Showing posts with label 02 nadia. Show all posts
Showing posts with label 02 nadia. Show all posts

Sunday, December 1, 2013

Mendidik Dari Mula


Sepulang sekolah, sambil sibuk membongkar isi tas sekolahnya, seperti biasa Nadia [udah jadi siswa SMP] mulai asyik berceloteh tentang hal-hal yang dialaminya sepanjang hari di sekolah.  Dan biasanya  aku menemani dan mendengarkan celotehannya sambil menyiapkan makanan siang, sekedar membuka-buka artikel di laptopku ataupun membolak-balik buku-buku untuk mencari materi yang menurutku akan asyik kalau dipakai untuk diskusi malam kami . “Masak ma, aku lihat ada kakak kelas cewek-cowok yang pegang-pegangan tangan di mushola. Padahal yang cewek pakai jilbab lo ma. Kok bisa ya?” dengan gaya polosnya dia lanjut bertanya. “Cowok-cewek itu khan nggak boleh dekat-dekatan, iya khan ma?” lanjutnya lagi.

Sambil menyimak. aku berkata dalam hati, “Ini dia, masa itu sudah tiba". Yah waktu telah berlalu dan anakku sudah mulai menginjak usia remaja. Aku sudah meyakini akan ada masa ketika aku harus menjelaskan tentang hal-hal begini. Dan Sejak kami menikah, aku dan suami juga sudah bersepakat mencari ilmu terus menerus untuk mencegah upaya-upaya tanpa sengaja kami  mematikan curiosity dalam keluarga kami terutama anak-anak kami. Dan saat ini, aku hanya berharap dalam hati semoga aku bisa menyelesaikan tantangan kali ini. 

Maka mulailah aku bertanya pendapat Nadia mengenai kejadian tersebut. “Menurut kakak sendiri gimana sikap itu?”, tanyaku. Dengan tegas dia menjawab “Ya ndak boleh ma., wong berdua-duaan aja dilarang. Apalagi pakai pegang-pegangan tangan…..Iiiiiih.”. Mukanya jadi ikut mengeryit. Uh tanpa bisa ditutupi aku bernafas lega. Alhamdulillah dia sudah bisa mengambil sikap. “Memang kenapa kalau mereka nggak boleh dekat-dekatan?” tanyaku jadi ingin tahu. “Khan mereka bukan muhrim”.  Sekali lagi kutarik nafas lega. Alhamdulillah dia sudah mulai memahami.

“Janganlah seorang laki-laki berdua-duan (kholwat) dengan wanita kecuali bersama mahromnya”
(HR Bukhari & Muslim)

“Sungguh tidaklah seorang laki-laki bersepi (berduan) dengan seorang wanita, kecuali yang ketiga dari keduanya adalah syaitan”
(HR at-Tarmidzi)

Celotehan Nadia tadi membawaku teringat salah satu kalimat salah seorang motivator. “Mendidik seorang anak seyogyanya bukan baru dilakukan ketika seorang anak dilahirkan, tidak juga ketika seorang anak masih berada dalam kandungan. Namun seyogyanya dimulai saat seorang lelaki/wanita memilih calon suami/istrinya. Maka pilihlah calon ibu atau ayah yang baik bagi anak-anak kita ”  Yang memang menjadi salah satu hak anak yang harus kita penuhi.

Jadi terkenang masa-masa sebelum aku memilih Mas suami sebagai suami dan calon ayah bagi anak-anakku. Saat itu tentu saja pengetahuan agamaku masih minim sekali dan sampai saat ini pun masih jauh dari mencukupi. 

Kami bertemu saat kami berdua bekerja di sebuah perusahaan pertambangan asing jauh di pelosok Kalimantan Timur. Aku adalah murid beliau di Human Resource Center tempat beliau bekerja sebagai trainner bagi para karyawan perusahaan. Dari sekedar pertemanan di kantor dan sesekali bertemu di area Senior Camp - tempat tinggal kami, seperti di Mess Hall – tempat kami makan dan Recreation Hall, area rekreasi karyawan, para. akhirnya suatu hari beliau mengirimkan sepucuk surat elektronik - email kepadaku untuk mengajak  berbicara serius. Dan yang membuat-ku terkesan sekali adalah pertanyaan pertama beliau kepadaku apakah aku sudah di Khitbah oleh seseorang atau sedang menjalin hubungan dengan seseorang. Tentu saja kujawan “tidak, dan tidak pernah”. Dan memang, InsyaAllah sepanjang ingatanku, semasa remaja hingga dewasa aku belum pernah berkeinginan untuk menjalin hubungan seperti pacaran dengan seorang lelaki-pun.  Sejak remaja aku hanya memfokuskan diriku untuk belajar, mencapai prestasi tertinggi yang aku mampu lakukan, lalu kemudian bekerja untuk membuat kedua orang tuaku bahagia. Urusan berjodoh semua kuserahkan kepada yang di atas. Sampai-sampai bapakku saja bingung karena kelihatannya aku punya banyak teman lelaki, dari aktivitas organisasi yang kuikuti, yang berkunjung ke rumah tetapi kok sepertinya tidak ada yang special bagiku….hehehe. Namun alhamdulillah kedua orang tuaku tidak pernah sedikitpun memaksaku untuk segera mencari jodoh. 

Dan ternyata Mas suami-pun demikian, Insyaallah beliau belum pernah menjalin hubungan dengan seorang wanita-pun. Bahkan sedemikian cueknya dia pada hal-hal seperti itu sampai-sampai iparnya mengatakan kalau beliau itu setengah sufi deh…..walah ada-ada saja.

Dan akhirnya Mas suami-pun mengutarakan niatnya untuk meminang diriku. Saat itu aku tentu saja belum bisa menjawab langsung. Karena begitu jauhnya lokasi bekerjaku yang di Kalimantan dengan tempat tinggal kedua orang tuaku maka aku mencari bantuan teman-teman terdekatku untuk mencari informasi mengenai siapa dan bagaimana sebenarnya lelaki yang meminangku ini. Alhamdulillah informasi positif diberikan oleh teman-teman yang juga mengenal beliau dan mereka mendukung seadainya kami  bersatu. 

