kutancap-tancap saja batang kangkungnya sambil berdoa semoga bisa dipanen nantinya [lumayankan menggurangi biaya belanja....heheh].

Dan alhamdulillah, ternyata hari ini aku sudah bisa memanennya. Sengaja nggak kupanen banyak-banyak paling entar aku juga yang menghabiskan [biar nggak cepat busuk di kulkas, khan tinggal petik kalau butuh]. Dan Tumis Kangkung Pertama-ku terhidang mengepul di meja makan menemani Tempe Mendoan dan Ikan Goreng Kembung. Terima Kasih ya Allah atas rezekimu.

Tumis Kangkung

Bahan :
200 gr Kangkung

Bumbu :
5 Bawang Merah, haluskan
2 Bawang Putih, haluskan
2 - 3 Cabe Merah, haluskan
Terasi
1/4 bh tomat, cincang kasar
1 sdt garam
1/2 sdt gula pasir

Cara Membuat :
01. Tumis bawang merah, bawang putih, cabe merah dan terasi yang telah dihaluskan tadi hingga harum

02. Masukkan tomat yang sudah dicincang kasar, dan masak hingga matang.

03. Tuang sedikit air, garam dan gula. Didihkan

04. Masukkan kangkung, masak sebentar saja. Angkat.


Wednesday, May 26, 2010

Tumis Jagung Putren


Lek Sayur lagi nggak bawa jagung hari ini. Padahal aku mau nyetok buat bubur Naila besok. Nggak ada jagung malah nawarin jagung putren. Pumpung murah seiketnya cuma Rp 1,500. Jadi beli aja buat nyayur hari ini.

Bahan :
- Jagung Putren
- Wortel

Bumbu :
- Bawang Putih
- Bawang Bombay
- Daun Bawang
- Jahe
- Tomat
- Saus Tiram
- Garam
- Gula Pasir

Pembuatan :
01. Tumis bawang putih, bawang bombay, jahe.
02. Tambahkan wortel dulu baru jagung putren.
03. Masukkan saus tiram, garam dan gula Pasir
04. Tambahkan tomat. Masak sampai bumbu meresap.

Ikan Goreng-Ku Renyah & Garing

Mas Nug paling suka masakan yang digoreng gurih dan garing. Setelah berhasil membuat ikan kecil renyah dua hari lalu. Maka persediaan seafood lainnya sudah siap untuk diolah hari ini. Kali ini Ikan Kembung tetapi yang masih kecil-kecil. Nah kata yang jual [waktu itu aku belanja di Pasar Klandasan], Ikan ini cocok banget kalau dibuat pepes. Wuih pingin banget mepes....lagian si embah pepes langgananku sudah seminggu ini nggak jualan. Kenapa ya?

Tapi setelah kupikir-pikir lagi, walau kecil nih ikan tentunya masih menyimpan banyak duri. Entar malah sibuk misahin durinya daripada menikmati dagingnya. Lagian durinya pastilah kecil-kecil wong ikannya juga seukuran jari orang dewasa....weh repot. Jadi akhirnya kuputuskan untuk digoreng garing aja. Cuma sayang persediaan secret ingredient yang berupa kemiri sudah habis. Duh....gimana ya. Akhirnya setelah tanya mas google dapat info dari detik food [ http://www/detikfood.com ] gimana cara mengoreng ikan yang renyah dan kering walau tanpa kemiri.

Tips-Tipsnya gini nih [Odilie Winneke]

01. ikan
Ikan harus bener-bener seger soalnya kalau nggak seger waktu digoreng bisa mudah hancur atau sobek. Sedang ciri ikan seger yaitu tuh ikan badannya agak lembut saat ditekan, trus matanya sebening kaca, insangnya kemerahan plus aromanya masih segar. Ikan juga harus segera dibersihkan begitu nyampe rumah [biasanya aku buang isi perut dan insangnya trus kupisah-pisah sesuai denga porsi makan baru kumasukin ke frezer bila belum sempat dimasak].

