Showing posts with label 21 homeschooling. Show all posts
Showing posts with label 21 homeschooling. Show all posts

Tuesday, February 26, 2013

Perjuangan Itu Tidak Instan…….


Keputusan menghentikan sebagian aktifitasku untuk fokus pada perkembangan putri-putriku akhirnya berbuah hasil juga. Hari ini, di papan pengumuman sekolah terpampang hasi Try Out UN pertama SDIT Nidaul Hikmah dengan nama Nadia (nama anak pertamaku), di urutan pertama. Nilai total 26 berhasil di raihnya, 9 untuk bahasa Indonesia, 9 untuk Matematika dan 8 untuk IPA. Mungkin bagi orang tua lain itu hal ini hanyalah urusan biasa, toh nilai memang tidak menentukan segalanya. Tetapi bagi-ku proyek kecil bersama anakku ini menjadi begitu berarti kalau menginggat perjuangan gigih dia mencoba mewujudkan salah satu mimpinya. Tanpa terasa ada sedikit linangan air mata yang tergenang di ujung mataku. Selamat ya nduk….perjuangan kita baru saja dimulai.


“Ma, jangan sibuk di depan computer terus toh, mbok bantu aku belajar untuk UN” begitu rengek si sulung memintaku di akhir November 2012. Di saat itu aku memang masih sibuk-sibuknya untuk menyelesaikan proyek organisasiku yang seperti biasa cukup menyita waktu dan pikiranku di sela-sela urusan keluarga.  Ups, what’s wrong nih? Nggak biasa-biasanya ada statement begini. Biasanya dia berempati aja dengan kegiatanku yang seabrek yang jujur saja di saat-saat tertentu jadi agak terlalu padat….hehehe ….”Loh khan biasanya mama juga bantu kakak kalau lagi belajar”, jawabku membela diri sambil sedikit mengernyitkan kening. Benakku mulai berusaha mencerna. Kok kelihatan desperate banget nih anak, bukankah hampir selama setahun belakangan ini dia sudah begitu mandiri untuk belajar sendiri tanpa perlu terlalu kuawasi. Tidak seperti awal-awal dia kembali mempelajari bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar pendidikannya, dimana aku harus jatuh bangun untuk membantu dia memahami bahasanya sendiri. Dan sepanjang setahun ini hasil pelajaran di sekolahnya pun alhamdulillah tidak juga menurun atau mengecewakan.

Permintaan sedikit menghiba itu, akhirnya membuatku berfikir. OK deh kalau anak sudah protes begini, berarti ada yang sedikit error. Maka kuputuskan untuk fokus dulu deh pada nih anak yang minta perhatian. Dan mulailah aku mencoba mencari tahu duduk persoalannya. Pertama, kucek dulu kinerja kerja sebagai ibu rumah tangga. Kenapa dia sampai protes bahwa aku walau fisiknya berada di rumah tetapi pikirannya ternyata melalang ke penjuru dunia…..hehehe. Protes sulungku “Mama terlalu sering berada di depan computer” menjadi masukan yang akhirnya membuatku memutuskan untuk mulai menggurangi dulu aktifitas-aktifitasku di luar kedua anakku, walaupun sebenarnya aktifitas itu cukup produktif….bukankah menebarkan ilmu juga merupakan sebuah ranah produktifitas ibadah.

Dan aku berjanji padanya untuk berusaha membantunya sekuat mungkin untuk mewujudkan mimpi Sukses UN-nya. Dan langkah pertama kali yang kulakukan adalah mencari tahu dulu atau memetakan kemampuan dia dalam memahami materi 3 mata pelajaran yang akan di UN-khan itu. Aku mulai hunting buku-buku yang berhubungan dengan UN sampai blusukan cari buku loakan ke loakan Pasar Raya Salatiga…..hehehe. Gitu ya kalau udah focus, sambil jalanpun mata masih aja kelihatan aja kalau ada buku-buku bekas yang kelihatan bisa digunakan untuk menambah perbendaharaan soal-soal. Dan tentu saja tak lupa mencari pinjaman buku  dari Ibu Guru-nya  dan kakak-kakak kelas-nya.  

Walau pilihan untuk mengikutkan  dia Les di beberapa lembaga bimbingan belajar yang banyak bertebaran bisa saja menjadi solusi yang termudah, tapi kami berdua (aku dan bapaknya) tidak mengijinkan dia untuk ikut, karena kami berdua sudah membayangkan betapa jenuhnya pikiran dia. Sudah seharian belajar materi kurikulum di sekolah. Eh pulang-pulang masih juga harus les duduk manis ketemu dengan hal-hal yang sama. Dunia khan tidak selebar daun kelor. Masih banyak hal lain yang bisa dilakukan…..hehehe. Sebagai gantinya aku menawarkan pilihan untuk membuatkan program “Sukses UN Tanpa Stres”. Syaratnya gampang…..Mimpi, Doa, Sholat, Sedekah dan Follow the program step by step….walah emang emaknya ini lebay deh kalau urusan begini. Kesepakatan pun dibuat, dan pengertianpun mulai ditanamkam. “Kalau nggak mau stress, belajarnya dicicil ya”. Dan begitu proyek-ku selesai di bulan Desember maka akupun untuk sementara mengundurkan diri dulu dari hinggar bingar organisasi. Fokus untuk mulai menyusun strategi buat sulungku. UN masih di bulan Mei, artinya kami masih punya 4 bulan ke depan untuk menikmati proyek ini….hehehe.

Di 2 bulan pertama yaitu Januari-Februari  aku meminta dia untuk menyelesaikan sebanyak mungkin contoh soal-soal yang coba kurangkumkan dengan bantuan kisi-kisi dari pihak sekolah. Dengan pengolaha data statistic, mulailah terlihat peta kesulitan dia. Mulailah bantuan tutorial  aku berikan untuk menjelaskan materi-materi yang belum dia kuasai. Hal ini lebih meringkas waktuku daripada aku harus mengulang mengajar semua materi yang ternyata sudah dia kuasai. Wah jadi ngerasa ginikah rasanya jadi guru les …hehehe. Dan sebagai konsekwensinya maka aku harus meluangkan malam-malamku menjadi malam-malam penuh keasyikan mencari, mengevaluasi soal-soal sesuai dengan materi dan pola soalnya untuknya. Tidak lupa untuk komitment yang sudah dia berikan dalam menjalankan program bersama ini, kami memberikan reward kalau dia berhasil menyelesaikan materi sesuai dengan jadwal yang sudah kita sepakati. Yah reward bagi anak seumur dia masih tetap menjadi hal yang ditunggu-tunggu. Rewardnya-pun nggak yang aneh-aneh, contohnya main sepatu roda di selasar kartini, atau beli es krim kesenangannya.