Maka demi untuk menjajagi keseriusan beliau, aku mengajukan 3 syarat. Yang pertama, beliau harus segera pergi ke Surabaya untuk meminta-ku kepada ayah-ku. Yang kedua hari pernikahan harus diselenggarakan as soon as possible dan tidak perlu bermewah-mewah. Yang ketiga, selama menunggu proses menuju pernikahan aku tidak ingin kita kelihatan runtang-runtung berdua seperti orang pacaran. Cukup hanya kita, sanak saudara dan teman-teman terdekat kita saja yang tahu proses ini. Dan alhamdulillah semua dengan gentlemen beliau penuhi. Beliau datang ke rumah Surabaya sendirian untuk meminta kepada bapak. Lucunya karena lugunya dia datang-pun hanya bersandal jepit. Jadi kebayang dengan tubuh kurus, wajah lugu seperti anak SMA dan bersandal jepit, bagaimana dia bisa meyakinkan bapakku untuk menerima pinangannya. Dan aku menginformasikan kedatangan beliau ke bapak hanya lewat telepon. Lalu Selama proses menuju pernikahan-pun kami lebih sering berkomunikasi lewat e-mail maupun telepon. Dan hanya seminggu sekali beliau datang untuk mengkonfirmasikan beberapa hal ke barak-ku. Yang jarak sebenarnya  cuma terpisah satu barak saja dari baraknya. Dan itupun hanya kutemui di ruang tamu dan tidak boleh masuk kamarku (seperti kebiasaan karyawan di sana yang mengijinkan teman-teman lelakinya masuk ke dalam kamar mereka) .Sampai teman-temanku dan teman-teman beliau  pada terkejut ketika kami menyerahkan undangan pernikahan yang baru kami berikan 1 hari menjelang keberangkat kami pulang ke rumah kami masing-masing untuk persiapan pernikahan di tanggal 1 April…..hihihi. Sampai-sampai mungkin mereka mengira aku lagi keranjingan bikin “April Mop” seperti budaya barat.

Kamipun mencoba membuat pernikahan kami sesederhana mungkin dengan memilih untuk membuat undangan pernikahan kami seminimalis mungkin namun tidak kehilangan unsur keindahan dan berharap bisa didaur ulang menjadi sebuah pembatas buku, dan bukan hanya jadi selembar kertas yang nantinya dibuang percuma setelah membacanya. Aku ingat sekali, di dalam undangan itu tertulis Doa Nabi Muhammad SAW pada pernikahan putrinya Fatimah Az Zahra dengan Ali Bin Abi Thalib. Yang menjadi harapan kami juga dalam pernikahan kami

“Semoga Allah Menghimpun Yang Terserak dari keduanya, memberkati mereka berdua dan kiranya Allah meningkatkan kualitas hidup mereka. Menjadikan pembuka pintu rahmat, sumber ilmu dan hikmah serta pemberi rasa aman bagi umat”

Lalu dibaliknya ada sebuah quote yang mencerminkan kecintaan kami pada buku yang ingin kami wariskan kepada anak cucu kami kelak, sebagaimana bapakku telah mewariskan kecintaan itu kepadaku.

“Buku adalah teman bicara yang tidak mendahului ketika kamu sibuk, tidak memanggilmu ketika kamu tengah bekerja, tidak memaksamu agar kamu berdandan untuknya. Dia teman duduk yang tidak menganggumu, sahabat yang tidak membujukmu, kawan yang tidak membosankanmu dan penasehat yang tidak mencari-cari kesalahanmu.’

(Ahmad Bin Ismail)

            Acara pernikahan kamipun digelar sesegara kemampuan kami untuk menyelenggarakan serta tanpa mengikuti tetek bengek adat istiadat  yang biasanya ada pada pernikahan Jawa yang tidak ada tuntunanya dalam Islam. Skip semua deh pokoknya…..hehehe. Dan alhamdulillah kedua orang tua kami setuju. Walaupun kami harus juga bertenggang rasa kepada keinginan orang tua untuk membuat acara yang sedikit besar dengan mengundang banyak tamu karena sanak saudara dan teman-teman kedua orang tua kami yang banyak.

Barakallahu laka wabaaraka ‘alaika wajama’a bainakuma fii khoirin

“Semoga Allah senantiasa memberkahi anda dalam suka dan duka dan menghimpun anda berdua dalam kebaikan
(HR Abu Daud dan Tirmidzi)

Doa-doa para tamu menjadi penguat diri kami untuk menjalani lembaran baru kehidupan kami. Memang tidak sesempurna kisah pernikahan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabat beliau serta alim ulama. Namun paling tidak kami mencoba untuk meneladani sedikit apa yang telah dilakukan beliau dengan mencoba sedari muda menjaga pergaulan kami. Sehingga kami mengharapkan dapat mengemban amanah dalam mendidik buah hati kami.

Kini masa telah berganti. Kami yang dulunya adalah seorang anak saja kini harus mengemban juga amanah untuk menjadi orang tua bagi buah hati kami. Maka upaya kami dulu untuk menjaga diri kami dan berusaha untuk terus menerus menjadi hamba Allah yang baik, kini bertambah dengan amanah untuk membantu anak-anak kami untuk menjadi pribadi-pribadi yang kuat dalam membela agama Allah SWT hingga mereka dapat melahirkan generasi yang lebih baik lagi.  
             
        Kami-pun mencoba beberapa upaya yang terus menerus kami lakukan. Yang pertama tentu saja dengan terus menerus mendoakan anak-anak kami  

“Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa (Q.S Al Furqon :74)

Yang kedua adalah kami tetap berusaha secara terus menerus untuk memberikan teladan yang baik sesuai dengan ajaran agama walaupun masih dalam batas pemahaman keislaman kami yang masih terus menerus kami coba tingkatkan. Bukankah teladan adalah sebaik-baiknya cara untuk mendidik seorang anak.

Yang ketiga adalah mengajak mereka untuk lebih mendekatkan diri dan memahami agama mereka dengan mendekatkan mereka kepada Al Qur’an dan Hadits sebagai sumber pedoman kehidupan mereka nantinya. 

Yang keempat kami selalu berupaya menyempatkan diri untuk mengajak dia berdialog mengenai konsep-konsep Islam baik dalam pergaulan antara lelaki dan perempuan, apalagi yang berhubungan dengan kasus-kasus yang dia alami dalam kehidupan sehari-hari. Maupun dalam hal-hal lain seputar kehidupan sebagai seorang muslim. Sehingga kami mengharapkan dia bisa memiliki pikiran yang terbuka mengenai agama yang dia yakini dari kecil ini. Di dalamnya pun, kami mulai sedikit demi sedikit juga membekali dia dengan pengetahuan seputar perkawinan yang di dalamnya ada tanggung jawab, ibadah dan kemulian dalam mengemban misi pembentukan generasi Islam sebagai sebuah amanah dari Allah SWT.