02. Bumbu
Supaya ikan lebih enak dan bau anyirnya berkurang ikan bisa dilumuri dengan bumbu sebelum digoreng. Bumbu biasanya berupa bawang putih, jahe, kunyit, garam, merica dan air jeruk nipis. Diamkan sesaat agar bumbu meresap Untuk tips yang ini, biasanya sebelum kulumuri bumbu dia sudah kukucuri jeruk dulu, kudiamkan sesaat baru kurendam bumbu seperti bawang putih, garam, merica, ketumbar dan kemiri nah sekarang baru kutambahi jahe dan kunyit.

03. Lapisan
Untuk menambah gurihnya [kalau menurutku pingin nambah kriuknya] ikan bisa dilapisi dengan tepung. Bisa adonan tepung, tepung panir atau tepung terigu dan tepung beras kering. Setelah dilapii, sebaiknya biarkan beerapa saat agar lapisan menjadi kering sehingga saat digoreng hasil ikannya bisa renyah dan mudah kering.

04. Minyak Goreng
Jangan pelit menggunakan minyak goreng. Gunakan minyak banyak dan api sedang hingga ikan terendam sehingga ikan tidak perlu dibalik-balik supaya tidak mudah hancur. Setelah kecoklatan dan kering kemudian tiriskan hingga minyak kering dan habis.

05. Penyajian
Sajikan ikan dalam keadaan panas agar masih terasa renyah dan enak. Ditambah sambal terasi, sambal tomat atau sambal dabu-dabu.....wah serasa meja makan milik sendiri...xixixi.

Note :
Ikan ludes tak bersisa walau cuma kepala dan duri-nya. Renyah dan gurih........:)

Wednesday, May 12, 2010

Pecel Ndoro Guru

Dari dulu aku memang sangat suka melihat foto-foto makanan dan juga acara masak-memasak. Namun walau sangat suka, aku sendiri belum menjadi tipe orang yang senang menghabiskan waktu ublek di dapur. Jadi ya sampai saat ini-pun belum juga pinter memasak. Tips-Tips memasak pun melintas begitu saja karena tidak pernah dicoba. Sayang.....

Tapi karena saat ini aku sudah tidak pernah dikejar deadline kerjaan lagi, jadi disela-sela waktu mengasuh Naila aku mulai senang berekperimen dengan kamera Nikon D60-ku. Nah hari ini aku mencoba memberanikan diri untuk ikut food photography kompetisi. Walau Jam terbang yang belum tinggi, tidak menyurutkan aku untuk mencoba ikutan ajang kompetisi tanpa hadiah yang diselenggarakan oleh "Natural Cooking Food Photography Club" ini. Ini adalah event ke dua mereka setelah berhasil menyelenggarakan event pertama dengan tema "In Love With Food". Duh lihat foto-foto yang menang cantik-cantik jadi pingin banget buat ikutan.

Jadi pagi ini aku jadi ngebet pingin motret sarapan kami. Padahal sarapan kami cuma Nasi Pecel yang ditambahkan dengan tempe dan telur mata sapi. Nah Nasi Pecelnya aku pincuk di daun pisang yang memang lagi tersedia di kulkas hasil belanja di Pasar Rapak. Dengan tambahan tempe dan telur jadi terkesan makanan ndeso banget ya....beda dengan kebanyakan foto2 yang sarapannya roti, cereal atau buah.....hihihi....tapi ndak pa-pa wong sarapan begitu itu sehat. Komplit ada makanan nabati dan hewani plus seger.

Nah Property yang digunakan khan disyaratkan seminimal mungkin..hanya boleh 3 macam diluar piring/mangkok tempat makanannya plus taplak. Jadi aku pakai cangkir putih [ini adalah Mbak Ani] yang kesannya old plus jadi ingat juga buku karangan Umar Kayam "Para Priyayi" yang tokoh utamannya [biasa dipanggil ndoro guru] punya kebiasaan makan nasi pecel sampai tuannya. Jadi judul fotonya ya "Pecel Ndoro Guru".....hihihi.

