Showing posts with label 03 naila. Show all posts
Showing posts with label 03 naila. Show all posts

Sunday, December 1, 2013

Mendidik Dari Mula


Sepulang sekolah, sambil sibuk membongkar isi tas sekolahnya, seperti biasa Nadia [udah jadi siswa SMP] mulai asyik berceloteh tentang hal-hal yang dialaminya sepanjang hari di sekolah.  Dan biasanya  aku menemani dan mendengarkan celotehannya sambil menyiapkan makanan siang, sekedar membuka-buka artikel di laptopku ataupun membolak-balik buku-buku untuk mencari materi yang menurutku akan asyik kalau dipakai untuk diskusi malam kami . “Masak ma, aku lihat ada kakak kelas cewek-cowok yang pegang-pegangan tangan di mushola. Padahal yang cewek pakai jilbab lo ma. Kok bisa ya?” dengan gaya polosnya dia lanjut bertanya. “Cowok-cewek itu khan nggak boleh dekat-dekatan, iya khan ma?” lanjutnya lagi.

Sambil menyimak. aku berkata dalam hati, “Ini dia, masa itu sudah tiba". Yah waktu telah berlalu dan anakku sudah mulai menginjak usia remaja. Aku sudah meyakini akan ada masa ketika aku harus menjelaskan tentang hal-hal begini. Dan Sejak kami menikah, aku dan suami juga sudah bersepakat mencari ilmu terus menerus untuk mencegah upaya-upaya tanpa sengaja kami  mematikan curiosity dalam keluarga kami terutama anak-anak kami. Dan saat ini, aku hanya berharap dalam hati semoga aku bisa menyelesaikan tantangan kali ini. 

Maka mulailah aku bertanya pendapat Nadia mengenai kejadian tersebut. “Menurut kakak sendiri gimana sikap itu?”, tanyaku. Dengan tegas dia menjawab “Ya ndak boleh ma., wong berdua-duaan aja dilarang. Apalagi pakai pegang-pegangan tangan…..Iiiiiih.”. Mukanya jadi ikut mengeryit. Uh tanpa bisa ditutupi aku bernafas lega. Alhamdulillah dia sudah bisa mengambil sikap. “Memang kenapa kalau mereka nggak boleh dekat-dekatan?” tanyaku jadi ingin tahu. “Khan mereka bukan muhrim”.  Sekali lagi kutarik nafas lega. Alhamdulillah dia sudah mulai memahami.

“Janganlah seorang laki-laki berdua-duan (kholwat) dengan wanita kecuali bersama mahromnya”
(HR Bukhari & Muslim)

“Sungguh tidaklah seorang laki-laki bersepi (berduan) dengan seorang wanita, kecuali yang ketiga dari keduanya adalah syaitan”
(HR at-Tarmidzi)

Celotehan Nadia tadi membawaku teringat salah satu kalimat salah seorang motivator. “Mendidik seorang anak seyogyanya bukan baru dilakukan ketika seorang anak dilahirkan, tidak juga ketika seorang anak masih berada dalam kandungan. Namun seyogyanya dimulai saat seorang lelaki/wanita memilih calon suami/istrinya. Maka pilihlah calon ibu atau ayah yang baik bagi anak-anak kita ”  Yang memang menjadi salah satu hak anak yang harus kita penuhi.

Jadi terkenang masa-masa sebelum aku memilih Mas suami sebagai suami dan calon ayah bagi anak-anakku. Saat itu tentu saja pengetahuan agamaku masih minim sekali dan sampai saat ini pun masih jauh dari mencukupi. 

Kami bertemu saat kami berdua bekerja di sebuah perusahaan pertambangan asing jauh di pelosok Kalimantan Timur. Aku adalah murid beliau di Human Resource Center tempat beliau bekerja sebagai trainner bagi para karyawan perusahaan. Dari sekedar pertemanan di kantor dan sesekali bertemu di area Senior Camp - tempat tinggal kami, seperti di Mess Hall – tempat kami makan dan Recreation Hall, area rekreasi karyawan, para. akhirnya suatu hari beliau mengirimkan sepucuk surat elektronik - email kepadaku untuk mengajak  berbicara serius. Dan yang membuat-ku terkesan sekali adalah pertanyaan pertama beliau kepadaku apakah aku sudah di Khitbah oleh seseorang atau sedang menjalin hubungan dengan seseorang. Tentu saja kujawan “tidak, dan tidak pernah”. Dan memang, InsyaAllah sepanjang ingatanku, semasa remaja hingga dewasa aku belum pernah berkeinginan untuk menjalin hubungan seperti pacaran dengan seorang lelaki-pun.  Sejak remaja aku hanya memfokuskan diriku untuk belajar, mencapai prestasi tertinggi yang aku mampu lakukan, lalu kemudian bekerja untuk membuat kedua orang tuaku bahagia. Urusan berjodoh semua kuserahkan kepada yang di atas. Sampai-sampai bapakku saja bingung karena kelihatannya aku punya banyak teman lelaki, dari aktivitas organisasi yang kuikuti, yang berkunjung ke rumah tetapi kok sepertinya tidak ada yang special bagiku….hehehe. Namun alhamdulillah kedua orang tuaku tidak pernah sedikitpun memaksaku untuk segera mencari jodoh. 

Dan ternyata Mas suami-pun demikian, Insyaallah beliau belum pernah menjalin hubungan dengan seorang wanita-pun. Bahkan sedemikian cueknya dia pada hal-hal seperti itu sampai-sampai iparnya mengatakan kalau beliau itu setengah sufi deh…..walah ada-ada saja.

Dan akhirnya Mas suami-pun mengutarakan niatnya untuk meminang diriku. Saat itu aku tentu saja belum bisa menjawab langsung. Karena begitu jauhnya lokasi bekerjaku yang di Kalimantan dengan tempat tinggal kedua orang tuaku maka aku mencari bantuan teman-teman terdekatku untuk mencari informasi mengenai siapa dan bagaimana sebenarnya lelaki yang meminangku ini. Alhamdulillah informasi positif diberikan oleh teman-teman yang juga mengenal beliau dan mereka mendukung seadainya kami  bersatu. 

Maka demi untuk menjajagi keseriusan beliau, aku mengajukan 3 syarat. Yang pertama, beliau harus segera pergi ke Surabaya untuk meminta-ku kepada ayah-ku. Yang kedua hari pernikahan harus diselenggarakan as soon as possible dan tidak perlu bermewah-mewah. Yang ketiga, selama menunggu proses menuju pernikahan aku tidak ingin kita kelihatan runtang-runtung berdua seperti orang pacaran. Cukup hanya kita, sanak saudara dan teman-teman terdekat kita saja yang tahu proses ini. Dan alhamdulillah semua dengan gentlemen beliau penuhi. Beliau datang ke rumah Surabaya sendirian untuk meminta kepada bapak. Lucunya karena lugunya dia datang-pun hanya bersandal jepit. Jadi kebayang dengan tubuh kurus, wajah lugu seperti anak SMA dan bersandal jepit, bagaimana dia bisa meyakinkan bapakku untuk menerima pinangannya. Dan aku menginformasikan kedatangan beliau ke bapak hanya lewat telepon. Lalu Selama proses menuju pernikahan-pun kami lebih sering berkomunikasi lewat e-mail maupun telepon. Dan hanya seminggu sekali beliau datang untuk mengkonfirmasikan beberapa hal ke barak-ku. Yang jarak sebenarnya  cuma terpisah satu barak saja dari baraknya. Dan itupun hanya kutemui di ruang tamu dan tidak boleh masuk kamarku (seperti kebiasaan karyawan di sana yang mengijinkan teman-teman lelakinya masuk ke dalam kamar mereka) .Sampai teman-temanku dan teman-teman beliau  pada terkejut ketika kami menyerahkan undangan pernikahan yang baru kami berikan 1 hari menjelang keberangkat kami pulang ke rumah kami masing-masing untuk persiapan pernikahan di tanggal 1 April…..hihihi. Sampai-sampai mungkin mereka mengira aku lagi keranjingan bikin “April Mop” seperti budaya barat.