Dalam hening malam lirih kuucap dalam dialogku kepada-Mu ya Allah

“Ya Allah, mohon ampunilah kami atas banyaknya kezhaliman yang telah kami lakukan terhadap diri kami dan anak-anak kami yang disebabkan oleh kejahiliaan dan kelalalian kami. Dan jadikanlah kami termasuk dalam golongan orang-orang yang senantiasa memelihara amanah yang dipikulnya sehingga kami termasuk dalam golongan orang-orang yang berhak mewarisi surga Firdaus-mu dan akan kekal di dalamnya. Amien” 

Salatiga, 1 December 2013
Tulisan yang belum menembus salah satu "x"

Tuesday, February 26, 2013

Perjuangan Itu Tidak Instan…….


Keputusan menghentikan sebagian aktifitasku untuk fokus pada perkembangan putri-putriku akhirnya berbuah hasil juga. Hari ini, di papan pengumuman sekolah terpampang hasi Try Out UN pertama SDIT Nidaul Hikmah dengan nama Nadia (nama anak pertamaku), di urutan pertama. Nilai total 26 berhasil di raihnya, 9 untuk bahasa Indonesia, 9 untuk Matematika dan 8 untuk IPA. Mungkin bagi orang tua lain itu hal ini hanyalah urusan biasa, toh nilai memang tidak menentukan segalanya. Tetapi bagi-ku proyek kecil bersama anakku ini menjadi begitu berarti kalau menginggat perjuangan gigih dia mencoba mewujudkan salah satu mimpinya. Tanpa terasa ada sedikit linangan air mata yang tergenang di ujung mataku. Selamat ya nduk….perjuangan kita baru saja dimulai.


“Ma, jangan sibuk di depan computer terus toh, mbok bantu aku belajar untuk UN” begitu rengek si sulung memintaku di akhir November 2012. Di saat itu aku memang masih sibuk-sibuknya untuk menyelesaikan proyek organisasiku yang seperti biasa cukup menyita waktu dan pikiranku di sela-sela urusan keluarga.  Ups, what’s wrong nih? Nggak biasa-biasanya ada statement begini. Biasanya dia berempati aja dengan kegiatanku yang seabrek yang jujur saja di saat-saat tertentu jadi agak terlalu padat….hehehe ….”Loh khan biasanya mama juga bantu kakak kalau lagi belajar”, jawabku membela diri sambil sedikit mengernyitkan kening. Benakku mulai berusaha mencerna. Kok kelihatan desperate banget nih anak, bukankah hampir selama setahun belakangan ini dia sudah begitu mandiri untuk belajar sendiri tanpa perlu terlalu kuawasi. Tidak seperti awal-awal dia kembali mempelajari bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar pendidikannya, dimana aku harus jatuh bangun untuk membantu dia memahami bahasanya sendiri. Dan sepanjang setahun ini hasil pelajaran di sekolahnya pun alhamdulillah tidak juga menurun atau mengecewakan.

Permintaan sedikit menghiba itu, akhirnya membuatku berfikir. OK deh kalau anak sudah protes begini, berarti ada yang sedikit error. Maka kuputuskan untuk fokus dulu deh pada nih anak yang minta perhatian. Dan mulailah aku mencoba mencari tahu duduk persoalannya. Pertama, kucek dulu kinerja kerja sebagai ibu rumah tangga. Kenapa dia sampai protes bahwa aku walau fisiknya berada di rumah tetapi pikirannya ternyata melalang ke penjuru dunia…..hehehe. Protes sulungku “Mama terlalu sering berada di depan computer” menjadi masukan yang akhirnya membuatku memutuskan untuk mulai menggurangi dulu aktifitas-aktifitasku di luar kedua anakku, walaupun sebenarnya aktifitas itu cukup produktif….bukankah menebarkan ilmu juga merupakan sebuah ranah produktifitas ibadah.

Dan aku berjanji padanya untuk berusaha membantunya sekuat mungkin untuk mewujudkan mimpi Sukses UN-nya. Dan langkah pertama kali yang kulakukan adalah mencari tahu dulu atau memetakan kemampuan dia dalam memahami materi 3 mata pelajaran yang akan di UN-khan itu. Aku mulai hunting buku-buku yang berhubungan dengan UN sampai blusukan cari buku loakan ke loakan Pasar Raya Salatiga…..hehehe. Gitu ya kalau udah focus, sambil jalanpun mata masih aja kelihatan aja kalau ada buku-buku bekas yang kelihatan bisa digunakan untuk menambah perbendaharaan soal-soal. Dan tentu saja tak lupa mencari pinjaman buku  dari Ibu Guru-nya  dan kakak-kakak kelas-nya.  

Walau pilihan untuk mengikutkan  dia Les di beberapa lembaga bimbingan belajar yang banyak bertebaran bisa saja menjadi solusi yang termudah, tapi kami berdua (aku dan bapaknya) tidak mengijinkan dia untuk ikut, karena kami berdua sudah membayangkan betapa jenuhnya pikiran dia. Sudah seharian belajar materi kurikulum di sekolah. Eh pulang-pulang masih juga harus les duduk manis ketemu dengan hal-hal yang sama. Dunia khan tidak selebar daun kelor. Masih banyak hal lain yang bisa dilakukan…..hehehe. Sebagai gantinya aku menawarkan pilihan untuk membuatkan program “Sukses UN Tanpa Stres”. Syaratnya gampang…..Mimpi, Doa, Sholat, Sedekah dan Follow the program step by step….walah emang emaknya ini lebay deh kalau urusan begini. Kesepakatan pun dibuat, dan pengertianpun mulai ditanamkam. “Kalau nggak mau stress, belajarnya dicicil ya”. Dan begitu proyek-ku selesai di bulan Desember maka akupun untuk sementara mengundurkan diri dulu dari hinggar bingar organisasi. Fokus untuk mulai menyusun strategi buat sulungku. UN masih di bulan Mei, artinya kami masih punya 4 bulan ke depan untuk menikmati proyek ini….hehehe.