Pengambilan gambar kuusahan menggunakan sinar matahari pagi yang diyakini sangat bagus buat lighting natural. Jadi jeprat-jepret kulakukan di ruang depan dengan jendela yang terbuka. Hasilnya bisa dilihat di atas. Kucrop sedikit untuk membuang pinggirnya biar proporsional komposisinya lalu kukirim ke http://www.flickr.com/photos/breakfastncfpc. Berharap ada comment yang masuk dan memberi tambahan ilmu.

Oh ya saat jeprat-jepret ini, aku ditemani Naila yang menangis termehek-mehek gara-gara dicuekin...kacian. Jadi pengambilan gambar-nya sampai beberapa kali karena diselingi menenangkan si buah hati ....hehehe

Thursday, May 28, 2009

Master Class [Squid - Calamari - Octopus]

Apa Bedanya Squid - Calamari - Octopus? Jujur saja aku baru tahunya setelah nonton episode Master Class ini....Selama ini kupikir sama aja antara Squid, Calamari ataupun Octopus.....dan ternyata pemahaman-ku itu salah.....

Di episode 23-Master Class kali ini salah satunya ya membahas mengenai Squid atau cumi yang telah digunakan sebagai Core Ingredient dalam Pressure Test minggu ini. Baru kali ini aku nyadar apa sih bedanya kita nyebut the things itu Squid atau Calamari. Calamari sendiri sebenarnya adalah salah satu type dari Squid dan yang menjadi pembeda penamaan ternyata terletak pada panjang "wings atau sayapnya". Orang akan memberi nama "Squid" untuk squid yang panjang sayapnya hanya setengah badannya saja, sedangkan orang akan menyebut "Calamari"untuk squid yang panjang sayapnya adalah sepanjang tubuhnya. Nah kalau beda antara Squid/Calamari dengan Octopus yang jelas terletak pada anggota tubuhnya...kalau Squid punya 8 lengan dan 2 tentacles maka Octopus hanya memiliki 8 lengan saja tanpa tentakel.....[ini salah satu hasil ngamati saat belanja ke seafood stall di Central Market....^_^.]

Tambahan ilmu yang kudapat dari Chef-Gary....saat dimasak Squid akan mengalami proses Tender-Tough-Tender. Artinya kalau dia dimasak cepat sekitar 30 detik- 1 menit hasilnya akan squid akan lembut saat dimakan, sedangkan kalau terlalu lama maka dia akan jadi sedikit liat ketika dikunyah-istilahnya kayak karet, tapi jika dimasak lebih lama lagi sekitar 45 menit sampai 1 jam maka dia malah akan menjadi lunak lagi.

Nah karena aku punya persediaan cumi di refridge, ya ku coba aja resep yang dibuat oleh Gary Judulnya "Chilli and Fennel Squid". Saat nonton sih kelihatnnya mudah. Squid tinggal di bersihkan, dikerat dan dipotong-potong kotak, lalu panaskan pan dan tuang olive oil (jangan terlalu banyak), trus tambahkan garam lalu butter dan sedikit bubuk cabe, bolak-balik cepat sampai kelihatannya colouring dan angkat lalu hidangkan dengan mengucuri air jeruk lemon di atasnya.

Kucoba dan hasilnya .....ha 3X gagal total....ora enak tenan. Dipikir-pikir kenapa ya? mungkin karena ingredientnya yang nggak cocok dengan resep. Pertama Squid harus segar yaitu smell fishy, salty and sweat like a sea...sedangjan Squid-ku sudah 2 hari ngedon di refridge. Lalu aku juga lupa untuk mengeringkan dulu Squid-nya dengan Tissue Dapur untuk mengurangi kandungan airnya jadi ketika Squid dimasak.....yang terjadi nggak kayak di resep Gary yang hasilnya kering berminyak...hasilku malah penuh dengan air yang keluar dari Squid-nya....^_^. Lalu garam yang biasa dipakai sama Gary biasanya Sea Salt sedangkan aku cuma pakai Garam biasa. Butter yang kupakai bukan butter malahan mentega ya terang aja rasanya hampar....he...he...Udah deh maunya modifikasi tapi rasanya malahan amburadul. Duh gimana nih padahal suami sudah kelaparan. Akhirnya sambil jengkel kumasukkan aja saus sambal ABC, merica, daun bawang, seledri dan kutambahkan sedikit air tidak lupa juga gula sedikit. Udah eh malah jadi Cumi Asam Manis.....eh Mas dan Nadia malah suka (sampai Mas ngabisin kuah-nya). Yah alhamdulillah bukan kegagalan total hingga harus masuk tempat sampah deh......Next Time mungkin bisa dicoba lagi.

