Showing posts with label 06 doa. Show all posts
Showing posts with label 06 doa. Show all posts

Monday, December 3, 2012

Nadia & Impian lulus UAS-nya




Siang ini saat kami asyik ngobrol saat makan siang,  tiba-tiba tercetus ide (inspiring by hasil kuliah Institut Ibu Profesional untuk menvisualisasikan mimpi) untuk mem-visualisasikan kegembiraan Nadia jika semua nilai UAS-nya 100. (UAS-nya sendiri baru akan dia tempuh mulai hari Senin). Dan dia tampak menjadi penuh semangat. Dan Poject-pun dimulai dari dia langsung meminta di foto pakai baju sekolahnya…..shoot terpaksa diulang berkali-kali karena dia mau gambar dia adalah saat dia lagi melompat kegirangan. Jadi kalau biasanya aku suka mengarahkan para model sekarang aku yang diarahkan oleh Sang model….hehehe.. Trus mulailah Mbah Fotoshop dikerahkan untuk mulai hapus kanan-kiri….hehehe. Lepas itu baru tanya lagi ke si Kakak ada berapa Mata Pelajaran yang mau diujikan….9 katanya. Dan dari kesembilan mata pelajaran itu. Yang  4 adalah pelajaran berbahasa, 2 ilmu sosial, 1 ilmu agama,  plus 2 ilmu eksakta…..hmhmmm.

Trus dia minta layout-ya harus begini dan begitu. Dari milih icon sampai tulisannya harus sesuai dengan keinginannya. Begini instruksi-intruksinya ….: “ujiannya dibuat blank paper aja ma…trus mata pelajarannya dicantumkan satu-demi satu, dan jangan lupa semua dikasih nilai seratus ya ma. Lalu judul atasnya “Alhamdulillah” pakai titik-titik. Bawahnya ada kata-kata UAS lulus 100%.....oh jangan harus diganti UAS-ku lulus 100%, kalau enggak entar doanya nyasar ke orang lain…..wkwkwk.” Aku sampai nggak tahan untuk terpingkal-pingkal. “Nah kata mama khan kalau berdoa harus jelas apa keinginan kita.”  Wah benar-benar dia ternyata selalu mendengarkan diskusi-diskusi kami nih. Dan semoga Allah mendengarkan semua pintamu ya nduk.

Begitu gembiranya akan gagasan ini, dia lalu jadi kelihatan lebih bersemangat untuk belajar. Entah karena dia merasa kami mendukungnya ataukah karena dia sudah membayangkan lompatan gembiranya karena nilainya 100 semua…..hehehe  Tapi yang jelas selalu ada adalah Doa kami orang tuamu selalu mengiringi perjuanganmu Cah Ayu……….

…………………………………………………………………………………………………………………

Jadi pingin nulis apa yang baru kubaca dalam buku “The Secreat” hasil pinjaman kepada Narasumber kuliah Law of Attraction kami (Bp Akhmad Sulthoni) di halaman 94-95 dan ringkasan rahasia :

Proses Penuh Daya dari Visualisasi

…..Visualisasi adalah proses menciptakan gambar-gambar tentang diri anda yang sedang menikmati apa yang anda inginkan di dalam benak, Ketika anda melakukan visualisasi, anda membangun pikiran dan perasaan yang kuat tentang keadaan sudah memiliki apa yang anda minta pada saat ini juga. Kemudian hukum tarik menarik (The Law of Attraction) akan mengembalikan realitas itu kepada Anda, persis seperti apa yang anda lihat dalam benak………….

…………Alasan mengapa visualisasi ini begitu penuh daya adalah karena ketika anda menciptakan gambar-gambar dalam benak yang memperlihatkan diri anda memiliki apa yang anda inginkan, anda menghasilkan pikiran dan perasaan memilikinya saat itu juga. Sebenarnya visualisasi adalah pikiran yang terfokus kuat-kuat pada gambar-gambar, dan ini menyebabkan timbulnya perasaan yang sama kuat. Ketika anda melakukan visualisasi anda memancarkan frekuensi yang kuat ke Semesta. Hukum tarik-menarik akan menerima sinyal yang kuat itu dan mengembalikan gambar-gambar itu kepada anda, sama seperti yang anda lihat dalam benak anda…………..

----Dr Denis Waitley—
……Ketika anda memvisualisasi, anda mematerialisasikannya.