Di 2 bulan pertama yaitu Januari-Februari  aku meminta dia untuk menyelesaikan sebanyak mungkin contoh soal-soal yang coba kurangkumkan dengan bantuan kisi-kisi dari pihak sekolah. Dengan pengolaha data statistic, mulailah terlihat peta kesulitan dia. Mulailah bantuan tutorial  aku berikan untuk menjelaskan materi-materi yang belum dia kuasai. Hal ini lebih meringkas waktuku daripada aku harus mengulang mengajar semua materi yang ternyata sudah dia kuasai. Wah jadi ngerasa ginikah rasanya jadi guru les …hehehe. Dan sebagai konsekwensinya maka aku harus meluangkan malam-malamku menjadi malam-malam penuh keasyikan mencari, mengevaluasi soal-soal sesuai dengan materi dan pola soalnya untuknya. Tidak lupa untuk komitment yang sudah dia berikan dalam menjalankan program bersama ini, kami memberikan reward kalau dia berhasil menyelesaikan materi sesuai dengan jadwal yang sudah kita sepakati. Yah reward bagi anak seumur dia masih tetap menjadi hal yang ditunggu-tunggu. Rewardnya-pun nggak yang aneh-aneh, contohnya main sepatu roda di selasar kartini, atau beli es krim kesenangannya.

Dan sebagai hasil awal dari proyek ini. Aku mulai bisa merasakan beberapa hal yang positif. Dari pihakku aku sendiri jadi tidak ikut stress karena mulai bisa memahami kesulitan anakku dan mencoba membantunya. Nadia sulungku pun jadi nggak stress juga dan lebih percaya diri ketika dia sudah makin memahami materi yang diajarkan. bahkan dia jadi bisa menikmati mengerjakan soal-soal karena mengerjakannya sambil santai tanpa dikejar-kejar waktu yang sudah mepet dengan saat ujiannya. Alias no SKS (sistim kebut semalam).  Sebagai buktinya dia mau mengerjakan target penyelesaiannya di sela-sela dia menunggu-ku meeting, atau saat kami  menginap di rumah saudara, bahkan dia masih mau tekun mengerjakan sepanjang perjalanan salatiga – solo atau salatiga-semarang saat kami ada keperluan yang berhubungan dengan proyek pembangunan Graha Nugraha kami….Alhamdulillah. Semua itu dilakukan sambil masih sempat membantuku mengurus rumah, mengurus adiknya atau menikmati kegemarannya di dunia craft. Maka yang ada di benakku cuma harapan,  kalau dia bisa menikmati proses begini kemungkinan untuk materi-materi pelajarannya nyantol di memorinya khan bisa lebih besar. Amien

Namun perjuangan kami belum selesai sampai di sini. Satu demi satu tantangan ke depan masih harus dihadapi. Try Out ke 2 sudah akan dimulai di awal minggu depan, Tryout – Tryout berikutnya sudah menanti di bulan Maret dan April. Dan the Big Moment “Sang UN” masih harus dilalui di bulan Mei. Tapi bagi kami yang terpenting adalah bahwa proyek ini bisa menjadi salah satu proyek dari sekian banyak proyek pembentukan mental pada anak-anak kami. Belajar Bermimpi, Mengajarkan Proses mewujudkan Mimpi-Mimpinya, Meningkatkan Rasa Percaya Diri, Menanamkan Sikap Tawakal Dalam Arti Yang Sesungguhnya, Membentuk Sikap Ulet-Pantang Menyerah, Meningkatkan Kemampuan Problem Solving, Manajemen Waktu dan Kemampuan Menikmati Setiap Proses-lah yang sedang kami coba untuk tanamkan bagi pengembangan jiwa enterpreneurshipnya. Semoga Allah meridhoi upaya kami. Amien.

NB : Mohon doa untuk kesuksesannya melalui semuanya ya……Terima Kasih banyak.

Monday, December 3, 2012

Nadia & Impian lulus UAS-nya




Siang ini saat kami asyik ngobrol saat makan siang,  tiba-tiba tercetus ide (inspiring by hasil kuliah Institut Ibu Profesional untuk menvisualisasikan mimpi) untuk mem-visualisasikan kegembiraan Nadia jika semua nilai UAS-nya 100. (UAS-nya sendiri baru akan dia tempuh mulai hari Senin). Dan dia tampak menjadi penuh semangat. Dan Poject-pun dimulai dari dia langsung meminta di foto pakai baju sekolahnya…..shoot terpaksa diulang berkali-kali karena dia mau gambar dia adalah saat dia lagi melompat kegirangan. Jadi kalau biasanya aku suka mengarahkan para model sekarang aku yang diarahkan oleh Sang model….hehehe.. Trus mulailah Mbah Fotoshop dikerahkan untuk mulai hapus kanan-kiri….hehehe. Lepas itu baru tanya lagi ke si Kakak ada berapa Mata Pelajaran yang mau diujikan….9 katanya. Dan dari kesembilan mata pelajaran itu. Yang  4 adalah pelajaran berbahasa, 2 ilmu sosial, 1 ilmu agama,  plus 2 ilmu eksakta…..hmhmmm.

Trus dia minta layout-ya harus begini dan begitu. Dari milih icon sampai tulisannya harus sesuai dengan keinginannya. Begini instruksi-intruksinya ….: “ujiannya dibuat blank paper aja ma…trus mata pelajarannya dicantumkan satu-demi satu, dan jangan lupa semua dikasih nilai seratus ya ma. Lalu judul atasnya “Alhamdulillah” pakai titik-titik. Bawahnya ada kata-kata UAS lulus 100%.....oh jangan harus diganti UAS-ku lulus 100%, kalau enggak entar doanya nyasar ke orang lain…..wkwkwk.” Aku sampai nggak tahan untuk terpingkal-pingkal. “Nah kata mama khan kalau berdoa harus jelas apa keinginan kita.”  Wah benar-benar dia ternyata selalu mendengarkan diskusi-diskusi kami nih. Dan semoga Allah mendengarkan semua pintamu ya nduk.

Begitu gembiranya akan gagasan ini, dia lalu jadi kelihatan lebih bersemangat untuk belajar. Entah karena dia merasa kami mendukungnya ataukah karena dia sudah membayangkan lompatan gembiranya karena nilainya 100 semua…..hehehe  Tapi yang jelas selalu ada adalah Doa kami orang tuamu selalu mengiringi perjuanganmu Cah Ayu……….