Dan sebagai hasil awal dari proyek ini. Aku mulai bisa merasakan beberapa hal yang positif. Dari pihakku aku sendiri jadi tidak ikut stress karena mulai bisa memahami kesulitan anakku dan mencoba membantunya. Nadia sulungku pun jadi nggak stress juga dan lebih percaya diri ketika dia sudah makin memahami materi yang diajarkan. bahkan dia jadi bisa menikmati mengerjakan soal-soal karena mengerjakannya sambil santai tanpa dikejar-kejar waktu yang sudah mepet dengan saat ujiannya. Alias no SKS (sistim kebut semalam).  Sebagai buktinya dia mau mengerjakan target penyelesaiannya di sela-sela dia menunggu-ku meeting, atau saat kami  menginap di rumah saudara, bahkan dia masih mau tekun mengerjakan sepanjang perjalanan salatiga – solo atau salatiga-semarang saat kami ada keperluan yang berhubungan dengan proyek pembangunan Graha Nugraha kami….Alhamdulillah. Semua itu dilakukan sambil masih sempat membantuku mengurus rumah, mengurus adiknya atau menikmati kegemarannya di dunia craft. Maka yang ada di benakku cuma harapan,  kalau dia bisa menikmati proses begini kemungkinan untuk materi-materi pelajarannya nyantol di memorinya khan bisa lebih besar. Amien

Namun perjuangan kami belum selesai sampai di sini. Satu demi satu tantangan ke depan masih harus dihadapi. Try Out ke 2 sudah akan dimulai di awal minggu depan, Tryout – Tryout berikutnya sudah menanti di bulan Maret dan April. Dan the Big Moment “Sang UN” masih harus dilalui di bulan Mei. Tapi bagi kami yang terpenting adalah bahwa proyek ini bisa menjadi salah satu proyek dari sekian banyak proyek pembentukan mental pada anak-anak kami. Belajar Bermimpi, Mengajarkan Proses mewujudkan Mimpi-Mimpinya, Meningkatkan Rasa Percaya Diri, Menanamkan Sikap Tawakal Dalam Arti Yang Sesungguhnya, Membentuk Sikap Ulet-Pantang Menyerah, Meningkatkan Kemampuan Problem Solving, Manajemen Waktu dan Kemampuan Menikmati Setiap Proses-lah yang sedang kami coba untuk tanamkan bagi pengembangan jiwa enterpreneurshipnya. Semoga Allah meridhoi upaya kami. Amien.

NB : Mohon doa untuk kesuksesannya melalui semuanya ya……Terima Kasih banyak.

Thursday, September 20, 2012

We Count -- Naila & Raz Kids



 Belajar buku ke 2 yang berjudul We Count makin seru karena bukunya menampilkan berbagai jenis serangga yang bergerak-gerak. Awalnya Naila bisa tenang saat membaca ditemani kakaknya, tetapi kemudian dia minta diulang dan diulang lagi. Dan jadi terlalu excited. Jeritan kegirangan pun muncul dan tangannya-pun pada ikut aktif menunjuk ke sana-sini. Trus matanya berkonsentrasi mengamati gambar-gambar serangga yang gerakannya macam-macam…..ada yang merayap, terbang, melompat bahkan mengeliat-geliat….hehehe. Senengnya lihat dia menikmati bukunya. Apalagi setelah bapaknya menemukan kaca pembesar…..wah makin seneng lagi dia memainkan alat itu (mungkin karena merasa sama seperti apa yang dilakukan anak-anak di cerita tersebut).Dan tertawa terpingkal-pingkal kalau gambar yang dilihatnya jadi makin membesar….membesar dan makin besar lagi.

Dan ibu bapaknya pun senang karena ketambahan kosakata baru di dunia perseranggaan seperti Grubs yang kalau dicari di Google Terjemahan artinya adalah Belatung. Sedangkan karena bentuknya yang mirip dengan Gendon (Ulat besar putih yang bentuknya lemu ginuk-ginuk / gemuk-bulat-menggemaskan). yang biasa hidup di pangkal pohon turi, bapaknya anak-anak berpendapat kalau itu Gendon. Seumur-umur baru kali ini aku tahu ada binatang yang namanya Gendon….hehehe. Dan ceritapun mengalir bahwa di sebagian masyarakat desa, Gendon ini biasa dikonsumsi juga karena rasanya yang enak….hehehe. Malah istilah Gendon juga biasa dipakai sebagai nickname untuk anak yang bentuk tubuhnya gendut. Jadi ibu bapaknya akhirnya malah asyik berdiskusi tentang  perbedaan si Belatung atau si Mr Gendong……ilmu lagi ya nduk…

Dari buku ini Naila mendapat banyak suku kata baru dari perseranggaan, bahkan sang kakak-pun jadi belajar bagaimana menulis bentuk jamak mereka dalam bahasa inggris. Suara Naila yang lagi belajar membaca bisa didengar di sini......


Terjemahan :
- Ant    - Ants    = semut
- Butterfly   - Butterflies   = kupu-kupu
- Fly    - Flies    = lalat
- Flea    - Fleas     = kutu
- Grub     - Grubs    = belatung
- Ladybug    - Ladybugs    = kepik
- Beetle    - Beetles     = kumbang
- Cricket    - Crickets    = jangkrik
- Slug    - Slugs    = siput
- Spider    - Spiders   = laba-laba

Thursday, September 6, 2012

Naila & her first e-book from RazKids -- When is Nightime



Malam ini kami mulai mengaktifkan hadiah kompetisi “30 hari produktif bersama anak – edisi ramadhan 1433 h”. berupa langganan e-book raz-kids. Naila langsung senang banget ketika aku pilihkan salah satu buku yaitu “When it Nighttime?”. Karena selama ini dia juga doyan banget mengulang-ulang e-book yang berjudul “Pricess and the Pea” yang ada di hp-ku. Dan kejadian-pun berulang….dia minta dibacakan berulang-ulang bahkan tidak bosan-bosan ikut mengejanya. Dan aku menangkap moment yang bisa menjadi kenangan bagi kami. Langsung di rekam pakai hp dan diunduh ke youtube……

Sebulan lalu sudah beberapa kali aku minta bapaknya untuk mendownloadkan lagi beberapa cerita dari e-book supaya Naila punya variasi bacaan. Namun karena kesibukan, bapaknya belum sempat juga mencarikan. Dan sekarang istilahnya “Pucuk Dicinta Ulam Tiba”…..hehehe. Lewat hadiah dari Institut Ibu Profesional, Naila bisa menambah khazanah dunia bacanya. 30 hari berperang melawan diri sendiri agar kuat untuk konsisten berbuah manis. Terima Kasih Bunda Septi dan Institut Ibu Profesional…….semoga hadiah ini dapat kami maksimalkan manfaatnya.

http://www.youtube.com/watch?v=gUvn7WnMQSI 

Wednesday, July 18, 2012

Tarhib Ramadhan Poster

Sore sudah menjelang ketika Nadia baru bilang kalau besok acara di sekolah adalah "Pawai Ramadhan" dan diharapkan para siswa membuat poster untuk dibawa saat arak-arakan pawai bergerak mengelilingi jalan-jalan di sekitaran sekolah. "Gimana ya ma? Bikin atau tidak? Ndak usah aja ya....khan poster satunya aja belum jadi." rengek Nadia.

Aku langsung berfikir sesaat. Langsung melihat peluang bahwa moment ini bisa digunakan untuk membuat dia merasakan moment ramadhan adalah moment spesial. Ramadhan is Special. Harus disambut dengan sesuatu yang spesial. Salah satunya bisa dengan membuat poster-poster yang menginggatkan kita akan kedatangan "The Holly Month" ini.

Langsung aku bilang. "Kita harus bikin !!!".....This is an order (putusku dalam hati). Tapi kupakai kalimat yang pasti dia tidak akan menolaknya "Kalau Bu Guru minta kita bikin, ya kita bikin. Khan tujuannya untuk syiar nduk. Jadi entar pawainya bisa tambah ramai dan menarik". Dan Nadia-pun tak bisa menolak lagi walau sambil melirik poster gede yang masih setegah jadi di mejanya....hehehe

"Trus bahannya dari apa, khan sudah sore, nggak ada sepeda motor lagi," katanya. Tapi lalu dia segera melanjutkan. "Oh gini aja ma, setengah dari kertas karton kemarin khan masih ada. Kita bagi 2 lagi aja. Nggak usah besar-besar posternya. Biar nggak capai mewarnai....hihihi". 