Berikut ini adalah hal yang menarik tentang pikiran : kami mengambil beberapa atlet Olimpiade dan meminta mereka mengalami peristiwa lomba dalam benak, kemudian mereka dihubungkan dengan perangkat umpan balik yang canggih. Yang menakjubkan, otot-otot yang sama diaktifkan dalam urutan yang sama ketika mereka berlari dalam lomba di benak maupun ketika mereka sungguh-sungguh belari di lapangan lomba. Bagaimana ini bisa terjadi? Karena benak tidak dapat membedakan apakah anda sungguh-sungguh melakukannya atau anda sedang latihan. Jika dalam benak anda sudah berada di sana, secara fisik anda akan pergi ke sana……….

…………………………………………………………………………………………………………………..

Dan ketika Sang Bapak melihat hasil karya kolaborasi kami….senyumnya jadi melebar. Apalagi ketika dia mendengar suara anaknya saat merekam pelajarannya (terima kasih atas inspirasinya bunda Septi dan Mbak Ara), maka makin melebarlah senyumnya. Lalu Sang bapak berucap……”Bapak sudah bisa bayangkan saat ini juga, bahwa suatu hari nanti bapak akan bisa mendengar suaramu berbicara di stasiun televisi, mungkin sebagai Narasumber atau mungkin saja sebagai jurnalis di National geographic, Discovery Channel, Al Jazeraa……. ;). Dan ketika sang anak jadi senyum tersipu dalam kebahagiaan,  ibunya hanya bisa berucap…..Amien….Amien.

Saturday, October 13, 2012

My Three Musketeers

“Ma….kepalaku kok pusing banget ya,” kalimat itu meluncur dari mulut suamiku saat pulang kerja.“Astagfirullah…………kenapa pak,” tanyaku sedikit galau tetapi berusaha belajar menahan diri untuk tidak bertanya yang terlalu mendetil. Karena aku sendiri merasakan nggak enaknya ditanyain gencar saat aku dalam kondisi menahan sakit. “Nggak tahu…………sejak tadi sore di kantor sudah nyut-nyut”. Wah langsug periksa kepala dan lehernya. Ehmmmmmmmmmmmm……hangat.  “Ok…sudah ya pak….hari ini bapak sudah nggak usah ribet menyelesaikan pekerjaan rumah yang terbengkalai gara-gara aku KO,” tegasku. “Toh pekerjaan rumah emang nggak akan ada selesainya. Entar sedikit demi sedikit aku akan bereskan. Saat fisikku sudah mendukung” Lanjutku tanpa mau dibantah. “Lah tapi khan mama masih lemes dan batuk gitu kok,” masku masih sedikit ngeyel. “Tenang aja nantikan akan ada malaikat yang membantuku,” jawabku guyon menenangkan dia  

Akhirmya Mas mau juga menurut. Selepas mandi air hangat dan sholat. Kami-pun harus meluncur mencari makan di pujasera karena hari ini aku sama sekali tidak masak apa-apa. Dan mengharapkan mas yang lagi sakit seperti itu untuk keluar sendiri mencari lauk tentu tidak memungkinkan, sedangkan kalau aku sendiri yang keluar dalam keadaaan masih lemas begini tentu bisa membahayakan bukan cuma diriku….bisa-bisa aku meleng nabrak orang lain. Yah akhirnya berempat kami keluar, makan di luar, beli obat dan pulang langsung pada bablas tidur karena nggak usah ada episode beres-beres dapur lagi…..hehehe. Dan tengah malam pertolongan Allah benar-benar datang, aku terbangun dengan tubuh yang lebih segar dari hari-hari kemarin, walau batukku masih ngekek terdengar nggak enak di kuping….hehehe. Energi-ku tiba-tiba muncul kembali setelah satu setengah minggu lemes dempes seperti pejuang yang habis kalah perang. Benar-benar tidak ada tenaga…..benar-benar hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya….walau aku sudah mengunakan cara mensuggesti diri bahwa aku sehat dan aku harus sehat karena tugasku masih banyak……Namun lemes dan batukku kelihatannya masih enggan meninggalkanku (atau mungkin keyakinanku untuk sembuh kurang ya …….entahlah). Yang jelas KO ini terlalu lama, dan bikin jengkel karena semua pekerjaan rumah harus dilakukan dengan pelan-pelan untuk menyisakan energi dan tugas-tugas lainnya-pun harus juga terkena imbasnya….ihik…ihik….ihik.