…………………………………………………………………………………………………………………

Jadi pingin nulis apa yang baru kubaca dalam buku “The Secreat” hasil pinjaman kepada Narasumber kuliah Law of Attraction kami (Bp Akhmad Sulthoni) di halaman 94-95 dan ringkasan rahasia :

Proses Penuh Daya dari Visualisasi

…..Visualisasi adalah proses menciptakan gambar-gambar tentang diri anda yang sedang menikmati apa yang anda inginkan di dalam benak, Ketika anda melakukan visualisasi, anda membangun pikiran dan perasaan yang kuat tentang keadaan sudah memiliki apa yang anda minta pada saat ini juga. Kemudian hukum tarik menarik (The Law of Attraction) akan mengembalikan realitas itu kepada Anda, persis seperti apa yang anda lihat dalam benak………….

…………Alasan mengapa visualisasi ini begitu penuh daya adalah karena ketika anda menciptakan gambar-gambar dalam benak yang memperlihatkan diri anda memiliki apa yang anda inginkan, anda menghasilkan pikiran dan perasaan memilikinya saat itu juga. Sebenarnya visualisasi adalah pikiran yang terfokus kuat-kuat pada gambar-gambar, dan ini menyebabkan timbulnya perasaan yang sama kuat. Ketika anda melakukan visualisasi anda memancarkan frekuensi yang kuat ke Semesta. Hukum tarik-menarik akan menerima sinyal yang kuat itu dan mengembalikan gambar-gambar itu kepada anda, sama seperti yang anda lihat dalam benak anda…………..

----Dr Denis Waitley—
……Ketika anda memvisualisasi, anda mematerialisasikannya.

Berikut ini adalah hal yang menarik tentang pikiran : kami mengambil beberapa atlet Olimpiade dan meminta mereka mengalami peristiwa lomba dalam benak, kemudian mereka dihubungkan dengan perangkat umpan balik yang canggih. Yang menakjubkan, otot-otot yang sama diaktifkan dalam urutan yang sama ketika mereka berlari dalam lomba di benak maupun ketika mereka sungguh-sungguh belari di lapangan lomba. Bagaimana ini bisa terjadi? Karena benak tidak dapat membedakan apakah anda sungguh-sungguh melakukannya atau anda sedang latihan. Jika dalam benak anda sudah berada di sana, secara fisik anda akan pergi ke sana……….

…………………………………………………………………………………………………………………..

Dan ketika Sang Bapak melihat hasil karya kolaborasi kami….senyumnya jadi melebar. Apalagi ketika dia mendengar suara anaknya saat merekam pelajarannya (terima kasih atas inspirasinya bunda Septi dan Mbak Ara), maka makin melebarlah senyumnya. Lalu Sang bapak berucap……”Bapak sudah bisa bayangkan saat ini juga, bahwa suatu hari nanti bapak akan bisa mendengar suaramu berbicara di stasiun televisi, mungkin sebagai Narasumber atau mungkin saja sebagai jurnalis di National geographic, Discovery Channel, Al Jazeraa……. ;). Dan ketika sang anak jadi senyum tersipu dalam kebahagiaan,  ibunya hanya bisa berucap…..Amien….Amien.

Friday, July 20, 2012

Jelang Ramadhan....


Al Baqarah : 183

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.
 
Rabu kemarin Kuliah pertama Institut Ibu Profesional setelah hampir satu bulan penuh para ibu berlibur bersama anak-anak yang lagi liburan sekolah. Bunda Septi sendiri juga baru saja kembali dari Iran setelah menghadiri konferensi wanita muslim sedunia di sana selama 8 hari. Dan sebagai oleh-oleh kami mendapatkan kisah dari negeri 1001 malam selama setengah dari jam materi belajar hari ini. Asyik sekali menimba ilmu dari pengalaman beliau menyelami kehidupan bangsa Iran....janjinya beliau akan menuliskan pengalaman di web ibuprofesional.com. Dan banyak hal yang bisa diambil hikmahnya dari kehidupan bangsa Iran. InsyaAllah pingin menjalankan hal-hal yang baik dari bangsa mereka.

Dan Jum'at ini sebuah "Agenda Ramadhan" dari Bunda Septi menjadi hadiah bagi kami untuk mempersiapkan Ramadhan kali ini agar menjadi Ramadhan yang lebih bermutu hasilnya daripada tahun-tahun sebelumnya. InsyaAllah...........Harapan-ku Ramadhan kali ini semoga benar-benar bisa menjadi kawah candradimuka kami sekeluarga sehingga mampu meningkatkan diri kami menjadi perempuan dan lelaki yang berkualitas tidak hanya secara lahir namun juga batin. Amien.

Setengah dari materi belajar Rabu kemarin adalah tentang "Agenda Persiapan Menjelang Ramadhan" yang sesungguhnya mempunyai proporsi lumayan penting agar kita bisa mengisi ramadhan semaksimal mungkin tidak hanya dengan menjalankan ibadah puasanya saja tetapi juga ibadah-ibadah lainnya dengan baik. Agenda Ramadhan dari Institut Ibu Profesional yang bisa di download di www.ibuprofesional.com pastilah akan mengisi hari-hari Ramadhan kami. Selain itu aku juga menyempatkan diri untuk mengecek buku Kegiatan Ramadhan Nadia dari sekolahnya. Jadi hari ini kita cepet-cepetan menandai check list semua materi ini bersama-sama.

 

Dan hasil check list kita jadi begini :

Untuk kegiatan "Ikut Kegiatan Kajian Jelang Ramadhan", kami berdua sudah pada ikut beberapa hari yang lalu. Salah satu fungsinya adalah untuk menginggatkan kembali akan makna dan hakekat dari Puasa Ramadhan yang akan kita lakukan. Nadia mendapatkan banyak masukan dari liqo-nya sedangkan emaknya mendapatkan banyak masukan dari Kuliah-Ramadhan di Institut Ibu Profesional rabu kemarin. Sehingga seakan-akan kita udah di charge lagi untuk berusaha semaksimal mungkin membuat rencana dan meng-ekskusi-nya nanti......

Untuk Kegiatan "Bersih Diri" wah pasti tidak mau ketinggalan. Nadia bahkan tanya :"ma, apa perlu rambutku dipotong juga?....". "Nggak harus kak, cukup dirapikan saja, khan rambut kakak tidak semrawut.....:). Yang penting potong kuku, trus setiap habis makan kita gosok gigi. Mandi nggak pernah lupa minimal 2 kali. Trus kalau bisa menjaga kondisi wudhu kita....InsyaAllah itu cukup.