Oklah pikirku, dia sudah mau bikin di waktu yang mepet gini aja sudah bagus. Dan akhirnya searching lagi deh ke mbah google. Lihat-lihat contoh poster-poster ramadhan karena sudah mati ide nih emaknya.......awalnya pilihan jatuh ke kata-kata seperti "Marhaban Yaa Ramadhan".....atau "Bikin saja kata-kata Asyiknya Ramadhan" kata Nadia. Tapi trus dianyulir....."bosan juga ya kalau tulisan-tulisan gitu terus". Nah akhirnya pilihan jatuh pada poster "Ramadhan Highway Code"....menurut kami lucu dan lebih komplet menceritakan harapan apa yang harusnya kita lakukan selama Ramadhan.

Jadilah kertas karton yang sudah separuh terpotong kemarin, masih dipotong separuh lagi. Trus karena Nadia masih bingung gimana cara ngambarnya akhirnya aku menawarkan diri untuk membantu mengambarnya......saat lagi asyik-asyiknya ngambar....tiba-tiba Nadia berkomentar (entar sadar atau tidak), "Mama ini kok pintar ngambar ya, dan aku kok nggak". Wah sedikit tersandung juga eh tersanjung juga dipuji nih anak yang sudah terkenal paling pelit muji mamanya. Dan untuk mengatasi kekikukan emaknya plus sebenarnya emaknya juga ragu karena gambar emaknya juga nggak bagus-bagus banget (menurut emaknya sendiri) cuma berucap "khan mama belajar".....hehehe.

Begitu gambar selesai, Nadia pun bergantian yang mewarnai. Iya ini memang karya kolaborasi antara ibu dan anak...hehehe. Sah-sah saja khan. Toh ini juga bukan untuk dipertandingkan. 

Paginya baru deh kita cari tongkat untuk pegangan poster, untung masih ada sisa pasak-pasak bambu yang dulu memang sengaja kuminta dari panitia acara Dick Doang di Lebah Putih (khan daripada kebuang sia-sia....pasak-pasak itu kini bisa didaur ulang jadi tongkat-tongkat poster pawai).....hehehe.  

Dan Nadia-pun siap untuk ikut tarhib. Cerita Nadia sepulang sekolah hari ini :
"Aku harus lari-lari ngejar pawainya ma. Soalnya aku disuruh tampil dulu Puitisasi Terjemahan Al Qur'an. Nggak ada micnya....untung kita bisa kencang suaranya. Dan perasaanku sih yang paling kencang suaranya jadinya aku sama Nada..... Trus selesai tampil kita (aku, Nada, Luluk, Zidny dan Asma)  harus ngejar-ngejar tarhibnya. Dan waktu ngejar tarhibnya eh...malah keblablasen.....tarhibnya belum nyampe tempat itu kita malah sudah nyampe jalan yang akan mereka lewati. Soalnya kita lewat jalan pintas.....hehehe.".  Selalu ada petualangan dan hal baru khan dalam hidup-mu nduk. Sesuatu yang sederhana namun mama selalu ingin mendengar-nya darimu.  

Sunday, July 15, 2012

Time

Dulu aku pasti sangat bingung kalau ditanya seseorang "What's time is it?". Masalahnya aku selalu kebalik-balik untuk menyebutkan "Half Past"...."Quarter Past" ataupun "Quarter to". Nah kemarin selesai ngaji, aku meminta Nadia untuk membaca buku "Fun to Learn Time".....sekalian aku juga belajar gimana menyebutkan waktu-waktu tersebut.

Pelajaran tentang waktu ini mungkin dapat membantu mengingat kalau suatu hari ditanya sama adik nadia.....:-))

Dalam satu hari terdapat pembagian waktu :

[Each Part of the day has a different name]
@ Morning
@ Afternoon
@ Evening

Berapa lama waktu yang dibutuhkan?
[everything you do takes time. Some things take a short time, other things take longer]
@.....takes a long time to..........but only a short time to..................


Nama Hari dalam Seminggu

[Days of the weeks]
@ Monday
@ Tuesday
@ Wednesday
@ Thursday
@ Friday
@ Saturday
@ Sunday

Nama Bulan Dalam Setahun
[Months of the years]
@ January
@ February
@ March
@ April
@ May
@ June
@ July
@ August
@ September
@ October
@ November
@ December

Musim
[Seasons]
@ Spring (everything starts to grow.Plants grow new leaves)
@ Summer (flower blossom in warm sunshine)
@ Autumn (the weather gets colder and leaves change colour)
@ Winter (it is cold and days are short. Sometimes is snow)

Jam
On the hours
[a day is divided into blocks of time called hours]

@ The big minute hand takes one hour to travel right around the clockface.
@ The little hour hand takes one hour to move between two numbers on the clocks.
@ When the big hand is on the 12....we say it is something o'clock.


Setengah.....
Half hours
[When the hour hand is half way between two numbers, we say it is half past the hour]

@ When it is half past, the big hand is on the six.
@ When it is half past, the little hand is between two numbers.
@ When the big hand is on the six, it has moved halfway around the clockface. We say it is half past something.

......lebih seperempat
Quarter Past
[When the minute hand is on the three, we say it is quarter past the hour]

@ When it is quarter past, the big hand is on the three.
@ When it is quarter past, the little hand is just past a number.
@ When the big hand is on the three, it has moved a quarter of the way around the clockface. We say it is quarter past something.


.....kurang seperempat
Quarter To
[When the big hand is on the nine, we say that it is quarter to the hour].

@ When it is quarter to the hour, the big hand is on the nine.
@ When it is quarter to the hour, the little hand is nearly at a new number.
@ When the big hand is on the nine, it has moved three quarters of the way around the clockface. There is only quarter more to go. We say it is quarter to something.

Sumber : Buku "Fun To Learn Time by Arianne Holde"

Saturday, March 31, 2012

Nulis & ngeBlog Gaya Nadia

Habis mengikuti perkulihaan Institut Ibu Profesional yang membahas mengenai “Mendidik Anak Suka Membaca dan Menulis”, langsung teringat upayaku selama sebulan ini untuk mulai lagi membuat Nadia tergerak menulis di blog yang pernah kami buatkan untuknya. 4 tahun yang lalu.

Kami berdua (saya dan suami) berkomitmen untuk membuat Nadia mampu menuangkan ide-ide dan emosi-emosi yang dia rasakan dalam bentuk tulisan. Dan mulai berani berbagi ilmu di dunia virtual. Ketrampilan ini kami yakini tidak datang dengan sendirinya tetapi membutuhkan latihan yang kontinyu. Harapan kami kegiatan blogging ini akan menjadi kegiatan rutin dia setiap hari. Walau satu atau dua kalimat setiap harinya tidak akan menjadi masalah. Asal dia konsisten menjalani kegiatan ini.

Ketika kami tawarkan ide itu kepada Nadia. Awalnya dia sedikit keberatan. Padahal sebenarnya dia suka corat-coret atau menulis panjang lebar kalau mendapat tugas bahasa dari gurunya. Tapi semuanya dia lakukan di atas lembaran kertas atau buku yang duh jujur saja entah kemana larinya setelah itu.