Tapi sungguh dalam kesulitan begitu, alhamdulillah ada lahan bagi kami berdua dan anak-anak untuk belajar menegaskan arti “BER-EMPATI”…………., selama aku drop, my three musketeers benar-benar menjaga dan membantuku dengan caranya sendiri-sendiri.



Mas yang full semangat menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan rumah yang biasanya menjadi hal yang biasanya kukerjakan. Berhubung aku tidak mampu terlalu banyak beraktifitas fisik seperti masak, mencuci baju, membersihkan rumah maka Mas dengan sigap akan mencarikan sarapan buat kami setiap pagi, nanti siangnya mencarikan lauk lagi yang bisa masuk ke tenggorokan dan perutku, dan malamnya sepulang kerja mencarikan lagi lauk yang sejenis dengan tadi siang (berkuah dan lembut). Selepas itu sepulang kerja Mas akan mulai sibuk membereskan rumah, dapur dan cucian yang mulai menjulang. Dan setiap bunyi yang tak sengaja dia hasilkan….benar-benar mengores ulu hatiku. Perasaan ini terasa sedih…..duh kenapa badan ini begitu lemas bagi melayang….hingga suamiku yang sudah lelah bekerja seharian masih harus menanggung beban pekerjaan yang seharusnya bisa kulakukan. Kerjaku hanya bisa duduk dan sesekali berdiri dengan lemas……….bahkan menerima beberapa tamupun kulakukan dengan memaksakan diri. Dan kali ini suamiku benar-benar tegas tidak memperbolehkan aku keluar rumah. Dimana sebelumnya nggak pernah hal tersebut harus beliau lakukan. “Mama harus sehat dulu, kalau perlu nanti aku yang mengerjakan PR-PR mama,” katanya tegas sambil mengoda-ku. (maklum kadang masih coba memaksakan diri duduk di depan kompi-demi PR yang serasa tak ada habis-habisnya…..hehehe). Duh…………kalau tidak menginggat perjuangannya menjadi suster selama aku sakit, pingin rasanya tubuh ini masih melompat ke sana-sini karena PR-ku masih banyak……..ihik….ihik….ihik.

Nadia sulungku pun membantu dengan menyelesaikan urusannya sendiri tanpa banyak bicara, dari menyetrika baju-baju perginya, mengerjakan PR-PRnya tanpa mengangguku yang lagi KO, memandikan adiknya setiap sore, mengajak adiknya bermain dan makan bersamanya, nggak rewel sama sekali dengan menu makanan non minyak yang lagi diterapkan, sebelum berangkat dan pulang sekolah bikinin mamanya teh hangat krn kali dia miris mendengar batuk mamanya yang nggak sembuh-sembuh….hehehe, siapin meja makan setiap kali kita akan mengunakan. bahkan kalau diminta untuk membuat sesuatu ataupun melakukan sesuatu dia jadi lebih sigap dari biasanya…..Thanks ya nduk.

Dan Naila the second (hari ini tepat ulang tahunnya yang ke 3…subhanallah sudah bertambah besar anakku), membantu mamanya dengan berusaha menjadi anak yang baik banget (menurutku). Jadi Selama hanya kami berdua yang di rumah dari jam 8 sampai jam 4, jadi sekitar 8 jam sehari, maka dia akan beraktifitas di sekitar tempat tidurku. Dari bermain computer, nonton VCD, membaca (read : membaca dengan bahasaya sendiri sambil terkagum-kagum pada gambar-gambar di dalam bukunya), beraktivitas sendiri dengan mainan-mainannya (bisa bayangkan khan betapa berantakannya kamarku setiap hari). Dan yang pasti kalau biasanya aku menemani dia bobok siang maka kali ini dia yang menemani tidur siangku setiap habis minum obat….hehehe. Dan kalau sudah bosan biasanya dia akan keluar kamar dan menyanyi-nyanyi sendiri dengan suara kencangnya itu. Walau kadang berisik banget namun tingkahnya tetaplah menghiburku.  Dan yang bikin aku jadi tersedak terharu adalah saat-saat kalau mamanya sudah mulai kering kerongkongannya dan minta Naila untuk ambilkan air putih (karena di meja sudah habis), maka tubuhnya yang mungil akan terseok-seok membawa botol air minum ke dekatku, lalu mengambilkan gelas dari lemari dapur untukku. Dia juga jadi yang paling sering menginggatkan aku untuk meminum obatku dengan membawakan kantong obatku sambil bergumam “mama sakit……..mama sakit…………..minum obat…….minum obat.” Dan diapun menyodorkan obat-obat itu padaku. Duh nduk makasih banget ya. !!!