Giliran niat mau ikut kerja bakti membersihkan Tempat Ibadah, ternyata para pemuda di kampung kami sudah melakukan bersih-bersih sejak kemarin. Emang sih masjid Al Fitroh di belakang rumah kami sudah tambah kinclong sekarang karena tidak cuma dibersihkan biasa tetapi juga di cat dengan warna hijau ngejreng cerah dan kombinasi cat putih untuk kusen-kusen pintu dan jendelanya.....Jadi tambah cantik dan siap menyambut jamaah sholat dan tadarusan.....

Untuk partisipasi dalam Tarhib Ramadhan, kemarin khan sudah gotong royong sama Nadia buat bikin poster-poster menyambut Ramadhan, untuk dibawa Nadia saat pawai. Trus Nadia juga ikut tampil dalam lomba menyambut ramadhan walaupun tidak berhasil memperoleh juara. Dan "Puitisasi Terjemahan Al Qur'an" 5 sekawan akhirnya ditampilkan kembali di acara menyambut ramadhan di sekolahnya Rabu kemarin. Alhamdulillah.  

Jam 12 lebih  setelah semua urusan lain selesai, mulai deh kerja bakti bersih-bersih rumah. Dimulai dari teras yang se-uprit dan jalanan depan teras. Maklum khan ngontrak rumahnya di kampung yang nggak memungkinkan ada halaman luas. Tapi begitu-pun aku masih membutuhkan setengah jam untuk membersihkan gulma yang pada mencuat dari sela-sela trotoar di depan rumahku. Nah sekarang lumayan rapi..... 
Bersihin plafon rumah yang sudah mulai digelantungi sarang laba-laba. Menata ulang ruang-ruang biar kelihatan lega. Dan sampai pukul 3. Ternyata baru 1/3 ruangan rumah yang bisa teratasi...........lanjut setelah sholat Ashar ya. Dan jam 5, ternyata masih 2/3 rumah yang selesai dibersihkan.....Jadi mikir rumah ini kebesaran atau tumpukan clutternya yang terlalu banyak? Yah ndak papa wis....nanti selepas tadarusan aku bisa lanjutkan bagian yang 1/3 lagi. Tinggal ruang dapur, ruang makan dan ruang pakaian. Emang cuma 3 ruangan tapi tumpukan kerdus persiapan pindahan mulai menjulang....hehehe.

Session terakhir adalah session saling meminta maaf. Jadi session terakhir karena nunggu ayah yang pulangnya emang selepas jam 6. Dan acara saling meminta maaf-pun diselingi dengan tangisan naila.....bukan karena terharu tetapi karena keinginannya mau nonton vcd anak-anak kita tolak. Lah soalnya begitu dia lihat filmnya jadi nggak konsen sama emak-bapaknya yang sudah siap-siap dimintain maaf dan meminta maaf pada anak-anaknya. Kemudia selepas taraweh kita langsung menelpon para orang tua di Wonogiri dan Surabaya.....Nah sesion ini jelas membengkakkan tagihan pulsa kami karena ternyata bapak Surabaya dan Ibu Wonogiri pingin bercerita banyak begitu kami sudah meminta maaf dan minta "pangestu".....hehehe...dan maklum sebagai anak di parantauan kami-pun merasakan hal yang sama, jadi kerasa banget rindu nya kami bisa ngobrol bersama beliau-beliau. Apalagi bapakku adalah best friend bagiku dan hampir tidak ada rahasia diantara kita....hehehe. 



Selepas telepon-telepon-an dengan ortu...kita berdua (mas dan aku) malah terlibat diskusi yang panjang.........sampai tak terasa sudah jam 11 lebih.....wah langsung ditutup dulu deh aktifitasnya karena jam 2 nanti aku sudah harus mulai hidup lagi untuk menyiapkan sahur pertama kami................Bismillah.

Wednesday, July 18, 2012

Tarhib Ramadhan Poster

Sore sudah menjelang ketika Nadia baru bilang kalau besok acara di sekolah adalah "Pawai Ramadhan" dan diharapkan para siswa membuat poster untuk dibawa saat arak-arakan pawai bergerak mengelilingi jalan-jalan di sekitaran sekolah. "Gimana ya ma? Bikin atau tidak? Ndak usah aja ya....khan poster satunya aja belum jadi." rengek Nadia.

Aku langsung berfikir sesaat. Langsung melihat peluang bahwa moment ini bisa digunakan untuk membuat dia merasakan moment ramadhan adalah moment spesial. Ramadhan is Special. Harus disambut dengan sesuatu yang spesial. Salah satunya bisa dengan membuat poster-poster yang menginggatkan kita akan kedatangan "The Holly Month" ini.

Langsung aku bilang. "Kita harus bikin !!!".....This is an order (putusku dalam hati). Tapi kupakai kalimat yang pasti dia tidak akan menolaknya "Kalau Bu Guru minta kita bikin, ya kita bikin. Khan tujuannya untuk syiar nduk. Jadi entar pawainya bisa tambah ramai dan menarik". Dan Nadia-pun tak bisa menolak lagi walau sambil melirik poster gede yang masih setegah jadi di mejanya....hehehe

"Trus bahannya dari apa, khan sudah sore, nggak ada sepeda motor lagi," katanya. Tapi lalu dia segera melanjutkan. "Oh gini aja ma, setengah dari kertas karton kemarin khan masih ada. Kita bagi 2 lagi aja. Nggak usah besar-besar posternya. Biar nggak capai mewarnai....hihihi". 

Oklah pikirku, dia sudah mau bikin di waktu yang mepet gini aja sudah bagus. Dan akhirnya searching lagi deh ke mbah google. Lihat-lihat contoh poster-poster ramadhan karena sudah mati ide nih emaknya.......awalnya pilihan jatuh ke kata-kata seperti "Marhaban Yaa Ramadhan".....atau "Bikin saja kata-kata Asyiknya Ramadhan" kata Nadia. Tapi trus dianyulir....."bosan juga ya kalau tulisan-tulisan gitu terus". Nah akhirnya pilihan jatuh pada poster "Ramadhan Highway Code"....menurut kami lucu dan lebih komplet menceritakan harapan apa yang harusnya kita lakukan selama Ramadhan.