Tuesday, May 26, 2009

Puding Apukat

Punya apukat harus segera dimanfaatkan nih, kalau enggak bisa keburu rusak. Dan yang terbersit di kepala adalah bikin Juice Apukat. Cuma tantangannya adalah aku nggak punya blender dan persediaan evaporated chocolate milk. Mau diancurin trus dikasih gula aja kok rasanya kurang menantang ya.....lagian aku pinginnya sekalian bikin buat recess time Nadia besok di sekolah. Mikir dan mikir....akhirnya Aha!!! bikin Puding Apukat aja. Pasti Nadia senang.......akhirnya ngublek isi kulkas trus nyocokin sama resep di internet....nggak nyambung.....bahan yang tersedia nggak ada yang cocok dengan resep di internet. Yah bikin resep sendiri aja ya.


Puding Apukat

Bahan :
* Apukat
* Nangka
* Santan
* Susu cair
* Gula
* Agar-agar

Cara Membuat :
1. Apukat dihancurkan. Nangka dicincang kecil-kecil lalu campurkan ke dalam adonan apukat.
2. Tuang santan dan susu cair. Aduk rata lalu tambahkan gula (aku pakai gula yang sudah dicairkan dengan campuran rasa daun pandan)
3. Tuang bubuk agar-agar dan aduk sampai rata.
4. Jerang di api sedang sampai matang lalu tuang ke cetakan agar-agar. Masukkan kulkas dan biarkan dingin lalu siap untuk dihidangkan.....nyaem.

Scallop

Hari ini sudah sedikit lega karena makan pagi dan makan siang Nadia serta bapaknya terselesaikan. Sekarang mulai mikir apa yang akan kuhidangkan buat makan malam nanti ya. Untuk nabati-nya aku sudah bisa memutuskan bikin Salad Indo aja deh alias Pecel [sudah kebayang krius-krius sayuran yang segar]. Bener deh nih baby kayaknya bakal perempuan....soalnya maniak betul sama sayuran sekarang.......^-^.

Untuk buah mau mau bikin jus alpukat aja deh......cuma masalahnya aku nggak punya blender....apa di mixer aja ya.....jadi ingat mbak Petris. Dulu banget dia bercerita mengenai teori Blender dan Mixer, maklum dia khan Ahli Masak yang Mining Engineer....jadi teori memasaknya itu dia bawa juga dalam dunia mining-nya....cuma sayangnya aku nggak inget-inget banget apa yang dia terangkan saat itu....Maklum gaptek plus nggak doyan masak sih diriku.

OK kembali ke rencana dinner. Untuk hewani-nya apa ya? Giliran seafood hari ini dan pilihannya kalau nggak ikan, cumi atau scallop....karena cuma itu persediaannya. Mungkin aku milih scallop aja deh karena kalau kelamaan disimpen di frezzer bisa cepat rusak padahal dia paling mahal lagi harganya. Masak 1/4 kg sama dengan AUD $ 9 atau setara dengan Rp 65.000. Padahal 1/4 kg itu khan cuma sak uprit........Kalau bukan karena Nadia yang menghiba minta dibikinkan makanan ini [kebanyakan nonton acara memasak di TV] nggak bakal aku beli deh. Buat beli Ikan LJ aja bisa dapat 2 kg nduk. Katanya sih saking enaknya nih seafood dimasak simple aja pasti dijamin enak....Masakan simple OZ ya berarti simpe banget loh......cuma dikucuri jeruk, ditabur garam dan merica, digoreng pakai Olive Oil dan Butter....that's it.