Kami lalu mencoba membidik satu alasan yang akhirnya membuat dia mulai mau tergerak menulis di blognya yaitu “Mengabadikan Kenangan Indah Masa Kecil”……….dibumbui kisah ibu-bapaknya yang juga punya banyak kenangan indah di masa kecil. Namun karena jaman itu hanya bisa menuliskan ke buku diary jadinya ya tidak terdokumentasi dengan rapi….dan memang benar sampai sekarang aku sudah tidak tahu lagi kemana coretan-coretan tanganku dulu berada mungkin sudah diloakkan saat pembersihan rumah besar-besaran ketika kami hendak pindah rumah dulu….hehehe. Masih teringat aku pernah membuat sebuah puisi tentang gadis kecil di kursi roda yang saat itu bisa mendatangkan pujian dari bapakku….hehehe. Bangganya aku saat itu. Puisi itu ada di buku yang berkertas merah muda indah…..dan sekarang entah dimana. Aku ingat menuliskannya pada saat aku masih duduk di SD.

Mulailah dia mau membuka blog yang sudah kami buatkan sejak tahun 2007. Saat dia masih duduk di kelas New Arrival Program – East Torrens Primary School Adelaide South Australia. Alamat blognya adalah www.ceritanadia.blogspot.com . Saat itu memang masih kami yang bercerita dan dia suka memilih foto-foto yang digunakan untuk mempertegas ceritanya. Karena tidak suka dengan tampilan desain yang dibuat bapaknya dia minta untuk diajari bagaimana merubah desain tampilannya…..OK no problem. Kami ajari bagaimana caranya dan dia akhirnya malah keasyikan merubah-rubah desain tampilan sampai milih-milih huruf yang ingin dia pakai. Hingga jam tidur pun kelewatan dan hari itu kami memang belum memulai menulis tetapi sudah mulai menumbuhkan minatnya untuk mengoreskan karya di dunia virtual-dunia masa depannya.

Akhirnya 8 Maret menjadi awal dia mulai mengoreskan sendiri tulisanya di blog-Nya. Tulisanya singkat dan kami memberi reward berupa ucapan bangga kami akan hasil karyanya. Tapi karena kesibukan kami….lalu terlewat lah satu minggu sampai bisa muncul tulisan ke 2 nya. Lalu lewat lagi seminggu sampai muncul lagi tulisan dia yang ke 3. Yah untuk konsisten ternyata masih merupakan PR besar bagi kami bertiga. Hari ini seharusnya dia sedang asyik menuliskan kisah kecelakaan “Kamera” ketika kami malah mengajaknya dia jalan-jalan. Moga-moga malam ini moodnya masih bisa dimunculkan lagi.

Kami memang memulai dengan meminta dia menuliskan apa saja yang sempat terlintas di benaknya saja, dan tidak mengklasifikasikan pada sesuatu yag khusus dulu atau mengajarkan dia mengenai teknik-teknik menulis. Seperti judul bab dalam buku Mengikat Makna “Jadilah Kebiasaan Lebih Dahulu, Baru Kuasai Teknik-Teknik Membaca dan Menulis”….kami biarkan dia bebas menuliskan apa yang dipikirkan sehingga ceritanya bisa mengalir. Dan sungguh sangat menyenangkan ketika melihat dia tampak asyik menulis….menorehkan apa yang ada dalam pikirannya di sela-sela kegiatannya yang lain.

Tanpa Nadia sadari sebenarnya kegiatan belajar ini merupakan pengaplikasian dari pelajaran dari berbagai mata pelajaran di sekolahnya dari komputer, bahasa indonesia, ketrampilan dan kesenian (desain grafis), bahasa inggris.

Plus bonusnya masih selalu ada kemungkinan besar bahwa dia dapat menjadi individu yang bisa piawai dalam mengolah kata dan menggunakan kemampuannya berkomunikasi secara lisan sehingga orang lain dapat terpikat akan apa yang dia tulis dan katakan atau dalam istilah kerennya dia memiliki kekuatan dalam “verbal-linguistic intelligence”. Amien.

Sunday, October 30, 2011

Homeschooler @ Padepokan Lebah Putih

             Hari ini alhamdulillah mendapat kesempatan untuk bertemu dengan para pelaku dan pemerhati homeschooling. [Terima Kasih Bu Septi dan Pak Dodik]. Berkesempatan untuk mendengar kisah-kisah awal mereka tercebur memasuki dunia homeschooling plus suka duka dalam menjalankannya. Saat mendapatkan info ini dari facebook Bu Septi [founder Jarimatika], langsung kutawarkan kepada Bapak anak-anak apakah beliaunya berminat untuk ikut, dan ternyata sambutannya melebihi expectation. Sampai-sampai dianya berencana untuk ikut memasak makanan yang akan dibawa ke sana….biar kompak katanya….hihihi….sampai segitunya!!!.

Sampai di lokasi yaitu di Padepokan Lebah Putih, sayangnya kami agak terlambat sehingga tidak sempat mengikuti ceremonial “warming up” or “ice breaker” yang biasanya selalu ada pada acara2 made in Padepokan tersebut, sebuah tools yang ampuh untuk mencairkan suasana menjadi nyaman bagi seluruh peserta.

Begitu selesai maka para bapak-ibu bisa memasuki balairung ruang kelas di lantai 2 yang didisain terbuka dan nyaman karena berdinding separuh ketinggian dinding normal sehingga hembusan angin semilir menyejukkan ruangan. Dan anak-anak pun mendapatkan tempat yang nyaman berupa zona-zona kegiatan seperti zona origami, zona kolase  dan zona handycraft. Sarana seperti ini tentu saja sangat berarti sekali terutama bagiku yang kemana-mana masih harus membawa 2 krucil-ku. Jadi disamping aku masih bisa menambah ilmu, anak-anak juga senang bisa bebas beraktifitas.

Berhubung toodler-ku masih berumur 2 tahun dan kakaknya sedang tidak fit selepas ikut perkemahan pramuka sehari sebelumnya, jadilah bapaknya mengalah untuk menjaga mereka berdua bermain. Jadilah aku single fighter untuk menangkap intisari dari sharing pengalaman yang dilakukan oleh para pelaku dan pemerhati homeschooling. Walaupun di akhir-akhir session, mereka bertiga akhirnya bergabung denganku di balairung.

Session pertama yang diisi oleh Ibu Lilis, Ibu Ani dan Ibu Ellen-Semarang menambah pemahamanku tentang “how to love your children” dengan menjadi orang tua yang mampu membimbing dengan patut [mengambil istilah Pak Irwan Rinaldi, saat Lauching Rumah Keluarga Indonesia-Kota Salatiga]. Ibu Lilis berbagi pengalaman dalam menghandle putra sulungnya yang termasuk anak hiperaktif, yang akhirnya malah mencerahkan beliau untuk membuat sekolah dengan kurikulum untuk anak-anak berkebutuhan khusus, Bu Ani berbagi pengalaman tentang putranya yang memilih untuk berhenti sekolah seminggu sebelum ujian nasional SMP-nya yang akhirnya malah membawa beliau untuk membantu para pelaku homeschooler dalam mendapatkan selembar ijazah sebagai perwujudan pengakuan pemerintah terhadap sistem pendidikan ini, dan ibu Ellen dan suami yang mulai menerapkan homeschooling bagi putra-putri mereka dengan menekankan pemikiran bahwa pilihan kita adalah wujud rasa cinta kita kepada anak-anak kita, dimana kita ingin memberikan hal yang terbaik bagi mereka dalam wujud memberikan mereka kebebasan untuk berekspresi dan berimajinasi.