Jadilah kertas karton yang sudah separuh terpotong kemarin, masih dipotong separuh lagi. Trus karena Nadia masih bingung gimana cara ngambarnya akhirnya aku menawarkan diri untuk membantu mengambarnya......saat lagi asyik-asyiknya ngambar....tiba-tiba Nadia berkomentar (entar sadar atau tidak), "Mama ini kok pintar ngambar ya, dan aku kok nggak". Wah sedikit tersandung juga eh tersanjung juga dipuji nih anak yang sudah terkenal paling pelit muji mamanya. Dan untuk mengatasi kekikukan emaknya plus sebenarnya emaknya juga ragu karena gambar emaknya juga nggak bagus-bagus banget (menurut emaknya sendiri) cuma berucap "khan mama belajar".....hehehe.

Begitu gambar selesai, Nadia pun bergantian yang mewarnai. Iya ini memang karya kolaborasi antara ibu dan anak...hehehe. Sah-sah saja khan. Toh ini juga bukan untuk dipertandingkan. 

Paginya baru deh kita cari tongkat untuk pegangan poster, untung masih ada sisa pasak-pasak bambu yang dulu memang sengaja kuminta dari panitia acara Dick Doang di Lebah Putih (khan daripada kebuang sia-sia....pasak-pasak itu kini bisa didaur ulang jadi tongkat-tongkat poster pawai).....hehehe.  

Dan Nadia-pun siap untuk ikut tarhib. Cerita Nadia sepulang sekolah hari ini :
"Aku harus lari-lari ngejar pawainya ma. Soalnya aku disuruh tampil dulu Puitisasi Terjemahan Al Qur'an. Nggak ada micnya....untung kita bisa kencang suaranya. Dan perasaanku sih yang paling kencang suaranya jadinya aku sama Nada..... Trus selesai tampil kita (aku, Nada, Luluk, Zidny dan Asma)  harus ngejar-ngejar tarhibnya. Dan waktu ngejar tarhibnya eh...malah keblablasen.....tarhibnya belum nyampe tempat itu kita malah sudah nyampe jalan yang akan mereka lewati. Soalnya kita lewat jalan pintas.....hehehe.".  Selalu ada petualangan dan hal baru khan dalam hidup-mu nduk. Sesuatu yang sederhana namun mama selalu ingin mendengar-nya darimu.  

Sunday, July 15, 2012

Time

Dulu aku pasti sangat bingung kalau ditanya seseorang "What's time is it?". Masalahnya aku selalu kebalik-balik untuk menyebutkan "Half Past"...."Quarter Past" ataupun "Quarter to". Nah kemarin selesai ngaji, aku meminta Nadia untuk membaca buku "Fun to Learn Time".....sekalian aku juga belajar gimana menyebutkan waktu-waktu tersebut.

Pelajaran tentang waktu ini mungkin dapat membantu mengingat kalau suatu hari ditanya sama adik nadia.....:-))

Dalam satu hari terdapat pembagian waktu :

[Each Part of the day has a different name]
@ Morning
@ Afternoon
@ Evening

Berapa lama waktu yang dibutuhkan?
[everything you do takes time. Some things take a short time, other things take longer]
@.....takes a long time to..........but only a short time to..................


Nama Hari dalam Seminggu

[Days of the weeks]
@ Monday
@ Tuesday
@ Wednesday
@ Thursday
@ Friday
@ Saturday
@ Sunday

Nama Bulan Dalam Setahun
[Months of the years]
@ January
@ February
@ March
@ April
@ May
@ June
@ July
@ August
@ September
@ October
@ November
@ December

Musim
[Seasons]
@ Spring (everything starts to grow.Plants grow new leaves)
@ Summer (flower blossom in warm sunshine)
@ Autumn (the weather gets colder and leaves change colour)
@ Winter (it is cold and days are short. Sometimes is snow)

Jam
On the hours
[a day is divided into blocks of time called hours]

@ The big minute hand takes one hour to travel right around the clockface.
@ The little hour hand takes one hour to move between two numbers on the clocks.
@ When the big hand is on the 12....we say it is something o'clock.


Setengah.....
Half hours
[When the hour hand is half way between two numbers, we say it is half past the hour]

@ When it is half past, the big hand is on the six.
@ When it is half past, the little hand is between two numbers.
@ When the big hand is on the six, it has moved halfway around the clockface. We say it is half past something.

......lebih seperempat
Quarter Past
[When the minute hand is on the three, we say it is quarter past the hour]

@ When it is quarter past, the big hand is on the three.
@ When it is quarter past, the little hand is just past a number.
@ When the big hand is on the three, it has moved a quarter of the way around the clockface. We say it is quarter past something.


.....kurang seperempat
Quarter To
[When the big hand is on the nine, we say that it is quarter to the hour].

@ When it is quarter to the hour, the big hand is on the nine.
@ When it is quarter to the hour, the little hand is nearly at a new number.
@ When the big hand is on the nine, it has moved three quarters of the way around the clockface. There is only quarter more to go. We say it is quarter to something.

Sumber : Buku "Fun To Learn Time by Arianne Holde"

Wednesday, July 11, 2012

Sampul Buku Sang Perfectionist

Salah satu keinginan sederhana Nadia saat kita berlibur ke Surabaya kemarin adalah membuat Stiker nama untuk ditempelkan di buku-buku pelajarannya. Plus Kertas Kado yang maunya senada dengan Stikernya. 

Karena hampir setiap liburan tahun ajaran baru, Nadia beribur ke Surabaya. Otomatis hal-hal yang dilakukan oleh sepupu-sepupunya di sana meng-influence dia juga. Salah satunya adalah hobi sampul menyampul buku dimana setiap tahun biasanya mereka pada ingin berganti tema peralatan sekolahnya. Dan bagi Nadia kalau nggak bisa semua peralatan sekolahnya setema, maka paling tidak cukup sampul bukunya saja .....alhamdulillah dia mulai memaklumi teori "Want Or Need" yang aku terapkan padanya... :).

Saat dia kelas 4, dimana setengah tahun dia habiskan sekolah di SDIT Istiqomah-Balikpapan Kaltim dan setengah tahun sisanya dia selesaikan di SDIT Nidaul Hikmah-Salatiga JaTeng di kelas Zaid bin Tsabit di bawah bimbingan wali kelas Pak Donny, dia demen banget semua yang berbau "Winnie The Pooh". Sampai akhirnya saat ulang tahunnya yang ke 10, aku hadiah-i dia dengan barang2 yang berbau si Beruang Madu dan konco-konconya itu. Sampai buku pelajarannya-nya pun bersampul si Winnie ini.