Kamipun mencoba membuat pernikahan kami sesederhana mungkin dengan memilih untuk membuat undangan pernikahan kami seminimalis mungkin namun tidak kehilangan unsur keindahan dan berharap bisa didaur ulang menjadi sebuah pembatas buku, dan bukan hanya jadi selembar kertas yang nantinya dibuang percuma setelah membacanya. Aku ingat sekali, di dalam undangan itu tertulis Doa Nabi Muhammad SAW pada pernikahan putrinya Fatimah Az Zahra dengan Ali Bin Abi Thalib. Yang menjadi harapan kami juga dalam pernikahan kami

“Semoga Allah Menghimpun Yang Terserak dari keduanya, memberkati mereka berdua dan kiranya Allah meningkatkan kualitas hidup mereka. Menjadikan pembuka pintu rahmat, sumber ilmu dan hikmah serta pemberi rasa aman bagi umat”

Lalu dibaliknya ada sebuah quote yang mencerminkan kecintaan kami pada buku yang ingin kami wariskan kepada anak cucu kami kelak, sebagaimana bapakku telah mewariskan kecintaan itu kepadaku.

“Buku adalah teman bicara yang tidak mendahului ketika kamu sibuk, tidak memanggilmu ketika kamu tengah bekerja, tidak memaksamu agar kamu berdandan untuknya. Dia teman duduk yang tidak menganggumu, sahabat yang tidak membujukmu, kawan yang tidak membosankanmu dan penasehat yang tidak mencari-cari kesalahanmu.’

(Ahmad Bin Ismail)

            Acara pernikahan kamipun digelar sesegara kemampuan kami untuk menyelenggarakan serta tanpa mengikuti tetek bengek adat istiadat  yang biasanya ada pada pernikahan Jawa yang tidak ada tuntunanya dalam Islam. Skip semua deh pokoknya…..hehehe. Dan alhamdulillah kedua orang tua kami setuju. Walaupun kami harus juga bertenggang rasa kepada keinginan orang tua untuk membuat acara yang sedikit besar dengan mengundang banyak tamu karena sanak saudara dan teman-teman kedua orang tua kami yang banyak.

Barakallahu laka wabaaraka ‘alaika wajama’a bainakuma fii khoirin

“Semoga Allah senantiasa memberkahi anda dalam suka dan duka dan menghimpun anda berdua dalam kebaikan
(HR Abu Daud dan Tirmidzi)

Doa-doa para tamu menjadi penguat diri kami untuk menjalani lembaran baru kehidupan kami. Memang tidak sesempurna kisah pernikahan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabat beliau serta alim ulama. Namun paling tidak kami mencoba untuk meneladani sedikit apa yang telah dilakukan beliau dengan mencoba sedari muda menjaga pergaulan kami. Sehingga kami mengharapkan dapat mengemban amanah dalam mendidik buah hati kami.

Kini masa telah berganti. Kami yang dulunya adalah seorang anak saja kini harus mengemban juga amanah untuk menjadi orang tua bagi buah hati kami. Maka upaya kami dulu untuk menjaga diri kami dan berusaha untuk terus menerus menjadi hamba Allah yang baik, kini bertambah dengan amanah untuk membantu anak-anak kami untuk menjadi pribadi-pribadi yang kuat dalam membela agama Allah SWT hingga mereka dapat melahirkan generasi yang lebih baik lagi.  
             
        Kami-pun mencoba beberapa upaya yang terus menerus kami lakukan. Yang pertama tentu saja dengan terus menerus mendoakan anak-anak kami  

“Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa (Q.S Al Furqon :74)

Yang kedua adalah kami tetap berusaha secara terus menerus untuk memberikan teladan yang baik sesuai dengan ajaran agama walaupun masih dalam batas pemahaman keislaman kami yang masih terus menerus kami coba tingkatkan. Bukankah teladan adalah sebaik-baiknya cara untuk mendidik seorang anak.

Yang ketiga adalah mengajak mereka untuk lebih mendekatkan diri dan memahami agama mereka dengan mendekatkan mereka kepada Al Qur’an dan Hadits sebagai sumber pedoman kehidupan mereka nantinya. 

Yang keempat kami selalu berupaya menyempatkan diri untuk mengajak dia berdialog mengenai konsep-konsep Islam baik dalam pergaulan antara lelaki dan perempuan, apalagi yang berhubungan dengan kasus-kasus yang dia alami dalam kehidupan sehari-hari. Maupun dalam hal-hal lain seputar kehidupan sebagai seorang muslim. Sehingga kami mengharapkan dia bisa memiliki pikiran yang terbuka mengenai agama yang dia yakini dari kecil ini. Di dalamnya pun, kami mulai sedikit demi sedikit juga membekali dia dengan pengetahuan seputar perkawinan yang di dalamnya ada tanggung jawab, ibadah dan kemulian dalam mengemban misi pembentukan generasi Islam sebagai sebuah amanah dari Allah SWT.

Dalam hening malam lirih kuucap dalam dialogku kepada-Mu ya Allah

“Ya Allah, mohon ampunilah kami atas banyaknya kezhaliman yang telah kami lakukan terhadap diri kami dan anak-anak kami yang disebabkan oleh kejahiliaan dan kelalalian kami. Dan jadikanlah kami termasuk dalam golongan orang-orang yang senantiasa memelihara amanah yang dipikulnya sehingga kami termasuk dalam golongan orang-orang yang berhak mewarisi surga Firdaus-mu dan akan kekal di dalamnya. Amien” 

Salatiga, 1 December 2013
Tulisan yang belum menembus salah satu "x"

Tuesday, November 27, 2012

Hello Kitty & Naila Belajar Menjahit

            Selagi beres-beres tumpukan baju yang perlu disetrika, tiba-tiba aku jadi teringat akan salah satu  kancing baju yang sudah seminggu ini belum juga sempat untuk dijahit kembali. Ah tapi jadwal mengajar Naila kecilku sudah harus dimulai pagi ini.  Ok, supaya antara keinginan kuat buat segera menyelesaikan urusan kecil ini plus menemani Naila belajar  bisa berjalan dua-duanya, maka  timbul ide untuk membuatkan Naila permainan yang berhubungan dengan ketrampilan jahit menjahit ini. 


Jadi sempetin sejenak ubek-ubek lemari buku buat cari inspirasi, karena saat itu jadi teringat buku “ The Helpful Shoelace”. Dan karena Naila akhir-akhir ini lagi demen sama karakter kartun jadul Hello Kitty, maka hari ini aku jadi pingin bikin wajah Hello Kittynya jadi bahan untuk dijahit jelujur. Dan proses-pun berlangsung.....buka laptop, cari wajah Hello Kitty, trus print, dan tempelin di karton bekas. Langkah selanjutnya buat lubang-lubang di sekitar wajah Hello Kittynya pakai pelubang kertas tunggal. Trus lanjut acara melucuti tali dari tas plastic nadia yang sudah tidak terpakai lagi (sengaja disimpan buat di lucuti satu-satu materialnya ….hehehe). Dan mulailah kami membuka  acara menjahit bersama.