Kalau udah ada rencana ya ngeblok bisa lanjut deh.

Kali ini yang ada hubungan-nya dengan scallop. Makhluk opo toh scallop itu? katanya dia termasuk bangsa seafood. Ya emang benar ternyata dia masih termasuk dalam golongan kerang-kerangan. Ternyata bentuknya seperti kerang ceper, cangkang atau shell bagian atasnya berwarna putih dan cangkang bagian bawahnya berwarna merah. Jika dibuka akan nampak seperti gambar di bawah. Bagian hitam yang ada di paling ujung adalah yang paling beracun [burung aja nggak mau makan]. Bagian-bagian yang ada di dalamnya akan dibuang selain "Adductor Muschle"-nya yang berwarna putih dan yang berwarna oranye. Inilah yang mempunyai nilai jual tertinggi. Dan di makan segar-pun OK....katanya....persis oyster aja....maklup.

Hasil akhirnya Nadia suka karena dicocol ke sambal bawang, sedangkan suami nggak terlalu doyan dan malah senang ngabisin pecelnya doang....:-D. Memang sih aslinya, suami ora doyan bangsa kerang-kerangan....nggak kayak diriku yang apapun bisa masuk perut....^_^.

Master Chef - Week 4

Ritme dari acara satu ini mulai nampak. Setiap hari Minggu kita disuguhi dengan episode Weekly Challenge - Mystery Box. Yang menang di ronde ini punya kesempatan untuk memilih Bahan Utama (The Core Ingredient) untuk ronde berikutnya. Keuntungan lainnya dia mendapatkan kesempatan pertama untuk memilih 10 bahan pendukung lainnya dalam waktu 5 menit. Sedangkan kontestan lainnya harus puas dengan waktu 2 menit saja.


3 kontestan dengan penilaian terbawah dalam ronde ke 2 ini, harus mengikuti The Preassure Test hari berikutnya[Senin] dan bagi yang kalah dia harus rela terelimimasi oleh The Judge. Sedangkan dari 3 kontestan terbaik di ronde ke 2 terpilih The Best Recipe yang akan memperoleh kesempatan untuk berhadapan dengan Professional Chef untuk membuat masakan yang sama dimana resepnya adalah resep andalan Sang Chef [Selasa]. Jika dia dapat mengalahkan nilai Chef tersebut maka dia mendapat kesempatan untuk langsung masuk ke babak final tanpa melewati babak eliminasi yang melelahkan.

Di hari Rabu, para kontestan akan dibagi menjadi 2 regu dimana setiap regu harus mempresentasikan menu masakan dengan kondisi yang berbeda-beda. Dari mengelola Restoran China, Membuat BBQ Seafood bagi special guest, sampai memasak hidangan bagi 3 kritikus masakan. Regu yang kalah harus siap mengeliminasi salah satu temannya pada hari berikutnya yaitu [Kamis]. Sedangkan bagi regu yang menang akan mendapatkan kesempatan untuk makan siang dan mendapatkan pelajaran dari para chef di resto-resto terkenal.

Dan penutup akhir pekan [Jum'at] kita akan disuguhi dengan acara MasterClass. Dimana 2 orang The Judge yang memang Chef Profesional--Gary Mehigan dan George Calombaris akan memperagakan berbagai teknik memasak dari bahan-bahan yang menjadi spesial ingredient sepanjang minggu itu.......lumayan nambah ilmu.

Sekilas melihat acara masak memasak di TV OZ....terbersit dalam pikiranku tentang kenapa masakan orang bule terkesan lebih simple ya daripada masakan Asia.....spesial Jawa....yang bumbu dapurnya kadang sampai aku sendiri aja nggak tahu bentuknya. Mungkin karena mentahnya aja bahan dasarnya sudah pada enak....seperti sayuran dan buah-buahan yang memang segar, krius, dan manis (ini pengalaman pribadi selama 2 thn di sini). Jadi Nadia dan bapaknya-pun lebih suka makan sayur-sayuran yang masih mentah daripada di olah....atau cuma direbus sebentar dengan bumbu minimalis seperti di garam dan merica aja......apa itu ya sebabnya orang bule2 ini pada doyan banget makan salad.....habis emang fresh sih.