Terima Kasih tak terhingga buat My Three Musketers.......karena kehendak Allah SWT, lalu doa dari saudara-tetangga-teman-teman (makasih banget) dan semangat perjuangan kalian-lah my three musketeers, mama bisa berangsur-angsur sembuh. Dan yang pasti kalian membuat mama merasa dicintai, dirawat dan dijaga dalam proses kesembuhan mama.
Dan kini salah satu musketeer-ku jatuh sakit juga.  Dan aku bisa bayangkan kelelahan karena pekerjaan yang dia lakukan selama merawatku. Kini waktuku untuk merawat-nya. Dan entah keajaiban apa yang terjadi, begitu salah satu prajuritku jatuh sakit kok energiku menjadi berangsur-angsur kembali. Aku harus bangkit karena siapa lagi yang harus merawat mereka. Apalagi yang sakit ini Sang Jenderal – Sang Perwira Tinggi. Jadi ya Sang Perwira Menengah-pun harus maju jadi actingnya……hehehe. Siap Komandan !!!
Saya jadi teringat diskusi dengan salah satu teman yang pernah membahas mengenai ayat dalam surat Asy-Syarh 94: 5-6 …... Dan dia memakai konsep “Gelas Setengah Kosong Setengah Isi?” dalam memahami ayat tersebut.

Fa inna ma’al ‘usri yusron. Inna ma’al usri yusron
(Asy-Syarh 94 : 5-6)
 Artinya : Maka sesungguhnya, setelah (beserta, dibalik) kesulitan itu, ada (setelah mempelajarinya) kemudahan.

Jika kita berusaha  bisa melihat kesulitan dan kegagalan sebagai alat untuk mempelajari hal-hal yang menuntun kita memperoleh kemudahan , keberhasilan, dan kesuksesan. Itulah arti dibalik kesulitan ada kemudahan

- wallahu a’lam bissawab -

Jadi kepikiran :
Bayangkan berapa potensi yang bisa kumiliki untuk meraih kemudahan, seandainya aku memiliki kesanggupan untuk belajar dari setiap kesulitan yang aku alami.

Monday, April 9, 2012

40 tahun




40 tahun
Dan ternyata sudah selama itu kutempuh perjalanan hidupku
mengarungi panjangnya lorong waktu

Kilatan masa kanak-kanak datang
Yang kukenang sebagai masa ceria dalam menikmati keprihatinan

Berganti kilatan masa remaja menghampiri
Yang kukenang sebagai masa bahagia di tengah pencarian jati diri

Dan berlanjut pada kilatan masa-masa muda berkarya
Yang kukenang sebagai masa indah di tengah upaya mengapai cita-cita

Dan kini aku sudah menempuh 12 th masa berkeluarga
Masa-masa penuh cinta di tengah upaya menjalankan peran sebagai istri, ibu dan wanita……

40 tahun
Dan aku memilih untuk mengenang segala hal yang membahagiakan
Dan menjadikan sisipan duka dan kesedihan sebagai penguat langkah ke depan

40 tahun
Dan ternyata aku masih memiliki mimpi
Yang membuat aku tak hanya sekedar hidup menunggu mati.

40 tahun….ya Allah
Engkau memberi diri kesempatan untuk menjalankan peran
Hanya doa yang mampu kupanjatkan

Ya Allah….pemilik segalanya
Kumohon ampuni dosa-dosa yang telah kugoreskan sepanjang perjalanan hidupku
Kumohon Engkau menjadikan sisa umurku sebagai sisa umur yang barokah
Sehingga Aku dapat kembali kepada-Mu dalam keadaan yang Qusnul Khotimah.

-dian anies-

Note :
terima kasih untuk semua doa tulus yang telah teman-teman dan sahabat-sahabat berikan dan doapun kupanjatkan untuk anda sekalian. semoga silaturahmi diantara kita tidak akan pernah lekang di telan zaman

Tuesday, June 8, 2010

Doa Sholat Dhuha

Allohumma innadh dhuha'a dhuhaa'uka, wal bahaa'a bahaa'uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudhrota qudhrotuka, wal ismata ismatuka.