Reaksi Naila begitu melihat Kepala Hello Kitty.... wah bukan main kelihatan senangnya. Trus mulai deh memasukan tali dari satu lubang ke lubang lain. Lucu banget lihat ekspresinya yang serius. Memasukkan tali ke satu lubang kecil kemudian menarik talinya keluar dari lubang lainnya sampai kadang tangannya ketarik ke belakang ….hehehe. Dan sebagai hasil akhirnya…..eng ing eng….. jahitan yang simpang siur ….hehehe…..Keren deh Naila. Dan begitu lubang terakhir sudah diselesaikan maka dari mulut mungilnya keluar suara yang penuh semangat berucap “lagi…..lagi….lagi….”.



Dan ketika kemudian aku sodorkan buku “The Helpful Shoelace”, dia-pun kelihatan masih antusias untuk memasukkan lagi tali-temalinya ke dalam lubang-lubang yang tersedia di setiap lembar bukunya. Ada yang akhirnya membentuk tali busur, tali harpa, ikat rambut, sapu lidi , dan yang terakhir dia bentuk adalah bintang …….Wah senengnya dia begitu selesai bikin jalinan tali yang membentuk bintang…..hehehe. Semoga semangatnya bereksplorasi hari ini bisa makin melatih perkembangan otot-otot kecilnya.

Thursday, September 20, 2012

We Count -- Naila & Raz Kids



 Belajar buku ke 2 yang berjudul We Count makin seru karena bukunya menampilkan berbagai jenis serangga yang bergerak-gerak. Awalnya Naila bisa tenang saat membaca ditemani kakaknya, tetapi kemudian dia minta diulang dan diulang lagi. Dan jadi terlalu excited. Jeritan kegirangan pun muncul dan tangannya-pun pada ikut aktif menunjuk ke sana-sini. Trus matanya berkonsentrasi mengamati gambar-gambar serangga yang gerakannya macam-macam…..ada yang merayap, terbang, melompat bahkan mengeliat-geliat….hehehe. Senengnya lihat dia menikmati bukunya. Apalagi setelah bapaknya menemukan kaca pembesar…..wah makin seneng lagi dia memainkan alat itu (mungkin karena merasa sama seperti apa yang dilakukan anak-anak di cerita tersebut).Dan tertawa terpingkal-pingkal kalau gambar yang dilihatnya jadi makin membesar….membesar dan makin besar lagi.

Dan ibu bapaknya pun senang karena ketambahan kosakata baru di dunia perseranggaan seperti Grubs yang kalau dicari di Google Terjemahan artinya adalah Belatung. Sedangkan karena bentuknya yang mirip dengan Gendon (Ulat besar putih yang bentuknya lemu ginuk-ginuk / gemuk-bulat-menggemaskan). yang biasa hidup di pangkal pohon turi, bapaknya anak-anak berpendapat kalau itu Gendon. Seumur-umur baru kali ini aku tahu ada binatang yang namanya Gendon….hehehe. Dan ceritapun mengalir bahwa di sebagian masyarakat desa, Gendon ini biasa dikonsumsi juga karena rasanya yang enak….hehehe. Malah istilah Gendon juga biasa dipakai sebagai nickname untuk anak yang bentuk tubuhnya gendut. Jadi ibu bapaknya akhirnya malah asyik berdiskusi tentang  perbedaan si Belatung atau si Mr Gendong……ilmu lagi ya nduk…

Dari buku ini Naila mendapat banyak suku kata baru dari perseranggaan, bahkan sang kakak-pun jadi belajar bagaimana menulis bentuk jamak mereka dalam bahasa inggris. Suara Naila yang lagi belajar membaca bisa didengar di sini......


Terjemahan :
- Ant    - Ants    = semut
- Butterfly   - Butterflies   = kupu-kupu
- Fly    - Flies    = lalat
- Flea    - Fleas     = kutu
- Grub     - Grubs    = belatung
- Ladybug    - Ladybugs    = kepik
- Beetle    - Beetles     = kumbang
- Cricket    - Crickets    = jangkrik
- Slug    - Slugs    = siput
- Spider    - Spiders   = laba-laba

Thursday, September 6, 2012

Naila & her first e-book from RazKids -- When is Nightime



Malam ini kami mulai mengaktifkan hadiah kompetisi “30 hari produktif bersama anak – edisi ramadhan 1433 h”. berupa langganan e-book raz-kids. Naila langsung senang banget ketika aku pilihkan salah satu buku yaitu “When it Nighttime?”. Karena selama ini dia juga doyan banget mengulang-ulang e-book yang berjudul “Pricess and the Pea” yang ada di hp-ku. Dan kejadian-pun berulang….dia minta dibacakan berulang-ulang bahkan tidak bosan-bosan ikut mengejanya. Dan aku menangkap moment yang bisa menjadi kenangan bagi kami. Langsung di rekam pakai hp dan diunduh ke youtube……

Sebulan lalu sudah beberapa kali aku minta bapaknya untuk mendownloadkan lagi beberapa cerita dari e-book supaya Naila punya variasi bacaan. Namun karena kesibukan, bapaknya belum sempat juga mencarikan. Dan sekarang istilahnya “Pucuk Dicinta Ulam Tiba”…..hehehe. Lewat hadiah dari Institut Ibu Profesional, Naila bisa menambah khazanah dunia bacanya. 30 hari berperang melawan diri sendiri agar kuat untuk konsisten berbuah manis. Terima Kasih Bunda Septi dan Institut Ibu Profesional…….semoga hadiah ini dapat kami maksimalkan manfaatnya.

http://www.youtube.com/watch?v=gUvn7WnMQSI 

Friday, July 20, 2012

Jelang Ramadhan....


Al Baqarah : 183

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.
 
Rabu kemarin Kuliah pertama Institut Ibu Profesional setelah hampir satu bulan penuh para ibu berlibur bersama anak-anak yang lagi liburan sekolah. Bunda Septi sendiri juga baru saja kembali dari Iran setelah menghadiri konferensi wanita muslim sedunia di sana selama 8 hari. Dan sebagai oleh-oleh kami mendapatkan kisah dari negeri 1001 malam selama setengah dari jam materi belajar hari ini. Asyik sekali menimba ilmu dari pengalaman beliau menyelami kehidupan bangsa Iran....janjinya beliau akan menuliskan pengalaman di web ibuprofesional.com. Dan banyak hal yang bisa diambil hikmahnya dari kehidupan bangsa Iran. InsyaAllah pingin menjalankan hal-hal yang baik dari bangsa mereka.

Dan Jum'at ini sebuah "Agenda Ramadhan" dari Bunda Septi menjadi hadiah bagi kami untuk mempersiapkan Ramadhan kali ini agar menjadi Ramadhan yang lebih bermutu hasilnya daripada tahun-tahun sebelumnya. InsyaAllah...........Harapan-ku Ramadhan kali ini semoga benar-benar bisa menjadi kawah candradimuka kami sekeluarga sehingga mampu meningkatkan diri kami menjadi perempuan dan lelaki yang berkualitas tidak hanya secara lahir namun juga batin. Amien.

Setengah dari materi belajar Rabu kemarin adalah tentang "Agenda Persiapan Menjelang Ramadhan" yang sesungguhnya mempunyai proporsi lumayan penting agar kita bisa mengisi ramadhan semaksimal mungkin tidak hanya dengan menjalankan ibadah puasanya saja tetapi juga ibadah-ibadah lainnya dengan baik. Agenda Ramadhan dari Institut Ibu Profesional yang bisa di download di www.ibuprofesional.com pastilah akan mengisi hari-hari Ramadhan kami. Selain itu aku juga menyempatkan diri untuk mengecek buku Kegiatan Ramadhan Nadia dari sekolahnya. Jadi hari ini kita cepet-cepetan menandai check list semua materi ini bersama-sama.