Dan mengambil sedikit pelajaran dari budaya memasak di sini yang penting bagi mereka adalah gimana cara membuat sausnya......kadang sambil bercanda sama suami aku sering bilang sauce bagi orang sini mungkin sama dengan sambal korek, sambal tomat, sambal trasi bagi orang kita......harus mantap buat menambah kelezatan hidangan utamanya........^-^.


So membuka minggu ini, Mystery Box dibuka dan ternyata isinya adalah Ikan Snapper, Telur, Cabe Merah Besar, Kentang dan "Golden Ale" beer. Berbeda dengan minggu2 sebelumnya kali ini The Judge memilih 5 orang untuk dirasakan masakannya. Dan pemenangnya Mystery Box Challenge adalah Tom dengan resep "Lemon Snapper with Chili and Ginger" mengalahkan Sandra, Julie, Geny dan Andrew. Kalau lihat gaya tampilan masakan si Tom jadi keingat Gurame Goreng yang biasa ada di resto-resto....bahkan biasanya lebih cantik lagi penampilannya dengan dipisahnya daging dan tulangnnya. Nggak kalah deh kuliner Indonesia......:)




Tom mendapat keuntungan untuk masuk Patry pertama kali dan memilih Core Ingredient untuk Invention Test Challenge yang mengambil tema French. Dari 3 pilihan bahan utama....Gruyere Cheese, Sweet Shortcut Pastry dan Beef, Tom memilih Beef......dan hasilnya Tom, Sam dan Trevor harus menghadapi Preassure Test karena mereka termasuk The Bottoms, sedangkan Chris, Sandra dan Pooh termasuk dalam 3 The Best dengan Chris sebagai pemenangnya.

Hal yang mengharukan di sini adalah waktu lihat adegan kecewanya Sam saat The Judge- George mengomentari "Steak with red wine and mushroom sauce-nya" felt 'like a bit of a pub meal", sehingga ketika balik ke stationnya dia langsung membuang steaknya itu ke sampah....lalu keluar airmatanya saat George menghampiri dan berbicara padanya bahwa dia akan mengajari Sam how to make "Good Red Wine Sauce".

Lanjutan cerita hari ke 2 di minggu ke 4 nih [payah nih orientasi hariku.... lagi kabur]. Pressure Test yang harus diikuti oleh Sam, Trevor dan Tom kali ini adalah membuat bikin "Sticky Date Pudding with Butterscotch Sauce & Almond Praline" dalam waktu 1 jam. Dulu aku selalu mengira kalau yang disebut puding tuh ya agar-agar atau jelly....dan biasanya dimakan dingin-dingin.....ternyata salah besar. Pudding itu bisa juga hanget ya....wah ndeso banget....dan bentuknya nggak harus kenyel-kenyel malah sering terkesan seperti cake aja bagiku......^-^.

Problem-nya adalah bahwa mereka bertiga tidak menjadikan dessert sebagai spesialisasi mereka....Sam saja sampai tanya "What is that?"....sedangkan Trevor bahkan sampai ngomong " I never even eatten that's kind of stuff. The only dessert I ever eatten was ice cream"....sampai teman-temannya yang nonton pada ketawa semua. Mereka lalu boleh mencoba satu-satu buat merasakan taste dan texture dari makanan ajaib itu......he...he....