Berlanjut ke session kedua yang  memanggil bapak Seno-Jogja, Bapak Lukman-Tanggerang dan Ibu Amelia dan kemudian Ibu Ariko-Solo. Bapak Seno bercerita tentang pengalaman pengasuhan yang lebih menekankan kepada bagaimana semestinya kita  menekan ego kita sebagai orang tua untuk lebih mendengar anak-anak kita plus mendidik anak dengan melihat kebutuhan anak dimana kita diupayaka lebih banyak memberi kesempatan anak untuk mampu menyelesaikan persolanannya sendiri.  Bapak Lukman dengan metode homeschooling yang membuka lebar-lebar rumahnya di hari Sabtu dan Minggu bagi anak-anak tetangga sekitar mereka. Metode mendidik kepekaan sosial plus kemampuan untuk bersosialisasi bagi putri tunggal mereka yang bisa jadi referensi. Lalu sharing pengalaman dari Ibu Amelia pelaku homeschooling yang fleksibel dalam menerapkan sistem ini bagi putra-putrinya. Dimana ketika putranya memutuskan mogok sekolah dan minta homeschooling beliau setuju untuk memfasilitasinya, begitu juga ketika si anak minta untuk sekolah lagi barang 2 hari hanya karena kangen teman-temannya….J. Ibu Ariko sebagai nara sumber terakhir berbagi pengalaman tentang liku-liku kenapa beliau sampai bisa nyemplung ke area ini, dimana anugrah dari yang kuasa yaitu bahwa salah satu putra beliau termasuk anak berkebutuhan khusus sehingga beliau merasa perlu mencarikan sistim pendidikan alternatif bagi buah hatinya. Perjuangan beliau untuk meyakinkan orang-orang disekitarnya bahwa apa yang beliau lakukan juga diakui oleh negara juga mencari cerita tersendiri. Dan bukti pengakuan tersebut adalah selembar ijazah SD bagi putra tercinta.

Sayang waktu-pun berlalu begitu cepat, padahal masih pingin banget dengar cerita-cerita dari para homeschooler lainnya. Sedangkan disaat jeda masih terasa malu untuk bertanya kepada mereka berhubung ilmu yang masih minim tentang dunia ini. Sepulang dari sana ucapan suami yang melegakan “Terima Kasih Banyak Ma Membawaku ke Acara Yang Menyenangkan dan Menambah Ilmu” membuatku merasa yakin ada satu visi yang InsyaAllah mampu menjadi modal melangkah untuk berbuat lebih baik lagi paling tidak bagi pendidikan putra-putri kami. Dan seadainya memungkinkan bisa plus mewujudkan keinginan untuk menjadi agent perubahan untuk menjadikan lingkungan yang lebih baik. Amien

Monday, June 15, 2009

Nadia & Her Hobbies

Nadia membaca buku "duo stories"-nya dalam hening, sementara aku menyiapkan mie Tom Yam instant buat makan malam dan bapaknya masih serius menekuri komputer-nya. Sebenarnya suasana tidak sehening itu karena nyala TV masih menemani kesibukan kami...maklum acara Master Chef masih menjadi favorite kami berdua [aku dan Nadia]. Jadi disetiap jeda iklan aku melanjutkan proses memasak-ku....lari-lari antara dapur dan kamar yang memang kubiarkan tertutup rapat karena bau masakan yang aku pastikan bakal semerbak menyerbu seluruh ruangan. Kalau bau roti sih enak...harum. Nah ini bau udang teman makan Tom Yam pasti-lah bikin semua ruangan terasa amis nantinya. Nadia-lah yang menjadi sirine kalau acara sudah mulai lagi......"Mom...it's back"....enaknya punya anak yang punya hobby sama....:-D.

Hobby Membaca-nya

Sudah sebulan ini Nadia mulai membaca buku yang lebih banyak tulisan daripada gambarnya. Proses perkembangan membacanya semakin meningkat kukira. Kalau dulu dia suka membaca sambil mengucapkan kini dia mulai hanya menekuri jejereran huruf-huruf dalam diam...dan hanya matanya yang bergerak lincah menandakan bahwa dia sedang asyik membaca. Kalau dulu buku-buku yang dipinjam-nya masih berkisah tentang anak-anak dengan beraneka gambar kini dia mulia mengemari buku-buku yang berkisah tentang petualangan anak-anak usia antara 8 -12 tahun.....seperti "The Saddle Club-Kisah Club Berkuda"......

Peran guru sebagai motivator sangat mempengaruhi keseriusan Nadia menyelesaikan buku-buku yang menjadi kewajiban dia untuk dibaca di rumah. Tanpa harus dipaksa maka setiap malam dia akan menyiapkan folder Reading Book-nya, membaca dengan keras kalau ada aku di sampingnya dan meminta tanda tanganku sebagai bukti accomplishment-nya....:-D. Dan dia akan dengan bangga memperlihatkan stiker dan tulisan Mr Mallee yang memyemangati dia untuk terus rajin membaca.......

Tanpa terasa hampir 2 tahun budaya membaca Nadia terbentuk di sini. Hanya dalam hitungan bulan saja gairah membacanya begitu meningkat. Padahal ketika kami hendak berangkat ke OZ aku sedikit kuatir karena dia sama sekali tidak berselera untuk belajar bahasa Inggris. Untungnya beberapa teman yang sudah senior dalam dunia pendidikan memberikan ketenangan dengan mengatakan "tenang aja bu, anak itu otaknya masih seperti spon yang mampu menyerap segala sesuatu dengan cepat". Dan benar aja aku yang dulunya mengajari dia sekarang harus berbalik diajari dia terutama tentang bagaimana mem-pronunciation-kan sebuah kata dengan benar.....malah kadang aku jadi sering diketawain dia kalau salah.....:D maklum nduk ini lidah sudah jawa medok.

Kegemaran itu pada awalnya memang terasa dipaksa. Bagaimana tidak, setiap hari Nadia harus membawa satu buku berdasarkan tingkat membacanya [ini yang menentukan guru-nya]. Dari buku yang simple kata2-nya sampai akhirnya menjadi buku setengah cerpen yang mulai kompleks bahasa-nya. Tentu saja dibalik paksaan tersebut ada reward yang membuat anak seperti berlomba-lomba untuk mampu menyelesaikan bacaannya......

Perpustakaan sekolah dan perpustakaan wilayah-pun menjadi alat penyaluran hobby Nadia yang satu ini. Agar tertib maka jadwal peminjaman di perpustakaan sekolah masing-masing kelas ditentukan....untuk kelas Nadia adalah setiap hari Jum'at....jadi setiap hari Jum'at dia akan mendapatkan tambahan pinjaman buku.

Sedangkan kami sendiri juga membuat jadwal berkunjung ke perpustakaan wilayah yaitu pada hari minggu dimana Subrub Library kami buka mulai pukul 2 siang sampai 5 sore. Nah kalau di sini Nadia nggak cuma kalap pinjam buku tapi juga kalap pinjam VCD......yang enaknya nggak dibatasi jumlah pinjamannya.

