Showing posts with label 22 enviro. Show all posts
Showing posts with label 22 enviro. Show all posts

Wednesday, June 2, 2010

Panen Kangkung Pertama-ku

Sudah lama aku ingin membuktikan bahwa Kangkung pasti bisa di tanam di halaman depan rumahku. Dan Alhamduillah sore ini hasil panen kangkung pertamaku telah terhidang dalam semangkok tumis kangkung untuk membuktikannya.

Cerita dibalik tanam menanam kangkung itu sendiri adalah begini : Sudah lama banget aku pingin menambah koleksi tanaman di halaman rumah supaya rumah lebih terkesan rimbun, sejuk dan nyaman. Tetapi karena budget yang tight akhirnya ya semua harus dilakukan secara berlahan-lahan. Artinya aku nggak bisa hanya langsung merombak tamanku dengan menggunakan jasa ahli landscape dan bim salabim dalam 3 hari tamanku sudah jadi cantik.....hehehe.

Jadi sadar akan keterbatasan itu, akhirnya aku mikir bagaimana cara supaya tamanku bisa kelihatan hijau royo-royo tetapi dengan biaya minim. Sebuah ide timbul ketika suatu hari aku membeli kankung darat yang masih ada akarnya di Lek Sayur yang biasa lewat di depan rumah. Daripada akar dan batangnya kubuang dan hanya menuh-menuhin bak sampah akhirnya kuambil sekop dan pergi ke kebun untuk menanamnya.....hehehe.

Biar ketahuan kalau tuh tanaman sengaja kupelihara dan bukan termasuk gulma, aku membuat pembatas dari batu bata merah bekas membangun rumah dulu. Kugali lubang di dalam kotak itu dan kutambahkan tanah hitam. Lalu kutancap-tancap saja batang kangkungnya sambil berdoa semoga bisa dipanen nantinya [lumayankan menggurangi biaya belanja....heheh].

Dan alhamdulillah, ternyata hari ini aku sudah bisa memanennya. Sengaja nggak kupanen banyak-banyak paling entar aku juga yang menghabiskan [biar nggak cepat busuk di kulkas, khan tinggal petik kalau butuh]. Dan Tumis Kangkung Pertama-ku terhidang mengepul di meja makan menemani Tempe Mendoan dan Ikan Goreng Kembung. Terima Kasih ya Allah atas rezekimu.

Tumis Kangkung

Bahan :
200 gr Kangkung

Bumbu :
5 Bawang Merah, haluskan
2 Bawang Putih, haluskan
2 - 3 Cabe Merah, haluskan
Terasi
1/4 bh tomat, cincang kasar
1 sdt garam
1/2 sdt gula pasir

Cara Membuat :
01. Tumis bawang merah, bawang putih, cabe merah dan terasi yang telah dihaluskan tadi hingga harum

02. Masukkan tomat yang sudah dicincang kasar, dan masak hingga matang.

03. Tuang sedikit air, garam dan gula. Didihkan

04. Masukkan kangkung, masak sebentar saja. Angkat.


Monday, May 4, 2009

Air Sebagai Sumber Tenaga Alternatif

Bahan Bakar Air di masa depan mungkin-kah terjadi? Seorang teman memposting e-mail mengenai salah satu energi alternatif yang bisa dipertimbangkan yaitu merubah air menjadi bahan bakar kendaraan. Air yang bersusunan kimia H2O diproses elektrolis untuk memisahkan Hidrogen dan O2-nya. Dan gas hidrogen inilah yang nantinya dapat dipergunakan sebagai bahan bakar.

Bahan bakar alternatif selalu menjadi topik perbincangan hangat yang kemudian akhirnya perlahan tenggelam. Aku masih ingat, kami pernah menonton sebuah video yang kalau tida salah berjudul "Who Kill The Electric Car"...intinya juga sama listrik sebagai bahan bakar pengganti bensin yang telah berhasil menghasilkan mobil2 bertenaga listrik harus ditarik dari pasaran karena dianggap memiliki kesalahan tekhnis....:-)).

Industri Pengolahan Minyak yang bernilai trilyunan dollar dan menyerap begitu banyak tenaga kerja menjadi tertuduh utama tidak berkembangnya penggunaan energi alternatif yang dianggap lebih ramah lingkungan. Apakah memang demikian? Mungkin ya juga.

Pengolahan minyak bumi telah menjadi industri yang mengiurkan....bahkan karenanya sebuah bangsa sampai harus merendahkan martabatnya untuk menjadi bangsa penjajah karena keinginan untuk menguasai sumber utama energi dunia itu...siapa lagi kalau bukan United State of America. Berbagai cara dilakukan untuk tetap memperlancar supply minyak ke negaranya, dengan berusaha selalu menguasai secara politik negara-negara yang dianggap memiliki cadangan minyak bumi terbesar.