Allohumma in kaana rizqii fii samaa'i fa'anzilhu, wa in kaana fil ardhi fa akhrijhu, wa in kaana mu'syiron fa yassirhu, wa in kaana harooman fathohirhu, wa in kaana ba'iidan fa qorrib'hu.

Bi haqqi dhuhaa'ika, wa bahaa'ikaa, wa jamaalika, wa quwwatika, wa qudhrotika

Aatini maa'ataiyta 'ibaadakash shoolihin.

Artinya :

Ya Allah, bahwasanya waktu dhuha itu adalah waktu dhuha-Mu, dan keagungan itu adalah keagungan-Mu, dan keindahan itu adalah keindahan-Mu, dan kekuatan itu adalah kekuatan-Mu, dan kekuasaan itu adalah kekuasaan-Mu, dan perlindungan itu adalah perlindungan-Mu.

Ya Allah, jika rizkiku masih di atas langit, maka turunkanlah. Jika masih di dalam bumi, maka keluarkanlah Jika masih sukar, maka mudahkanlah. Jika (ternyata) haram, maka sucikanlah. Jika masih jauh, maka dekatkanlah.

Berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu.

Limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hambaMu yang sholeh.

Wednesday, May 20, 2009

Pengalaman Mencari Sekolah di Balikpapan

Sudah 20 hari terlewati di bulan ini. Sudah 3 hari ini aku sempatkan untuk searching mencari sekolah untuk Nadia sekembali kami ke Balikpapan. Pinginnya kalau bisa Nadia dapat sekolah SD Islam Terpadu....jadi penguasaan Bahasa Inggrisnya selama di OZ nggak luntur dan dia juga bisa mendapatkan tambahan penguasaan bahasa arab dan ilmu-ilmu lainnya. Terutama pengenalan dia terhadap ayat-ayat sucinya yang akan menuntun dia dalam perjalanan hidupnya.

Konfirmasi pertama aku dapatkan dari SDIT Istiqomah, ternyata kelas 2 yang akan masuk ke kelas 3 sekarang masih full isinya jadi Nadia cuma bisa masuk daftar indent. Lalu dia juga harus mengikuti tes masuk siswa pindahan yang akan dilaksanakan sekitar tgl 22 2/d 26 Juni. Padahal menurut rencana kami baru akan sampai di Indo sekitar akhir July. Apakah aku perlu pulang dulu dan merubah rencana semula?

Konfirmasi ke 2 datang dari SDIT Global School yang dikelola oleh seorang sahabat...sayangnya sekolah ini baru buka di tahun ini dan hanya punya kelas 1. Beliau sih menyarankan supaya aku pulang dulu aja dan melihat sendiri kondisi-kondisi sekolah yang ada sehingga tidak seperti membeli kucing dalam karung.....dan beliau welcome saja kalau Nadia mau ikut bersekolah di sana walaupun turun grade jadi kelas 1......^-^.

Konfirmasi ke 3 datang dari Sekolah Alam Balikpapan....satu-satunya sekolah yang website-nya paling gampang di access dan informasinya lengkap. Kelihatan-nya asyik juga sekolah di sana...mungkin bisa meningkatkan awarness Nadia terhadap lingkungan. Konfirmasi sangat cepat diberikan dan mungkin ini menjadi salah satu alternatif pilihan.

Konfirmasi ke 4 dari SD Patra Dharma [sekolah-nya Pertamina]....kemungkinan masih ada kursi saat kami kembali nanti.

Konfirmasi ke 5 dari SDIT Auliyah....sama juga kemungkinan masih ada kursi saat kami kembali.

Hal yang menjadi perhatian kami sebenarnya adalah mengenai pengenalan agama kepada Nadia sejak kecil. Karena merupakan tugas kami sebagai orang tua untuk melakukan itu sejak dini bukan. Dan harapan terhadap hasil pendidikannya cuma satu yaitu Apabila dia menguasahi satu bidang maka dia akan membuat link pengetahuan keilmiahannya itu dengan agama....Tidak ada satu ilmu-pun di dunia ini yang bertentangan dengan Islam bukan.....^-^. Untuk itu dia harus berbekal pengetahuan Isi Al-Qur'an dan Sejarah Islam. Harapan khan boleh dijunjung setinggi mungkin. Amien....