Dapat sarana seperti ini tentu saja sayang kalau dilewatkan. Menginggat ketika kami nanti harus balik ke kota kami yang namanya perpustakaan mungkin masih belum jadi kebutuhan pokok yang perlu dipertimbangkan keberadaannya....padahal "buku adalah jendela dunia". Dengan-nya manusia akan mampu menularkan informasi dan pengetahuan. Sampai kadang begitu kuatnya keyakinan itu hingga aku sering terobsesi untuk mempersuasi orang lain agar membuat anak-anak-nya mencintai buku. Hingga kubermimpi jika penyediaan sarana untuk membuat orang tercerahkan pikirannya seperti buku, jaringan internet bisa menjadi primadona pembangunan mungkin bangsa kita bisa menjadi bangsa yang tak terbelakang lagi.

Hobby Nonton-nya

Beralih dari buku, Nadia juga punya hobby lain yaitu nonton film. Untuk acara TV atau VCD dia kelihatannya sudah nggak hobby lagi melihat film-film kartu produksi WB....kalau dulu aku sampai bosan banget menemani dia nonton VCD "Harry Potter" atau "The Fairies" atau "Bratz" tapi kini hobby-nya mulai bergeser melihat serial TV seperti "The Saddle Club", "M.I. High-Kisah TV ttg detektif remaja"....

Kisah-kisah dalam setiap film-film itu sering mempengaruhi daya imajinasi Nadia saat bermain.....kalau dulu karena terpengaruh film "HP", "The Fairies" maka dia sering banget minta dibelikan pernak-pernik yang berhubungan dengan dunia para peri seperti "pakaian balet", "sayap kupu-kupu", "tongkat ajaib"....ampun deh semuanya serba pink!!!

Kini dengan perubahan haluan tontonan-nya....maka pernak-pernik yang dia inginkan-pun berubah, kuda......kuda.....kuda.....kuda......sampai dia searching lagu-lagu Saddle Club di YouTube, nyari sendiri data Club Berkuda yang dia ingin ikuti dari soal biaya, lokasi[ sampai info detailnya [untuk yang ini nggak terturuti ya nak....], kalau lihat boneka kuda rasanya kalap pingin beli aja....kasihan sih....cuma entar aja deh di Indo soalnya barang yang mau diangkut ke Indo sudah audzubillah banyaknya....dan yang lebih ajaib lagi setiap hari dia menjadikan kursi satu-satunya di unit kami menjadi kuda tunggangan dia, di kasih bantalah buat saddle-nya, kain sprei-pun harus direlakan untuk menjadi penutup saddle-nya, jump-rope-nya diagunakan untuk menjadi tali kekang dan selalu diikat dimanapun [sebelnya kadang bikin kesandung orang yang jalan dan kadang harus rajin membuka ikatnya kalau kita mau pakai kursinya]....puih....belum lagi dia bikin acara lompat kuda setiap harinya....jadi pulang sekolah dia sudah bikin arena berkuda sendiri dengan membuat halang rintang di-mana-mana....berhubung nggak ada kuda beneranya jadi dia lari sambil lompat-lompat sendiri.....bagus kali ya buat olah raga sore.......benar-benar nggak ada capeknya. Untung unit kami termasuk luas....jadi bebas deh dia lari dari satu ruangan ke ruangan yang lain.....:-D

Nah acara pretender lainnya terpengaruh sama film M.I. High....ini kisah detektif remaja yang berusaha menyelamatkan dunia dengan teknologi yang kayaknya kalau pas jaman kecil-ku setara dengan "Mission Impossible"......Nah kalau keinginan ini yang sedang kambuh maka lemari pakaian bakal jadi sasaran.....dia akan mencari semua jaket bapak atau ibunya yang berwarna hitam....biar kedodoran yang penting hitam. Ditambah dengan kaos panjang hitam dan celana hitamnya dia akan beraksi dengan segala "gadget" yang dia buat sendiri.......dari telepon gengam yang udah rusak, kertas-kertas berisi nama-nama sandi, pensil yang digunakan sebagai pemancar....dan entah apalagi yang bergatungan di tali pinggang kamar mandi-nya. Kadang aku sampai ketawa sendiri melihat kesibukannya.......dan anehnya dia enjoy banget dengan imajinasinya.

Dari setiap imajinasinya aku melihat dia selalu memilih menjadi tokoh yang baik....meniru tindakan tokoh idolanya yang mencintai kudanya dan selalu menjaga persahabatan seperti dalam film TSC atau menjadi tokoh pembela kebenaran dalam film M.I. High. Dia juga selalu bilang "Why is she/he so mean, mom?" kalau melihat perbuatan pemain antagonis-nya. Paling tidak dia sudah belajar untuk membedakan mana tindakan yang baik dan mana yang tidak.........

Walau masih sering juga timbul rasa was-was akibat efek negatif dari film yang ditontonnya....tapi sampai saat ini kami belum memutuskan untuk menstop secara total hobbynya yang satu ini. Karena sampai saat ini aku masih melihat dia masih mampu membedakan tontonan yang boleh dia tonton atau tidak berdasarkan label-label standar yang ditentukan oleh pemerintah OZ. Seperti di bawah ini :

TV Classification System for Australia

Exempt From Classification
The “E” rating indicates material that is exempt from classification.
For General Exhibition
The G rating indicates material that is suitable for all ages. Violence must “have a low threat and be justified by context”, sexual activity, nudity and drug use may only be “very discreetly implied”, and coarse language must be “very mild and infrequent”.
Parental Guidance Recommended For Young Viewers
The PG rating recommends parental guidance for young viewers. It is more relaxed in all categories. Violence should be mild and infrequent, and drug use and nudity should be justified by context. Coarse language must be mild and justified by context. This category allows the use of words such as "shit" and "bitch".
Recommended For Mature Audiences
The M rating is recommended for mature but relatively young audiences. Language is moderate in impact, allowing the use of words such as 'fuck,' but "aggressive or strong coarse language" should be infrequent, and sex may be moderately implied. Sexual violence must be limited. Drug use can be depicted in context. This is the highest unrestricted rating.
Suitable For Mature Audiences Only
The MA15+ rating is restricted to those 15 and over meaning those under 15 cannot legally view the film without being accompanied by a parent or legal guardian. It may contain strong bloody violence if justified by context, strong implication of sexual activity, and strong impact coarse language (though “very coarse language” should be infrequent), and “strong themes”.

Resouce : wikipedia

Wednesday, May 27, 2009

Baling-Baling Bambu....eh Kertas

Pulang sekolah hari ini ada lagi yang baru dari kelas science-nya yaitu bikin baling-baling bambu.....eh baling-baling kertas deng.......emangnya Doraemon. Cara bikinnya nggak susah tapi bisa bikin Nadia senangnya minta ampun......dan rahasianya ternyata terletak pada benda kecil yang diseput clip....ya clip yang digunakan sebagai pemberat supaya baling-baling itu kalau dilempar ke atas akan turun dengan posisi tegak.....dan berputar....