 

Dan hasil check list kita jadi begini :

Untuk kegiatan "Ikut Kegiatan Kajian Jelang Ramadhan", kami berdua sudah pada ikut beberapa hari yang lalu. Salah satu fungsinya adalah untuk menginggatkan kembali akan makna dan hakekat dari Puasa Ramadhan yang akan kita lakukan. Nadia mendapatkan banyak masukan dari liqo-nya sedangkan emaknya mendapatkan banyak masukan dari Kuliah-Ramadhan di Institut Ibu Profesional rabu kemarin. Sehingga seakan-akan kita udah di charge lagi untuk berusaha semaksimal mungkin membuat rencana dan meng-ekskusi-nya nanti......

Untuk Kegiatan "Bersih Diri" wah pasti tidak mau ketinggalan. Nadia bahkan tanya :"ma, apa perlu rambutku dipotong juga?....". "Nggak harus kak, cukup dirapikan saja, khan rambut kakak tidak semrawut.....:). Yang penting potong kuku, trus setiap habis makan kita gosok gigi. Mandi nggak pernah lupa minimal 2 kali. Trus kalau bisa menjaga kondisi wudhu kita....InsyaAllah itu cukup.

Giliran niat mau ikut kerja bakti membersihkan Tempat Ibadah, ternyata para pemuda di kampung kami sudah melakukan bersih-bersih sejak kemarin. Emang sih masjid Al Fitroh di belakang rumah kami sudah tambah kinclong sekarang karena tidak cuma dibersihkan biasa tetapi juga di cat dengan warna hijau ngejreng cerah dan kombinasi cat putih untuk kusen-kusen pintu dan jendelanya.....Jadi tambah cantik dan siap menyambut jamaah sholat dan tadarusan.....

Untuk partisipasi dalam Tarhib Ramadhan, kemarin khan sudah gotong royong sama Nadia buat bikin poster-poster menyambut Ramadhan, untuk dibawa Nadia saat pawai. Trus Nadia juga ikut tampil dalam lomba menyambut ramadhan walaupun tidak berhasil memperoleh juara. Dan "Puitisasi Terjemahan Al Qur'an" 5 sekawan akhirnya ditampilkan kembali di acara menyambut ramadhan di sekolahnya Rabu kemarin. Alhamdulillah.  

Jam 12 lebih  setelah semua urusan lain selesai, mulai deh kerja bakti bersih-bersih rumah. Dimulai dari teras yang se-uprit dan jalanan depan teras. Maklum khan ngontrak rumahnya di kampung yang nggak memungkinkan ada halaman luas. Tapi begitu-pun aku masih membutuhkan setengah jam untuk membersihkan gulma yang pada mencuat dari sela-sela trotoar di depan rumahku. Nah sekarang lumayan rapi..... 
Bersihin plafon rumah yang sudah mulai digelantungi sarang laba-laba. Menata ulang ruang-ruang biar kelihatan lega. Dan sampai pukul 3. Ternyata baru 1/3 ruangan rumah yang bisa teratasi...........lanjut setelah sholat Ashar ya. Dan jam 5, ternyata masih 2/3 rumah yang selesai dibersihkan.....Jadi mikir rumah ini kebesaran atau tumpukan clutternya yang terlalu banyak? Yah ndak papa wis....nanti selepas tadarusan aku bisa lanjutkan bagian yang 1/3 lagi. Tinggal ruang dapur, ruang makan dan ruang pakaian. Emang cuma 3 ruangan tapi tumpukan kerdus persiapan pindahan mulai menjulang....hehehe.

Session terakhir adalah session saling meminta maaf. Jadi session terakhir karena nunggu ayah yang pulangnya emang selepas jam 6. Dan acara saling meminta maaf-pun diselingi dengan tangisan naila.....bukan karena terharu tetapi karena keinginannya mau nonton vcd anak-anak kita tolak. Lah soalnya begitu dia lihat filmnya jadi nggak konsen sama emak-bapaknya yang sudah siap-siap dimintain maaf dan meminta maaf pada anak-anaknya. Kemudia selepas taraweh kita langsung menelpon para orang tua di Wonogiri dan Surabaya.....Nah sesion ini jelas membengkakkan tagihan pulsa kami karena ternyata bapak Surabaya dan Ibu Wonogiri pingin bercerita banyak begitu kami sudah meminta maaf dan minta "pangestu".....hehehe...dan maklum sebagai anak di parantauan kami-pun merasakan hal yang sama, jadi kerasa banget rindu nya kami bisa ngobrol bersama beliau-beliau. Apalagi bapakku adalah best friend bagiku dan hampir tidak ada rahasia diantara kita....hehehe. 



Selepas telepon-telepon-an dengan ortu...kita berdua (mas dan aku) malah terlibat diskusi yang panjang.........sampai tak terasa sudah jam 11 lebih.....wah langsung ditutup dulu deh aktifitasnya karena jam 2 nanti aku sudah harus mulai hidup lagi untuk menyiapkan sahur pertama kami................Bismillah.

Friday, June 29, 2012

Gladi Bersih.....Opo Bersih-Bersih ?

















Waktu baru menunjukkan pukul 9 pagi, tapi Nadia sudah berdandan seperti hendak pergi. Hmmmm.....langsung kutanya padanya. "Emang jam berapa kak latihan hari ini?". "Jam 1," jawabnya singkat. "Loh kok sudah dandan seperti siap akan berangkat sekarang, jam 1 khan masih lama," kataku lagi. " Yah biar siap aja, jadi nanti jam setengah satu kita bisa langsung pergi." Walah.....................mau pergi latihan jam 1 persiapannya sudah dimulai sejak jam 9.....hehehe. 

Sekitar jam 11 an. Dia menghampiri aku yang lagi menasukkan data penjualan ke komputer. "Ma, Gladi Bersih itu apa sih," tanyanya sambil kedua siku tangannya diletakkan di meja kerjaku. "Loh emangnya kakak belum tahu apa itu Gladi Bersih?" tanyaku heran, karena selama ini kupikir setiap kali dia menjelaskan ke Bapaknya jadwal latihan dengan menyebut kalau H-1 akan ada Gladi Bersih di Kampus STAIN, dianya sudah tahu arti istilah itu.

"Ehhhh, bener nggak sih ma, kalau Gladi Bersih itu artinya kita akan bersih-bersih tempat acaranya?". katanya kalem. Wkwkwkw.....sorry....sorry .....jadi kelepasan tertawa. Langsung dengan sigap dia menjelaskan, " Iya kok ma, kata temanku kita akan bersih-bersih jadi nggak ada latihan lagi. Temanku malah tanya entar Gladi Bersih mau bawa alat kebersihan apa Fir, kamu?". Wkwkwk....bener nih aku ndak bisa menahan tawa sampai dia bilang "Mama ini, ditanyain malah ketawa ngekek". Habis lucu banget sih nduk !!!. Trus malah kutanya "Lah kamu mau bawa alat kebersihan apa?". "Apa ya?".....katanya. "Tapi memang bener kalau Gladi Bersih itu artinya suruh bersih-bersih?" tanyanya terus penasaran." Yah endak lah nduk, khan ada bagiannya sendiri-sendiri. Buat yang tugasnya mengatur ruangan, ya pasti dia akan menata ruangan plus bersih-bersih. Lah Kakak khan mau tampil drama dan tari. Jadi Gladi Bersih itu berarti Kakak diminta untuk latihan di tempat acara akan diselenggarakan. Jadi tahu kondisi panggungnya, trus cara masuknya gimana, jadwal kakak tampil itu setelah siapa. Jadi dibuat persis seperti penampilan besok di acaranya. Biar yang tampil nggak pada bingung saat acaranya.".................."oh.............." itu saja jawabnya sambil tersenyum tersipu malu.