Seandainya air laut yang demikian melimpah ini bisa dijadikan sumber tenaga mungkin tidak akan pernah perlu adanya perang antar bangsa dengan mengkamuflasekan diri membawa nama Hak Asasi Manusia sebagai tamengnya.....:)).

Bagaimana dengan negara-ku. Sebagai penghasil berbagai sumber daya alam seperti minyak bumi, batubara, gas alam....Indonesia masih terus harus terseok-seok dalam membangun ekonominya bangsanya. Apa yang salah dalam tubuh bangsa kita. Kenapa sampai negara ini memiliki ketimpangan ekonomi yang demikian besar. Sering terjadi yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin. Tidak meratanya kesempatan setiap orang untuk mendapatkan pendidikan yang layak menjadi salah satu sebab mengapa hal di atas bisa terjadi.

Jikalau saat ini kau sadarkan aku akan hal ini....ijinkan aku menjadi salah satu alatmu untuk membantu memperluas kesempatan bagi orang-orang yang tak mampu agar mereka dapat juga meraih kehidupan yang lebih layak ya Allah....bukakan mata hatiku...Amien

Sunday, August 17, 2008

Tas Kresek (Tas Plastik)

2Isu terbaru yang diangkat "Ten News" adalah aturan baru yang akan diuji coba di negara bagian Victoria bulan depan. Apa lagi kalau bukan tentang Tas Krese, Tas Plastik atau Plastic Bag. Tas Kresek ini sudah lama mencari isu hangat dalam usaha penyelamatkan lingkungan. Kampanye pengurangan pengunaannya-pun sering sekali nongol di TV lokal. Dan aturan baru itu memaksa dengan halus bagi konsumen di supermarket2 negara bagian Victoria untuk meningkatkan penggunaan Green Bag atau mereka harus menambah budget belanja mereka sebesar 10 cent untuk setiap tas kresek yang digunakan. Prediksiku..... orang akan cenderung rela membeli Green Bag yang harganya cuma 1 - 2 dollar tapi reusable many time daripada setiap belanja harus mengeluarkan tambahan 10 cent.

Kenapa Masalah Tas Kresek kelihatan penting untuk segera diselesaikan, terutama di negara-negara maju yang sudah nggak terlalu lagi dibelit oleh persoalan primer seperti nyediain pakan, sandang dan papan bagi penduduknya, ternyata karena nih tas kresek yang sudah banyak berjasa untuk njinjing berbagai belanjaan, atau ngelindungi barang-barang dari percikan air hujan, ternyata punya efek buruk bagi lingkungan.

Apa aja efek buruk yang bisa dihasilkannya? Salah satunya berupa polusi lingkungan karena tas plastik yang menjadi sampah tidak gampang untuk terurai di alam (biodegradble) dan membutuhkan ratusan bahkan ribuan tahun untuk penguraiannya. Dan saat terurai, partikel-partikelnya akan mencemari tanah dan air tanah. Kebiasaan membakar sampah-pun dapat memicu bahaya juga, karena sampah plastik yang dibakar dan pembakarannya tidak sempurna, maka dia akan terurai di udara dan menghasilkan senyawa dioksin yang sangat berbahaya bila terhirup oleh manusia. karena dapat memicu penyakit kanker, hepatitis, pembengkakan hati, gangguan sistem saraf dan memicu depresi. Sampah plastik juga mengemisikan rumah kaca ke atmosfer tidak hanya pada saat pembuangannya tetapi juga pada tahap produksinya.

Orang memang suka menggunakan Tas Kresek karena sifatnya yang fungsional, ringan, kuat, murah untuk ngangkut segala macam barang.

Di Adelaide sendiri walaupun supermarket2 masih menyediakan Tas Plastik, namun tulisan "Say No to Plastic Bag" sudah muncul di tembok-tembok mereka, untuk menganjurkan konsumen rajin membawa Green Bag mereka. Di setiap Kasir mereka menggantungkan Green Bag yang bisa dibeli dengan harga cuma 1-3 dollar. Green Bag ada yang berupa Tas Kain biasa ataupun Chiller Bag. Jadi kalau mau makanan tetap dingin mending beli yang ini sekalian.

So Save The Planet by doing The Small Thing first
1. Pakai Tas Kain aja deh kalau belanja
2. Kalau mau beli makanan yang basah2 seperti ikan bawa container sendiri seperti teman yang ada di Sangatta
3. Jangan bakar Tas Plastik karena akan membuat polusi di udara
4. Jangan mengubur Tas Plastik karena akan meracuni tanah dan air tanah.
5. Pisahkan sampah Plastik dengan sampah domestik lainnya untuk di recycle.