Bahan :
** Kertas HVS yang agak tebalan dikit tapi nggak usah tebal-tebal
** Buat pola ukuran panjang 21 cm dan lebar 8 cm. Gunting menurut pola
** Lipat 2 sama besar dan untuk Bagian A dibagi 2 segi panjang yang sama besar, dan Bagian B dibuat 3 segi panjang yang 2 bagian pingir berukuran 2 x 10.5 cm. dan bagian tengahnya berukuran 3.5 x 10,5 cm
** Gunting Bagian A sehingga terbelah membentuk 2 segi panjang dan gunting bagian bawahnya sepanjang segi panjang kecil.
** Lipat Bagian B sehingga terbentuk persegi panjang tunggal.
** Sematkan clip. Dan baling-baling siap diluncurkan.....
It's fun Mom.....:-D

Friday, May 22, 2009

Mr Mallee's Girls

20
Girly-nya Nadia terlihat dari berbagai sikap dia....dari yang suka dandan lebih dari ibunya....:), suka membaca buku-buku yang kesannya feminim seperti ballet, fairy....Mainannya pasti seputar boneka dan pretending to be mom, teacher, or tokoh cewek yang dikaguminya. Teman bermainannya juga kebanyakan dengan anak perempuan [mau sih mainan sama teman-teman lelakinya tetapi kebanyakan dia menganggap mereka jahil]....he...he.....Sampai-sampai yang dihafal di dalam kelas juga teman-teman perempuannya....Dia selalu menyebut clan-nya itu sebagai Mr Mallee's Girl. Dia juga suka banget merubah-ubah dandanan rambutnya....atau berganti-ganti baju untuk berperan [yang ini kadang menyebalkan karena baju-baju yang sudah diatur rapi di dalam almari harus rela diaduk-aduk lagi sama Nadia].

Monday, May 18, 2009

Eksperimen Telur Dalam Botol

Sering berpindah-pindah, ada keuntungan-nya juga. Hari ini sudah tanggal 18 May....yang berarti kurang lebih tinggal 2 bulan lagi kami akan kembali ke pengkuan Ibu Pertiwi....yang berarti juga sudah saatnya untuk beres-beres packing buat pindahan. Supaya pekerjaan tidak menumpuk di belakang hari aku mulai mencicil pekerjaan. Dan hari ini aku masih disibukkan dengan packing buku-buku Nadia yang sudah menghabiskan 3 boks....tapi sebelum dimasukkan ke dalam boks kami harus menulis judul-judul buku untuk di declare sebagai barang habis pakai saat dikirim balik ke Indo nanti.....kalau tidak bisa dikira barang import nanti....dan kena biaya lebih mahal....padahal buku-buku Nadia kebanyakan hasil berburu di Book Sale....:)

Untuk mulai menyusun buku-buku ini, aku mencoba mengkategorikan ke dalam 3 kategori besar yaitu buku cerita bergambar, novel dan buku aktivitas. Wuih.... untuk buku Novel saja sampai hari ini sudah tercatat hampir 50 judul. Kami sengaja membeli buku-buku novel ini walaupun Nadia masih malas untuk membaca buku yang terlalu tebal [baik yang masih ada illustrasi maupun yang sama sekali nggak ada illustrasinya] buat mencoba mempertahankan kebiasaan membaca Nadia yang makin terasah sejak dia sekolah di sini....Berdasarkan pengalamanku sendiri aku mulai menyukai buku-buku bertipe novel seperti 5 sekawan, Sapta Siaga, Trio Detektif....saat aku duduk di kelas 3 SD....harapanku siapa tahu Nadia juga akan bisa menikmati buku-buku yang lebih berat bobotnya sejak dia masih kecil......:-)

Malamnya aku bikinin dinner soto daging. Kelihatannya cocok sama mereka berdua karena buktinya Mas sampai nambah, sedangkan Nadia juga lahap menyantap sotonya sampai licin tandas. Soto daging kali ini aku pisahkan antara daging dan kuahnya. Dagingnya setelah direbus dibumbui dengan bawang putih dan ketumbar...yami. Tambah telur rebus, kubis dan krupuk serta sambal rebus....ehm...jadi pingin nambah terus apalagi udara dingin sudah menjelang. Jadi ibu itu nggak pernah berhenti mikir. Saat masak-pun sudah kepikiran mau masak apa buat sarapan dan makan siang yang akan dibawa ke sekolah besok....Capek deh....:-)

Nadia hari ini pulang dengan segudang cerita tentang eksperimen2 yang dia lakukan di kelas science-nya. Langsung cari gelas buat membuktikan pelajaran-nya tadi kalau air nggak tumpah ketika gelasnya dibalik. Lalu telur yang bisa nyemplung ke botol yang lehernya lebih kecil dari ukuran telurnya.

Di eksperimen pertama yaitu gelas berisi air yang dibalik dengan harapan air di dalamnya nggak tumpah/merembes di kertas penutup gelas ternyata gagal....karena jengkel dia langsung membuang kertas....sambil garuk2 why? Sedangkan experimen yang kedua yaitu memasukkan telur secara ajaib bke dalam botol yang berleher sempit berhasil dengan gemilang dengan menggunakan telur jatah makan soto dia....:)). Dan dia nggak protes walau makan sotonya nggak pakai telur lagi.......^_^. Bahkan dia bilang : "I want give this botol to Mr B mom....because the process was so fast when using this botol...not liked when we did at school". Iya...iya....

Jadi rahasianya apa dong?

Untuk Experiment : Telur Nyempung ke Dalam Botol

Nadia langsung ngublek nyiapin alat-alat-nya :
*** Botol Jus bekas jajan di Nando's. Botol ini memiliki diameter mulut yang cukup besar namun tidak dapat langsung dilalui oleh telur.
*** Telur ayam yang telah direbus dan dikupas kulitnya [padahal ini kusiapkan buat nemenin makan soto...ihiks]
*** Kertas bekas
*** Korek Api

Caranya :
Nadia membakar selembar kertas yang telah digulungnya dan segera memasukkan ke dalam botol. Lalu segera pula dia melatakkan telur di atas mulut botol yang sudah diisi dengan kertas yang terbakar tadi. Diamkan beberapa saat, plung.....telur secara berlahan-lahan masuk ke dalam botol......^_^. Alhamdulillah berhasil.

Konsep Sains :
Nyala api dapat terjadi ketika terdapat kandungan oksigen dalam jumlah yang cukup di dalam udara. Pada saat kertas yang telah terbakar dimasukkan ke dalam botol, api tersebut akan terus menyala sambil mereaksikan antara oksigen dengan kertas. Lama kelamaan jumlah oksigen dalam botol akan habis.

Pada saat oksigen di dalam botol berkurang maka tekanan di dalam botol-pun akan turun. Hal ini menyebabkan tekanan udara di dalam botol akan lebih rendah dari pada tekanan udara di luar. Akibatnya telur akan mendapat tekanan dari luar botol sehingga perlahan-lahan telur akan terlihat seolah-olah terisap ke dalam botol sampai masuk seluruhnya.

Tuesday, May 12, 2009

Home Schooling - Belajar Menggambar Kuda

Kecintaan-nya pada Saddle Club masih tak terbendung.....karena untuk masuk ke Club Berkuda belum memungkinkan saat ini [entar nunggu emak atau bapak jadi orang berduit kali ya nduk...:-)]. Maka hasrat berkudanya dia salurkan pada box-box untuk dijadikan kuda-kudaan atau pada kursi kayu satu-satunya yang ada di unit kami.....:D. Lengkap plus tali kekangnya yang dia bikin dari Jumprope dan juga saddle-nya yang dia bikin dari sarung bantal dan sprei....Nggak pernah kekurangan akal deh.....^-^.