Tepat jam duabelas, kita sudah pada berkemas. Naila pun sudah sibuk digantiin baju sama kakaknya. Begitu selesai sholat dhuhur, jam setengah satu kita sudah melaju ke STAIN. Sempat nggak konsentrasi ambil belokan dan kesasar ke salah satu gang buntu. Walah padahal sudah mantap tuh belok. Sok yakin bakal bisa ambil jalan tikus yang bisa mempercepat jarak tempuh.....hehehe. Sampai Nadia cuma bisa bilang, "Mama ini ada-ada saja".

Nyampe STAIN ternyata Naila sudah terlelap. Lah iya sudah jadwal waktu tidurnya. Tapi kalau di rumah ada kakaknya bakal ndak mau dia tidur walau sudah ngantuk. Tapi karena spoi-spoi angin yang menerpa dia di sepeda motor pasti deh nggak lama dia akan terlelap. Begitu sampai di Aula. Ndak berapa lama dia sudah terbangun lagi karena kelelapannya terganggu suara bising Drum yang dimainkan oleh anak-anak. Awalnya dia kelihatan bingung "aku ini ada dimana"....trus mencoba menutup mata.....tapi bolak balik terbangun saat si Drummer memukul simbal-nya.....wkwkwk. Adengan lucu.....hampir lelap...trus kaget......mau lelap lagi....trus melek. Dan akhirnya dia bangun dan langsung melihat sekitarnya yang teryata sudah ramai oleh suara anak-anak....Yups Naila mulai beraksi !!!!

Dibawah arahan Bu Wiwik-Wali Kelas dan Mentor Drama-nya, Nadia berlatih sementara aku asyik belajar motret sana sini (maklum hasil moto dalam ruangan masih kebanyakan error karena nggak pinter-pinter ngeset lightingnya) sambil mengawasi Naila yang sudah asyik dengan dunianya, apalagi kalau bukan berlari - melompat - memanjat dan main kucing-kucingan. Untuk episode memanjat, saking pinginnya dia ikut bergabung di panggung tapi dia belum tahu kalau ada tangga untuk ke sana, maka dia tidak kehabisan akal. Diambilnya salah satu kursi penonton dan ditariknya mendekati panggung bahkan saat kursi itu harus dinaikkan ke panggung kecil, diapun berjuang sekuat tenaga untuk mengangkatnya. Dan alhamdulillah...............berhasil juga dia mencapai tujuannya. Bisa nongkrong lihat kakak-kakak di atas kursi mepet-pet panggung. Bahkan dia bisa dengan mudah naik ke panggung besar......well done Nai.....hehehe. Semoga saraf-saraf di otaknya merekam keberhasilan upayanya....Aku sang Juara !!!. 


Sempat juga nemuin Sapu dan serasa di rumah, langsung deh osrek...osrek....nyapu di depan panggung. Anggap aja sekalian gladi bersih drama dengan judul  "Si Upik Abu"....hehehe


Gladi Bersih berjalan dengan baik. Namun ketika kami hendak pulang, kami bertemu Tante Nunuk yang kehilangan si Kemal (putra sulungnya).....Udah ditanyain ke guru-guru dan teman-temannya tetapi ndak ada yang merasa dipamiti. Kasihan deh bunda Nunuk harus menyusuri jalan mencari si anak hilang yang emang terkenal demen banget jalan kaki. Dan alhamdulillah akhirnya si Kemal bisa sampai rumah dengan selamat. Duh nggak kebayang deh kalau tuh anak tinggal di kota besar...............bapaknya sih cerita :  Jadi buat mengatasi 3 anak lelakinya yang emang nggak bisa diam kalau diajak kemanapun.....alias suka menghilang tiba-tiba, maka si Ibu akan menyelipkan kertas bertuliskan nama, alamat serta no telepon yang bisa dihubungi di saku belakang celana mereka. Si Anaknya sendiri tidak tahu hal itu. Just a precaution.....

Wednesday, April 25, 2012

Demokrasi Sandal Ungu Naila



Anak-anak tumbuhnya pesat banget. Ini terbukti dari makin berkurangnya baju-baju yang bisa mereka pakai….alias sudah mulai banyak yang kekecilan….hehehe. Kemarin aku niatkan untuk membeli baju Naila dan Nadia dari uang hasil jualan pernak-pernik-ku. Tetapi sejak keluar rumah, Nadia sudah merayu kalau sandal croc yang dibelikan budenya sudah kekecilan. Jadi berganti haluan nih dan setelah kupikir lagi, ah sekalian saja membelikan Naila sandal baru juga karena sandal terakhirnya kelihatannya tidak terlalu nyaman baginya. Buktinya dia sering memilih lebih baik “Nyeker” daripada disuruh pakai sandal itu Dan sandal cantik itu akhirnya lebih sering nyantol di sepeda motor daripada nyantol di kakinya saat kita bepergian…(padahal kata tantenya yang membelikan, sandal itu harganya mahal karena asli - li croc….hehehe sorry te, ternyata harga bukan jaminan kenyamanan buat Naila). Akhirnya bukannya ke toko pakaian kita menuju, aku malah mengajak mereka untuk mampir membeli sandal baru. Dan untungnya tidak jauh dari rumah kami ada toko sepatu dan sandal yang lumayan murah-meriah.. Setelah melihat –lihat koleksi mereka, hasilnya ternyata belum ada yang cocok buat Nadia….kalau suka warnanya tidak ada nomornya dan kalau suka nomornya malah tidak suka warna atau desainnya. Yah sudah akhirnya malah Naila yang dapat sandal seharga Rp 15.000….dengan warna ngejreng “Ungu”…hehehe. Awalnya sih aku keberatan dan berniat meminta mbaknya untuk menggantinya dengan sandal yang warnanya lebih aku suka yaitu warna-warna kalem…… tetapi setelah kuingat-ingat kalau dia dibelikan tetapi  tidak cocok dengan hatinya mending dia cekeran (alias nggak pakai alas kaki), jadilah aku minta mbak penjaganya untuk mengambilkan semua pilihan warna dari jenis sandal itu biar dia bisa memilih…..jadi kita gelar nih di depan dia warna hitam, coklat, pink dan si centil ungu….untung tante pemilik tokonya baik dan sabar menghadapi aksi demokrasi kita. Dia jadi ikut memperhatikan gimana kita belajar demokrasi nih ceritanya…hehehe. Awalnya Naila hanya memandangi sepatu-sepatu itu…lalu ketika aku dan kakaknya mulai bertanya “Naila mau yang mana?” sampai 3 X. Perlahan-lahan setelah matanya sejenak menatapku, dia mengambil si “Ungu” !!!!…..ihik….aku dan kakaknya cuma bisa berpandangan dengan nyengir. Dan walau aku masih berfikir bahwa tuh sepatu tetap aja Ngejreng, aku harus relakan juga dia untuk memakainya….dan benar juga dia commit dengan pilihannya….sejak kemarin setiap diajak keluar dia pasti akan mencari sandal ungunya itu dan memakainya dengan proudly…..wkwkwk…Alhamdulillah dia sudah tidak lagi ber-“ceker” ria hanya karena tidak suka dengan alas kakinya.

Thursday, May 26, 2011

Satu Impian..........."Penghafal-Penghafal Al Qur'an"

Setiap selesai sholat maghrib biasanya Nadia akan meminta kami menyimak hafalan surat Al-Qur'annya. Alhamdulillah semua itu dia lakukan atas permintaannya sendiri. Keputusan kami untuk menyekolahkan dia ke sekolah Islam sekembalinya kami dari Australia mampu sedikit demi sedikit mengembalikan dia ke habitat yang kami inginkan yaitu mendekatkan diri kepada ajaran-ajaran Islam. Salah satunya dengan mulai mengenal Al Qur'an.