Selama masak kelihatannya Sam dan Tom lebih menguasai medan.....mereka lebih mudah menterjemahkan resep ke dalam action sedangkan Trevor kelihatan harus bolak-balik membaca resep untuk meyakinkan bahwa dia tidak miss sesuatu. Sam juga banyak mendapatkan bantuan advise dari Kate-sahabat dekatnya sang spesialis dessert. Kekeliruan selama proses memasak-pun dialami oleh mereka. Tom dengan membikin cairan gula praline yang kelihatannya nggak bakal cukup alias terlalu sedikit sehingga dia harus bikin lagi....Trevor salah pakai Brown Sugar yang seharusnya Caster Sugar waktu bikin praline jadi hasilnya coklat banget dan ya harus bikin lagi......sedangkan Sam harus menambah waktu oven buat puddingnya karena kelihatannya belum matang benar. Begitu mereka selesai masak saking gembiranya sampai Trevor teriak "I can bake!" kayaknya nasibnya sama deh dengan diriku yang juga paling nggak percaya diri kalau nge-bake sesuatu....hingga sampai sekarang nggak maju-maju.

Saat penjurian...komentar-pun pun tetap dialamatkan...Untuk Sam's Pudding, praline dianggap terlalu tebal dan saus-nya kurang gelap. Untuk Trevor's Pudding-nya agak berantakan karena dia mencukil-nya dari cetakan. Dan masakan yang paling mendekati sempurna adalah milik Tom. Dan hasilnya tidak ada satu-pun yang tereliminasi oleh juri. Wah betapa senangnya mereka. Ketika mereka kembali ke MasterChef house mereka mencoba mengibuli peserta lainnya dengan munculnya Trevor dan Tom untuk pertama kalinya hingga membuat Kate menangis karena kehilangan satu lagi sahabat selain Josh....tapi begitu Sam muncul lagsung dia berlari dan memeluk Sam. Semua kelihatan terkejut atas keputusan juri....ada yang girang dan ada yang kelihatan kurang senang....bahkan Chris sampai bilang "the invention test a bit ripped off [curang] that the three worst performer had been given a lifeline".....Wah makin seru nih.

Photos Resource : www.masterchef.com.au

Friday, May 8, 2009

Istilah Bahan Makanan Indonesia - English

Pernah mengalami kesulitan belanja di pasar gara-gara nggak tahu nama bahan yang mau di beli dalam Bahasa Inggris. Kalau aku jelas sangat sering mengalaminya....maklumlah dengan nilai IELTS yang hanya cukup untuk bertahan di negeri orang, aku bener-bener masih sering mengandalkan Pocket-Dictionary-ku.

Searching di Internet dan nyandol di blognya The CS Komala Family.....sumbernya

Ayam/Unggas == Chicken/Poultry

- Dada Ayam Tanpa Tulang -- [Breast Fillet]
- Paha Ayam Tanpa Tulang -- [Thigh Fillet]
- Paha Bawah Bertulang -- [Drumstick]
- Iga Ayam -- [Chicken Ribs]
- Sayap Ayam Utuh -- [Wings]
- Sayap Ayam Atas -- [Drummettes]
- Sayap Ayam Bawah -- [Wingettes]
- Kaki Ayam -- [Chicken's Feet]
- Kerangka Ayam -- [Chicken's Carcasses]
- Leher Ayam -- [Chicken's Neck]
- Rempelo -- [Giblets]
- Hati Ayam -- [Chicken's Liver]
- Usus Ayam -- [Chicken's intestine]
- Burung Puyuh -- [Quail]

Sapi/Beef

- Daging Lulur Dalam -- [Tenderloin]
- Daging Lulur Luar -- [Sirloin]
- Daging Kisi -- [Gravy Beef]
- Hati -- [Liver]
- Babat -- [Tripe]
- Ginjal -- [Kidney]
- Otak -- [Brain]
- Lidah -- [Ox-Tongue]
- Buntut -- [Ox - Tail]
- Otot Sapi -- [Beef Tendon]