Penyaluran lainnya dia lakukan dengan mencari cara-cara mengambar kuda di Internet. Dari hasil surfing dia nyasar ke ABC, trus mulailah dia menggambar berdasarkan petunjuk yang ada di situ step by step....Ini hasil uji coba pertamanya :


Belum merasa puas dia maunya mengambar lagi.....dan ini hasilnya....much better proporsinya....:-D alias nggak kepanjangan badannya




















Nah saat itu entah mengapa ibunya juga jadi pingin ikut belajar menggambar, karena aslinya ibunya sama sekali nggak bisa menggambar.....siapa tahu kalau bisa latihan khan bisa ngajarin anak-anak TK nantinya.....:-). Hasilnya??? kata Nadia...."Why your drawing is much better than me?"....mewek lagi deh....trus dia corat-coret lagi di kertas lain tapi sambil marah-marah dan airmatanya berlinang.....Kucoba hibur dengan kata-kata...."Mom, need more than 20 years to draw horse like this, but you...on your age you can draw it..:-)). Nggak mempan......akhirnya ya dia bilang mau bawa kuda mom ke sekolah buat di warnai di sana....benar aja Black deh kuda-ku....:-).

Trus nyari-nyari lagi web yang bisa bantu kita belajar ngambar binatang dengan lebih mudah...dan hasil coba-coba Nadia bisa dilihat di sini.




















Resource : http://www.ehow.com/video_4986638_draw-simple-elephant.html

Dan hari ini pulang sekolah dia tunjukin gambar kuda yang keren....."wah cantik sekali kudanya nak"...."Did you make it?"....Ini jawaban jujurnya ..."Aku mengikuti garis yang ada di gambar yang ada di buku yang aku pinjem dari perpustakaan, tapi aksesori kuda dan buntutnya aku bikin sendiri....:-)". Oh........... begitu makanya kok bagus banget......proporsional....:-)).

Tidak ada kata menyerah dalam kamus hidup-mu ya nduk.

Nursery Rhymes

Target hari ini adalah memulai mencatat buku-buku yang akan dikirim pulang, begitu diubek-ubek ternyata 3 boks akan dihuni oleh buku-buku Nadia aja. Wuih....kukeluarkan semuanya dan mulai mencatat satu-persatu judul buku2 itu.

Sambil mengalokasikan satu persatu grup buku-buku...dari buku aktivitas, buku cerita, cover tebal dan ukuran kecil plus buku-buku unik serta novel. Mataku tertuju pada sekumpulan buku "Nursery Rhyme"...dan aku tiba-tiba ingat bahwa 2 hari yang lalu aku juga meminjam CD-CD dari library tentang hal ini. Nah sekalian aja diputar CD-nya dan mencocokkan dengan lyric yang ada di buku-buku. Nggak kerasa hampir menghabiskan setengah hariku.....But I love it, siapa tahu nanti bermanfaat buat orang lain juga...Sekalian menghiburkan The Baby yang hari ini lagi tenang banget dan nggak bikin emak-nya mual-mual. Terima Kasih ya sayang......:-D

(3). 1,2,3,4,5 Medley

One, two, three, four, five,
Once I caught a fish alive.
Six, seven, eight, nine, ten,
Then I let it go again.
Why did you let it go?
Cause it bit my finger so.
Which finger did it bite?
This little finger on the right.


(3) Rub A Dub Dub

Rub a dub dub, three men in a tub;
And who do you think they be?
The butcher, the baker, The candlestick-maker;
Turn 'em out, knaves all three!

Rub a dub dub, three men in a tub;
And how do you think they got there?
They all jumped out of a rotten potato,
'T was enough to make a man stare.

================================================================================================

(4) Rain rain go away

Rain rain go away,
Come again another day.
Little John wants to play;
Rain, rain go away,
Never show your face again!

"Rain on the grass,
And rain on the tree,
Rain on the house-top,
But not on me."



(4) It's Raining, It's Pouring


It's raining, it's pouring
The old man is snoring.
He went to bed and bumped his head,
And couldn't get up in the morning

==============================================================

(5) Mary, Mary Quite Contrary

Mary, Mary, quite contrary,
How does your garden grow?
With silver bells and cockle shells
And pretty maids all in a row.





(5) Dr Foster

Doctor Foster went to Gloucester
In a shower of rain;
He stepped in a puddle,
Right up to his middle,
And never went there again



(5) Cock-A-Doodle-Doo


Cock A Doodle Doo!
My Dame has lots her shoe,
My Master's lost his fiddling stick,
And doesn't know what to do.

Cock A Doodle Doo!
What is my Dame to do?
Till Master finds his fiddling stick,
She'll dance without her shoes,

Cock A Doodle Doo!
My Dame has found her shoe,
And my Master's lost his fiddling stick,
Sing Doodle Doodle Doo.

Cock A Doodle Doo!
My Dame will dance with you,
While Master fiddles his fiddling stick,
For Dame and Doodle Doo.


(5) Sesaw Margery Daw

Sesaw, Margery Daw,
Johnny shall have a new master;
He shall have but a penny a day,
Because he can't work any faster

====================================================================

(6) Teddy Bear

Teddy Bear Teddy Bear turn around
Teddy Bear Teddy Bear touch the ground
Teddy Bear Teddy Bear down show your thoes
Teddy Bear Teddy Bear touch tour nose

Teddy Bear Teddy Bear stand on your head
Teddy Bear Teddy Bear go to bed
Teddy Bear Teddy Bear wake up now
Teddy Bear Teddy Bear make your bow


(6) Ride A Cock Horse

Ride a cock-horse to Banbury Cross,
To see a fine a lady upon a white horse;
Rings on her fingers and bells on her toes,
She shall have music wherever she goes.

==================================================================================================

(7) Ring A Ring of Roses

Ring a ring o' rosie,
A pocket full of posies
Atishoo, Atishoo,
We all fall down.

The King has sent his daughter
To fetch a pail of water
Atishoo, Atishoo,
We all fall down.

The bird upon the steeple
Sits high above the people,
Atishoo, Atishoo,
We all fall down.



(7) Pat A Cake

Pat a cake, pat a cake
Baker's man
Bake me a cake
As fast as you can
Pat it and prick it
And mark it with "B"
And put it in the oven
For Baby and me.



(7) Pussy Cat, Pussy Cat

Pussy Cat, pussy cat, where have you been?
I've been up to London to look at the queen.
Pussy Cat, pussy cat, what did you there?
I frightened a little mouse under a chair.





(7) Twinkle, Twinkle

Twinkle, twinkle litte star
how wonder what you are!
Up above the world so high
like a diamond in the sky.
Twinkle, twinkle little star
How wonder what you are!

================================================================================================

(8) Humpty Dumpty

Humpy Dumpty sat on the wall
Humpy Dumpy had a great fall,
All the King's horse
And all the king's men
Couldn't put Humpty together again



(8) Little Miss Muffet

Little Miss Muffet
Sat on a tuffet,
Eating her curds and whey;
There came a big spider,
Who sat down beside her
And frightened Miss Muffet away.



(8) Jack and Jill

Jack and Jill went up the hill
To fetch a pail of water,
Jack fell down and broke his crown,
And Jill came tumbling after





(8) Little Bo Peep

Little Bo Peep has lost her sheep
And can't tell where to find them
Leave them alone,
And they'll come home
Wagging their tails behind them

(8) Baa Baa Black Sheep

Baa, baa, black sheep
Have you any wool?
Yes, sir, yes, sir,
Three bags full;
One for the master,
And one for the dame
And one for the little boy
Who lives down the lane

==================================================================================================

Picture : Sing or Say Best Loved Nursery Rhymes Book