Mungkin banyak yang akan berkata cukup terlambat di usianyanya yang ke 8 tahun [saat kami kembali] untuk memulai lagi. Dan aku menyadari itu sebagai kesalahan terbesar-ku....karena saat kami masih di OZ aku tidak serius mengarap ladang amal ini. Aku hanya sedikit mengajari dia tentang qiroaty dan juga tidak terlalu sering mengunjungi TPA di sana [TPA Kampung Melayu-Tonsley dan TPA Payneham]  hanya karena alasan lokasi yang cukup jauh dari tempat tinggal kami waktu itu.

Tapi tekad kuat dan ditunjang dengan kecerdasan lingusitik dan dukungan dari para ustadzah-nya. Alhamdulillah kemampuan menghafal Al Qur'annya sudah mulai muncul kuncupnya. InsyaAllah akan kita semai sama-sama nak karena hafalan ibumu-pun masih jauh dari kata cukup......:(.

Tak ingin menjadi "keledai" yang melakukan kesalahan untuk kedua kalinya. Aku ingin melakukan sesuatu yang berbeda untuk Naila the second yang baru berusia 19 bulan. Akankah impianku menjadi nyata......InsyaAllah.....

"Tidak Ada Yang Tidak mungkin.......Nikmati proses pencarianmu dan serahkanlah Hasil-nya hanya pada Kebesaran Allah"..... Bismillah !!!

Hari ini sebuah artikel menambah semangatku untuk mencari jawaban dari pencarianku : "Mengajarkan Al Qur'an pada balita"

Resource : http://learningathome.wordpress.com/2007/01/26/cerita-dari-sekolah-penghafal-quran-balita/

Cerita dari Sekolah Penghafal Qur’an Balita


Saya tinggal di Iran dan punya anak usia empat tahun. Sejak tiga bulan lalu, saya masukkan dia ke sekolah hafiz Quran untuk anak2. Setelah masuk, wah ternyata unik banget metodenya. (Siapa tau bisa dijadikan masukan buat akhwat2 yg berkecimpung di bidang ini.)

Anak-anak balita yang masuk ke sekolah ini (namanya Jamiatul Quran), tidak disuruh langsung ngapalin juz’amma, melainkan setiap kali datang, diperlihatkan gambar misalnya, gambar anak lagi cium tangan ibunya, (di rumah, anak disuruh mewarnai gambar itu), lalu guru cerita ttg gambar itu (jadi anak harus baik.dll).

Kemudian, si guru ngajarin ayat “wabil waalidaini ihsaana/Al Isra:23″ dengan menggunakan isyarat (kayak isyarat tuna rungu), misalnya, “walidaini”, isyaratnya bikin kumis dan bikin kerudung di wajah (menggambarkan ibu dan ayah). Jadi, anak2 mengucapkan ayat itu sambil memperagakan makna ayat tersebut. Begitu seterusnya (satu pertemuan hanya satu atau dua ayat yg diajarkan). Hal ini dilakukan selama 4 sampai 5 bulan. Setelah itu, mereka belajar membaca, dan baru kemudian mulai menghapal juz ‘amma.

Suasana kelas juga semarak banget. Sejak anak masuk ke ruang kelas, sampai pulang, para guru mengobral pujian-pujian (sayang, cantik, manis, pintar.dll) dan pelukan atau ciuman. Tiap hari (sekolah ini hanya 3 kali seminggu) selalu ada saja hadiah yang dibagikan untuk anak-anak, mulai dari gambar tempel, pensil warna, mobil2an, dll.

Habis baca doa, anak-anak diajak senam, baru mulai menghapal ayat. Itupun, sebelumnya guru mengajak ngobrol dan anak2 saling berebut memberikan pendapatnya. (Sayang anak saya krn masalah bahasa, cenderung diam, tapi dia menikmati kelasnya). Setelah berhasil menghapal satu ayat, anak-anak diajak melakukan berbagai permainan. Oya, para ibu juga duduk di kelas, bareng2 anak2nya. Kelas itu durasinya 90 menit .

Hasilnya? Wah, bagus banget! Ketika melihat saya membuka keran air  terlalu besar, anak saya akan nyeletuk, “Mama, itu israf (mubazir)!” (Soalnya, gurunya menerangkan makna surat Al A’raf :31 “kuluu washrabuu walaatushrifuu/ makanlah dan minumlah, dan jangan israf/berlebih2an) .
 
Waktu dia lihat TV ada polisi ngejar2 penjahat, dia nyeletuk “Innal hasanaat tushrifna sayyiaat/ Sesungguhnya kebaikan akan mengalahkan kejahatan” (Hud:114).

Teman saya mengeluh (dengan nada bangga) bahwa tiap kali dia ngobrol dgn temannya ttg orang lain, anaknya akan nyeletuk “Mama, ghibah ya?” (soalnya, dia sudah belajar ayat “laa yaghtab ba’dhukum ba’dhaa”/Mujadalah: 12).

Anak saya (dan anak2 lain, sesuai penuturan ibu2 mereka), ketika sendirian, suka sekali mengulang2 ayat2 itu tanpa perlu disuruh. Ayat2 itu seolah-olah menjadi bagian dari diri mereka.

Mereka sama sekali tidak disuruh pakai kerudung. Tapi, setelah diajarkan ayat ttg jilbab (An-Nur:31)! , mereka langsung minta sama ibunya untuk dipakaikan jilbab. Anak saya, ketika ingkar janji (misalnya, janji nggak main lama2, trus ternyata mainnya lama), saya ingatkan ayat “lima taquuluu maa laa taf’alun” (As-Shaf:2). dia langsung bilang “Nanti nggak gitu lagi Ma.!” Akibatnya, jika saya mengatakan sesuatu dan tidak saya tepati, ayat itu pula yang keluar dari mulutnya!

Setelah tanya2 ke pihak sekolah, baru saya tahu bahwa metode seperti ini, tujuannya adalah untuk menimbulkan kecintaan anak2 kepada Al Quran. Anak2 balita itu di masa depan akan mempunyai kenangan indah ttg Al Quran. Saya pikir2 benar juga. Saya ingat, dulu waktu kecil pergi ke TPA (Taman Pendidkan Al Quran) di Indonesia, rasanya maless.. banget (Kalo nggak dipaksa ortu, nggak jalan deh). Bagi saya, TPA identik dengan beban berat, PR yaang banyak, hapalan bejibun, guru galak, dsb. Pernah saya dengar, di sekolah Kristen anak2 diberi hadiah dan dikatakan kepada mereka bahwa itu dari Yesus. Nah, kenapa kita kaum muslim yang meyakini bahwa agama kitalah yang paling benar, tidak meniru cara ini agar anak2 merasa cinta kepada Allah dan Quran? Bagaimanapun, dunia anak2 adalah dunia materi. Mereka baru bisa menyerap hal2 yang nyata, seperti hadiah (dan belum paham, pahala itu apa). Para orangtua teman sekelas anak saya juga pada cerita bahwa anak2nya malah nangis kalau nggak diajak ke sekolah. Malah, buat anak saya, ancaman tidak diantar ke sekolah adalah ancaman paling ampuh, kalau dia nakal (dia akan langsung nangis, hehehe…mamanya nakal ya?).