Ketika kusampaikan mengenai hasil pencarianku, suamiku merasa takjub....sebegitu besarnya biaya sekolah jaman sekarang. Maklum....dengan kondisi keuangan kami nantinya yang belum pasti....tapi aku yakin setiap anak membawa rejekinya sendiri-sendiri.....^_^.

Bahkan suamiku juga mengusulkan mengapa nggak Home Schooling atau masukkan ke sekolah negeri saja. Yah hal itu juga bisa jadi alternatif. Menurut beliau, yang harusnya paling berperan aktif dalam pendidikan anak mestinya ya orang tua....karena berdasarkan pengalaman masa kecilnya selama tinggal di desa, dia merasa bahwa kedua orang tuanyalah yang paling banyak berperan untuk membentuk kegemaran-nya untuk belajar dengan menciptakan suasana kondusif seperti menyediakan buku-buku bacaan dan koran-koran, belajar mengisi TTS dan mencari arti kata-kata dalam kamus dll.

Segala masukan bisa menjadi alternatif.....dan sekarang kondisi-pun mungkin bisa berubah. Menelpon Helma dan menanyakan kabar keluarga, aku mendapatkan informasi mengenai kondisi kesehatan ibu....apakah dengan kondisi ini berarti kami harus stay untuk sementara waktu di Surabaya. Yang berarti Nadia juga harus memilih sekolah di Surabaya....? Maka yang bisa kulakukan saat ini adalah berpikir dan berdoa....

Allahumma laa sahla illa ma ja'altahu sahlan wa anta taj'alu hazana sahlan idzaa syikta

Artinya :
Ya Allah, tiada yang mudah kecuali apa yang telah Engkau jadikan mudah, Engkau yang telah menjadikan yang sukar menjadi mudah bila engkau menghendaki

Friday, February 6, 2009

Bagaimanapun Dunia Nyata Kita Ada di Indonesia

Membaca e-mail Mas Andri (suami Mbak Novi dan Bapak dari Baby Iza) membuat aku kembali merenung.......

Ini cuplikan salam perpisahan dari Mas Andri "Bagi saya, dunia nyata tetaplah di Indo.Pulang untuk selamanya ke Indo bagi saya ibarat orang mati. Setelah lama bersenang-senang/menderita di dunia, ketika maut datang menjemput, tetap saja harus pergi. Meskipun ada rasa enggan di hati, tetapi karena waktunya telah berakhir ya tetap saja harus kembali. Maka, pulang ke Indo atau mati, sebenarnya bukan soal waktu. Masalahnya justru pada bagaimana keadaan dan suasana hati, saat waktu kepulangan menghampiri. Pergi dengan gembira karena telah mendapatkan sesuatu (ilmu, pengetahuan, pengalaman dan saudara yang bertambah) atau malah pulang dan merugi, karena selama ini mungkin lalai dan hanya sekedar mengejar materi. Padahal urusan yang satu ini (materi)....tak akan pernah bisa memuaskan diri. Semoga setiap kepulangan (balik ke Indo atau kematian, selalu menjadi busroh (kabar gembira) bagi kita. Yang mau pulang ke Indo, gembira karena telah bertambahnya ilmu, pengetahuan, pengalaman dan sahabat, juga wawasan yang semakin luas. Tentu saja kegembiraan makin bertambah karena akan segera bertemu kembali dengan sanak saudara sahabat di kampung. Yang mau balik ke akherat (mati) gembira juga......karena telah tiba waktu baginya melepas kerinduan yang sangat, untuk segera bertemu Tuhannya dan memperoleh balasan keridhoan dari-Nya. Karena selama hidup di dunia, jatah usia telah difungsikan secara maksimal untuk kebaikan, sesuai yang diperintahkan. Semoga kita tidak kembali dengan suasana hati yang penuh penyesalan dan merugi. Baik ketika tiba pulang ke Indo ataupun ketika waktu kematian menghampiri.....semoga".

Selamat jalan Mas Andri dan Mbak Novi.....Terima Kasih

Membaca salam perpisahan-nya membantuku tersadar ada yang hilang dalam hidupku dan aku yakin aku tahu apa itu........sangu-ku belum cukup buat pulang menghadap-Nya.....buka pikiran dan hatiku ya Allah SWT untuk selalu berada di jalanmu......

Allaahumma innii as-alukal hudaa wattuqoo wal 'afaafa wal ghinaa

Ya Allah, berilah aku petunjuk dan taqwa dan berhati-hati dalam segala sesuatu dan lapang dada