Sari Laut/Seafood

- Udang Kecil -- [Shrimp]
- Udang Besar -- [Prawn]
- Udang Galah -- [Tiger Prawn]
- Udang Windu -- [King Prawn]
- Lobster Air Tawar -- [Yabbies/Crayfish]
- Ikan Sardine -- [Sardines]
- Ikan Salem -- [Salmon]
- Ikan Tengiri -- [Spanish Mackerel]
- Ikan Kakap Merah -- [Red Snapper]
- Ikan Bandeng -- [Milkfish]
- Ikan Baramundi -- [Barramundi]
- Bandeng Asap -- [Smoked Milkfish]
- Bakwan Ikan Goreng -- [Fried Fish Cake]
- Kepiting Hijau/Hitam -- [Mud Crab]
- Kepiting Rajungan -- [Blue Swimmer Cab]
- Kepiting Salju -- [Snow Crab]


Thursday, May 7, 2009

Master Chef-Day 04 [First Elimination]

Bagaimana kalau anda dihadapkan pada suatu kondisi yang mengharuskan anda untuk memilih salah seorang dari teman-teman seperjuangan dalam sebuah kompetisi. Some of them mungkin cuma akan menanggapi dengan berfikir "Ini toh cuma kompetisi, dan dalam kompetisi memang harus ada yang menang dan kalah". Sedangkan sebagian yang lain mungkin harus tidak dapat tidur karena merasa seperti akan "menusuk ulu hati teman" dan membuyarkan cita-cita seorang teman.

Dengan kekalahan yang harus dialami oleh Tim Biru kemarin, maka hari ini mereka dihadapkan pada suatu kondisi yang mengharuskan mereka untuk memilih salah satu teman yang dianggap mereka pantas terelimasi. Dengan menggunakan apron hitam dan sebuah map kecil mereka berjejer rapi untuk memberikan suaranya. Sebenarnya tidak seorangpun yang ingin berada dalam kondisi ini. Orang pertama yang memilih adalah "Kate" dan dia memilih "Michelle"....trus karena nggak kuat menahan sedih dia lalu berlalu ke toilet yang kemudian diikuti oleh Julia yang sepertinya ingin mencoba menenangkannya. Begitu dia kembali....tiba giliran "Michelle" yang memilih dan dia memilih "Kate"....kelihatan ada perasaaan lega di wajah "Kate" bahwa dia telah terbalas oleh orang yang hendak disingkirkannya. Bahwa si orang itu ternyata juga berniat menyingkirkannya.....lucu juga.

Orang ke tiga adalah "Melissa" dan dia memilih "Nic". Padahal kemarin Melissa berkesempatan untuk berbicara dengan Nic dan meminta dukungan dia agar dia tidak tersingkir di babak awal ini....What's in her mind?. Dan "Nic" ternyata memilih "Melissa"....jadi posisi 1:1:1:1 untuk "Kate:Michelle:Melissa:Nic".

Tapi kondisi itu akhirnya terpecahkan setelah "Bret", "Julia", "Sam" dan "Josh" sebagai penentu memberikan suaranya untuk "Melissa".....Melissa berkata tentu saja dia merasa sangat kecewa, dan merasa tersakiti. Poh yang kelihatannya sudah dekat dengan Melissa-pun menangis tapi Melissa tidak mau menatapnya karena dia bilang dia juga akan ikut menangis.....walaupun Poh menyadari salah satu kelemahan Melissa yaitu bahwa dia tidak bisa "Chop" sebagai salah satu keahlian dasar dari seorang Chef....namun dia juga tentunya tidak ingin kehilangan seorang teman....Sampai ketiga Melissa meninggalkan ruangan dengan melakukan Hi-five kepada setiap rekannya, Poh menolak untuk melakukannya...dia hanya ingin memeluk Melissa.......
Akhirnya para kontestan menyadari Eliminasi pertama ini menyadarkan mereka tentang realitas dari Kompetisi ini, sampai-sampai "Poh" berkata "From now on, it was every man for themselves".......:((

Kalau Blue Team harus menghadapi situasi yang megharu biru begini. Gimana dengan Team Merah yang merayakan kemenangan mereka dengan mendapat hadiah Lunch di Apres Restaurant serta mendapat kesempatan untuk melonggok dapur Resto tersebut....ehm.....kontradiktif ya.....:))

Foto diambil dari : http://www.masterchef.com.au