Metode pengajaran ayat Quran dengan menggunakan isyarat ini diciptakan oleh seorang ulama bernama Sayyid Thabathabai. Anak beliau yang pertama pada usia 5 tahun di bawah bimbingan beliau sendiri, sudah hapal seluruh juz Al Quran, berikut maknanya, hapal topik2nya (misalnya, ditanyakan, coba sebutkan ayat2 mana saja yg berbicara ttg akhlak kepada orangtua, dia akan menyebut, ayat ini..ini..ini. .), dan mampu bercakap-cakap dengan bahasa Al Quran (misalnya ditanya; makanan favoritmu apa, dia akan menjawab “Kuluu mimma fil ardhi halaalan thayyibaa” (Al Baqarah:168) . Anak kedua juga memiliki kemampuan sama, tapi sedikit lebih lambat, mungkin usia 6 atau 7 tahun.

Keberhasilan anak2 Sayyid Thabathabai itu benar-benar fenomenal ( bahkan anak pertamanya diberi gelar Doktor Honoris Causa di bidang Ulumul Quran oleh sebuah universitas di Inggris ), sehingga sejak itu, gerakan menghapal Quran untuk anak-anak kecil benar2 digalakkan di Iran. Setiap anak penghapal Quran dihadiahi pergi haji bersama orang tuanya oleh negara dan setiap tahunnya ratusan anak kecil di bawah usia 10 tahun berhasil menghapal Al Quran ( jumlah ini lebih banyak kalau dihitung juga dengan anak lulusan dari sekolah2 lain ). Salah satu tujuan Iran dalam hal ini ( kata salah seorang guru ) adalah untuk menepis isu-isu dari musuh-musuh Islam yang ingin memecah-belah umat muslim, yang menyatakan bahwa Quran-nya orang Iran itu beda / lain daripada yg lain.

Saya pernah diskusi dgn teman saya dosen ITB, dia mengatakan bahwa metode seperti itu merangsang kecerdasan anak karena secara bersamaan anak akan melihat gambar, mendengar suara, melakukan gerakan-gerakan yang selaras dengan ucapan verbal, dll. Sebaliknya, menghapal secara membabi-buta, malah akan membuntukan otak anak. Selain itu, menurut guru di Jamiatul Quran ini, pengalaman menunjukkan bahwa anak-anak yang menghapal Quran dengan melalui proses isyarat ini (jadi mulai sejak balita sudah masuk ke sekolah itu) lebih berhasil dibandingkan anak-anak yang masuk ke sana ketika usia SD. Selain itu, menghapal Al Quran lengkap dengan pemahaman atas artinya jauh lebih bagus dan awet (nggak cepat lupa) bila dibandingkan dengan hapal cangkem (mulut).

Wassalam. Semoga Bermanfa’at.

Penuturan Dina Sulaeman di Kafemuslimah. Bisa dilihat juga di http://bundakirana.multiply.com/journal?&=&page_start=100 atau bisa dihubungi di bundakirana@yahoo.com
 
————————–
Nah, orang tua mana yang tidak kepingin? Merupakan kebahagian terbesar dan tidak terkira jika punya anak-anak penghapal Qur’an. Terlepas dari penemu metode ini yang terkenal sebagai seorang ulama mazhab Syi’ah, saya tertarik utamanya dengan metode pengajarannya. Kita bisa mencoba kepada anak dengan menggunakan tafsir yang yang menjadi pegangan kita. Mungkin memang harus bongkar pasang metode sampai menemukan metode yang sesuai dengan cara anak belajar.

Bagaimanapun, cerita ini sungguh menggugah kesadaran saya. Bahwa kita bisa mengajarkan Al Qur’an dengan  lebih berkesan.

UPDATE —————

Ternyata metode JQ ini sudah ada yang menerapkan yaitu di Rumah Qurani di Bandung. Penjelasan mengenai metodenya (walaupun belum lengkap) bisa dilihat di Rumah Pohon. Ada contoh video pengajaran kitab satu dari Kirana anaknya Mbak Dina yang cerita di atas, bisa didownload. Ada pula contoh komik dari ayat-ayat yang diajarkan versi Rumah Qurani (RQ), ada contoh lagu, dan ada contoh VCD-nya. Sayang belum dijual bebas, kita harus pesan ke RQ dan yang tertarik bisa tanya-tanya soal pelatihan metode ini.

Wednesday, June 16, 2010

Sup Krim Ayam

Kemarin habis ditanya Bu Yati "setiap berapa jam anaknya di kasih makan".....beliaunya bilang kalau dia ngasih setiap 1 jam. Terperangah juga pada awalnya. Soalnya biasanya aku ngasih setiap 4 jam sekali disela-sela ASI-nya. Jadi merasa bersalah....mungkin itu yang nyebabin dia nggak gendut2 ya.

Nah, pagi tadi mengaplikasikan hasil baca-baca semalam tentang variasi makanan. Jadi selain kuberi dia potongan buah pisang sambil aku bikin sandwich buat sarapan bapak dan kakaknya. Aku juga menyuapi dia dengan roti-susu buat sarapan pagi ini.

Untuk siangnya dari hasil ngeblog aku mau bikin "Sup Krim Ayam"

SUP KRIM AYAM

Bahan :

1 dada ayam tanpa tulang dan kulit
1 cangkir ASI/susu formula
1/2 sdt tepung maizena


Cara Membuat :

01. Hilangkan kulit, lemak dan sisa-sisa tulang pada ayam. Cuci sampai bersih, potong dadu.

02. Rebus ayam dengan air secukupnya selama 10 menit atau sampai ayam matang. Angkat dan tiriskan. Simpan kaldu.

03. Masukkan ayam, tepung dan kaldu ke dalam blender, haluskan

04. Gunakan kaldu untuk mengencerkan atau mengentalkan adonan hingga kekentalan yang diinginkan.

05. Tim adonan sampai matang. Saat ingin menyajikan tambahkan ASI/Susu Formula.

Sumber http://winzoya.multiply.com/reviews/item

Thursday, May 27, 2010

Gigi Pertama-mu akhirnya muncul juga......:)

Gigi pertamamu akhirnya muncul juga nduk....tepat di usiamu yang ke 7 bulan. Aku menyadarinya juga tanpa sengaja saat aku memberi mengamati mulutmu yang asyik mengulum sesuatu. Dari arah bawah aku melihat ada putih-putih di gusi atas sebelah kananmu. wah jadi penasaran mama. Akhirnya dengan sedikit memaksa [karena Naila meronta-ronta selalu meronta-ronta kalau mulutnya diobok-obok] akhirnya aku bisa juga melihat mutiara mungil yang mulai muncul di gusinya. Wuih....senengnya. Alhamdulillah. Itu toh yang membuat tetesan iler-mu makin deras dan gairahmmu mengigiti benda-benda makin meningkat......hehehe.

Empat hari ini memang banyak surprise. Dari mulai muncul-nya gigi pertamamu. Lalu kemampuanmu untuk turun dari sofa sendiri. Memanjat rak mainan-mu [lewat boks2 yang beterbaran di atasnya]. Dan satu lagi pengalaman lucu di suatu siang di minggu ini. Waktu itu aku masih sibuk menyiapkan makan siang di dapur.....dan Naila [sudah seminggu ini anteng main sendiri di sekitar ruang tengah kalau aku lagi sibuk] masih asyik merayap kian kemari. Dari TV di kamar yang belum sempat kumatikan tiba-tiba terdengar lagu "We are The Champion"-nya Queen. Nah tiba-tiba Naila merangkak dengan cepat ke arah kamar [aku masih bisa melihatnya]....lalu menengadahkan wajahnya ke arah TV....Woh mungkinkah dia ingat kalau lagu itu sering banget dinyanyikan kakaknya sejak dipopulerkan lagi oleh TV Show "Idola Cilik"-di RCTI.....lucu...lucu banget lihat ekspresi wajahnya yang seperti heran memandangi layar besar di atasnya. ....hehehe

Tuesday, May 25, 2010

Turun dari Sofa.....Siapa Takut !!!!

Kemarin sore, si dedek Naila memberikan lagi surprise terhadap kemampuannya belajar dari pengalaman-pengalaman yang kurang mengenakan.Ceritanya gini nih.

Pilihanku untuk menempatkan sebuah sofa kotak [semacam ottoman] di pojok kamar kami ternyata mendatangkan manfaat yang tidak terbayangkan sebelumnya. Niat awal sih cuma sekedar unutk menumpuk bantal-guling dan selimut2 di pagi hari supaya ruang untuk berekplorasi Naila menjadi luas lagi di siang harinya. Niat lainnya sih supaya tuh sofa nggak nganggur nunggu tamu aja tetapi juga bisa menjadi tempat yang nyaman buatku saat menyusui Naila di kamar [karena aku gampang capek kalau duduk di lantai terus]. Manfaat lainnya tentu saja aku harapkan tuh sofa bisa menjadi sarana Naila untuk beraktivitas.....dari belajar berdiri trus belajar memanjat saat kami menempatkan kotak-kotak plastik di sekitarnya [dan memang itu sudah terbukti] ..... dan kemarin adalah moment pertama kalinya aku menyaksikan bagaiman Naila bisa turun sendiri dari atas The Green-si Ottoman tanpa perantaraan kotak2 dan amazing bagaimana ternyata dia sudah memahami trick turun dengan menggunakan kakinya lebih dulu dan bukan tangannya seperti yang biasa dia lakukan sebelumnya [yang biasanya berakhir dengan nyungsep dan nangis.....xixixi - tapi jangan kuatir karena di bawahnya sudah disebar segala selimut dan bedcover]. Hasilnya dia berhasil turun dengan badan yang berhasil tetap tegak berdiri.............dan senyum cerah mengembang seperti biasanya !!! Congratulation Nduk

Tuesday, May 12, 2009

Nursery Rhymes

Target hari ini adalah memulai mencatat buku-buku yang akan dikirim pulang, begitu diubek-ubek ternyata 3 boks akan dihuni oleh buku-buku Nadia aja. Wuih....kukeluarkan semuanya dan mulai mencatat satu-persatu judul buku2 itu.

Sambil mengalokasikan satu persatu grup buku-buku...dari buku aktivitas, buku cerita, cover tebal dan ukuran kecil plus buku-buku unik serta novel. Mataku tertuju pada sekumpulan buku "Nursery Rhyme"...dan aku tiba-tiba ingat bahwa 2 hari yang lalu aku juga meminjam CD-CD dari library tentang hal ini. Nah sekalian aja diputar CD-nya dan mencocokkan dengan lyric yang ada di buku-buku. Nggak kerasa hampir menghabiskan setengah hariku.....But I love it, siapa tahu nanti bermanfaat buat orang lain juga...Sekalian menghiburkan The Baby yang hari ini lagi tenang banget dan nggak bikin emak-nya mual-mual. Terima Kasih ya sayang......:-D

(3). 1,2,3,4,5 Medley

One, two, three, four, five,
Once I caught a fish alive.
Six, seven, eight, nine, ten,
Then I let it go again.
Why did you let it go?
Cause it bit my finger so.
Which finger did it bite?
This little finger on the right.


(3) Rub A Dub Dub

Rub a dub dub, three men in a tub;
And who do you think they be?
The butcher, the baker, The candlestick-maker;
Turn 'em out, knaves all three!

Rub a dub dub, three men in a tub;
And how do you think they got there?
They all jumped out of a rotten potato,
'T was enough to make a man stare.

================================================================================================

(4) Rain rain go away

Rain rain go away,
Come again another day.
Little John wants to play;
Rain, rain go away,
Never show your face again!

"Rain on the grass,
And rain on the tree,
Rain on the house-top,
But not on me."



(4) It's Raining, It's Pouring


It's raining, it's pouring
The old man is snoring.
He went to bed and bumped his head,
And couldn't get up in the morning

==============================================================

(5) Mary, Mary Quite Contrary

Mary, Mary, quite contrary,
How does your garden grow?
With silver bells and cockle shells
And pretty maids all in a row.





(5) Dr Foster

Doctor Foster went to Gloucester
In a shower of rain;
He stepped in a puddle,
Right up to his middle,
And never went there again



(5) Cock-A-Doodle-Doo


Cock A Doodle Doo!
My Dame has lots her shoe,
My Master's lost his fiddling stick,
And doesn't know what to do.

Cock A Doodle Doo!
What is my Dame to do?
Till Master finds his fiddling stick,
She'll dance without her shoes,

Cock A Doodle Doo!
My Dame has found her shoe,
And my Master's lost his fiddling stick,
Sing Doodle Doodle Doo.

Cock A Doodle Doo!
My Dame will dance with you,
While Master fiddles his fiddling stick,
For Dame and Doodle Doo.


(5) Sesaw Margery Daw

Sesaw, Margery Daw,
Johnny shall have a new master;
He shall have but a penny a day,
Because he can't work any faster

====================================================================

(6) Teddy Bear

Teddy Bear Teddy Bear turn around
Teddy Bear Teddy Bear touch the ground
Teddy Bear Teddy Bear down show your thoes
Teddy Bear Teddy Bear touch tour nose

Teddy Bear Teddy Bear stand on your head
Teddy Bear Teddy Bear go to bed
Teddy Bear Teddy Bear wake up now
Teddy Bear Teddy Bear make your bow


(6) Ride A Cock Horse

Ride a cock-horse to Banbury Cross,
To see a fine a lady upon a white horse;
Rings on her fingers and bells on her toes,
She shall have music wherever she goes.

==================================================================================================

(7) Ring A Ring of Roses

Ring a ring o' rosie,
A pocket full of posies
Atishoo, Atishoo,
We all fall down.

The King has sent his daughter
To fetch a pail of water
Atishoo, Atishoo,
We all fall down.

The bird upon the steeple
Sits high above the people,
Atishoo, Atishoo,
We all fall down.



(7) Pat A Cake

Pat a cake, pat a cake
Baker's man
Bake me a cake
As fast as you can
Pat it and prick it
And mark it with "B"
And put it in the oven
For Baby and me.



(7) Pussy Cat, Pussy Cat

Pussy Cat, pussy cat, where have you been?
I've been up to London to look at the queen.
Pussy Cat, pussy cat, what did you there?
I frightened a little mouse under a chair.





(7) Twinkle, Twinkle

Twinkle, twinkle litte star
how wonder what you are!
Up above the world so high
like a diamond in the sky.
Twinkle, twinkle little star
How wonder what you are!

================================================================================================

(8) Humpty Dumpty

Humpy Dumpty sat on the wall
Humpy Dumpy had a great fall,
All the King's horse
And all the king's men
Couldn't put Humpty together again



(8) Little Miss Muffet

Little Miss Muffet
Sat on a tuffet,
Eating her curds and whey;
There came a big spider,
Who sat down beside her
And frightened Miss Muffet away.



(8) Jack and Jill

Jack and Jill went up the hill
To fetch a pail of water,
Jack fell down and broke his crown,
And Jill came tumbling after





(8) Little Bo Peep

Little Bo Peep has lost her sheep
And can't tell where to find them
Leave them alone,
And they'll come home
Wagging their tails behind them

(8) Baa Baa Black Sheep

Baa, baa, black sheep
Have you any wool?
Yes, sir, yes, sir,
Three bags full;
One for the master,
And one for the dame
And one for the little boy
Who lives down the lane

==================================================================================================

Picture : Sing or Say Best Loved Nursery Rhymes Book