Nah menginjak kelas 5, haluan karakter favoritnya berubah lagi menjadi si "Strawberry Short Cake". Jadi buku-bukunya di sampul dengan kertas kado si Strawberry cs. Di kelas 5 ini dia berada di kelas Thariq bin Ziyad di bawah bimbingan Bu Wiwik The Super Teacher karena selalu bersemangat untuk membuat anak-anak tahu potensinya dan mampu berprestasi.


Dan sekarang, saat dia sudah mengijak kelas 6. Karakter yang ingin dijadikan tema sampul dan stiker bukunya-pun sudah minta yang berbeda. Awalnya dia pingin karakter "Minni Mouse" tapi karena di tempat cetak stikernya, karakter ini tidak menjadi tokoh central dalam kelompok Mickey Mouse jadilah dia menganti karakter pilihannya menjadi si kucing imut "Hello Kitty"...walah ini mah karakter jadul banget. Saat aku masih kecil-pun karakter ini sudah ada....hehehe. Tetapi oklah akhirya dia minta di cetakan kartu nama itu. Selanjutnya dia berburu kertas kado sama tante mama dan sepupu-sepupunya Shafa dan Asya. Lah tak lama dia malah balik lagi ke stand cetak stiker untuk menganti karakternya dengan "Tinker Bell cs",  alasannya simple karena dia tidak menemukan kertas kado Hello Kitty dan adanya malah kertas kado karakter Tinker Bell. Jadi nih Stikernya menyesuaikan dengan kertas kado yang tersedia. Weleh...bolak-balik ganti saja nduk....:)

Pulang dari Marina Plaza, Tante Mama langsung laporan....."Walah dhi....anakku Super Perfect, ngalah-ngalahi ibune.....Lek tuku barang benar-bener detail......Ngelu aku nunguin". Tuku Bulpen ae sik bingung....sui banget milih-e....jare warnane sing nggak cocok, trus mari ngono dicobai siji-siji....".. Aku yang mendengar penjelasan adikku cuma mesam mesem saja. Yah Nadia ini bener-bener copying me....kalau beli barang pasti mikir-nya berulang kali. Perlu nggak-perlu nggak terus.....bahkan saking lamanya mikir kadang malah akhirnya nggak jadi beli....hehehe. Ini yang sering jadi sumber protes para tukang antar dan bapaknya. Udah capek-capek ngaterin belanja pulang-pulang cuma nihil nggak bawa apa-apa gara-gara kebanyakan mikir !!!. Dan biasanya malah yang ngantar yang jadinya beli barang.....hehehe. Siapa yang ngantar....Siapa yang diantar......

Ok cerita berlanjut lagi. Hari ini, begitu selesai beli buku tulis di Roma-Salatiga. (harga Di Salatiga masih lebih murah daripada di Mal-Mal Surabaya sih....itu juga hasil survey Nadia yang gara-gara buka toko sekarang jadi lebih teliti kalau soal harga barang), pulang-pulang langsung mulai menyampul-i satu demi satu Buku Paket (yang siang tadi baru saja dibeli dari sekolah) dan buku-buku tulisnya. Ini juga gitu, karena perfectnya beberapa kali dia tanya masalah warna stiker mana yang cocok dengan warna buku paketnya.....trus enaknya posisi di cover buku itu bagusnya di mana.......bener-bener deh nih anak !!!. 







Oh ngomong-ngomong soal perfectionistnya di Nadia, sampai pernah saat beli buku tulis saja, dia sampai teliti mengamati apakah buku-buku yang di bundel jadi satu isi 10 itu lurus atau tidak tepiannya.....dan dia memilih toko dimana dia tahu bundelannya rapi. MasyaAllah Nad....capek mama wira-wiri hanya untuk urusan yang menurut mama nggak prinsip-prinsip banget......:(. Entar kalau di bongkar dan disampulin apa ya masih diperhatiin tepianya rapi atau tidak...ihik...ihik...ihik.

Oh ya ada story behind sampul menyampul buku yang terakhir. Berhubung aku baru nyadar kalau baju Tingker Bell yang ada di kertas kado itu adalah versi minim, bukan seperti versi baju Tingker Bell di The Lost Treasure yang pada tertutup. Nah aku baru nyadar....waduh pasti kena sensor sekolah nih nduk. Saat nadia selesai masak dari dapur aku memberitahukannya dan langsung dia ngambek......trus gimana dong sudah terlanjur beli 3 sampul masak mau dibuang gitu saja. Nah siapa yang milih..... siapa yang dimarahi....  "Kok mama nggak ngingetin sih", ngambek dia. 



Langsung nih otak mulai muter cari cara untuk menutupi para Tinker yang bajunya kurang sopan itu. Pertama cari gambar Tinker Bell lewat mbah google....lah yang ada cuma versi minim. Trus Nadia langsung nimbrung (walau mukanya masih suntuk), searching by "Tingker Bell The Lost Treasure".....nah ketemu deh gambar Tinker Bell yang agak sopan tuh pakaiannya. Ambil beberapa contoh....trus diprint. Ternyata tinta printer tidak mendukung sama sekali. Dan kupikir lagi bakal nambah kerjaan aja.....dari ngeset gambar, ngeprint, ngunting, nempel. Akhirnya terpikir untuk mewarnai aja bagian dada, kaki dan tangan si Tingkel Bell......Akhirnya beres deh lebih kelihatan sopan sekarang..........:(. Dan Nadia malah seneng karena hobi corat-coret dia tersalurkan....dan bilang. "Kalau yang kaki aku saja ya ma....khan gampang."....emaknya cuma bisa geleng-geleng.....cemberut dikit sambil bergumam...."Nambah kerjaan aja !!!"

Friday, June 29, 2012

Nadia's 3rd Grade Journal

Buku itu tergeletak di atas meja kerjaku. Entah siapa lagi yang mengambilnya dari rak dan nggak mau lagi mengembalikan ke tempatnya. Di cover buku berwarna gradasi hijau-kuning itu tertulis "Jurnal Kelas 3 - Cita-citaku. SDIT Istiqomah Balikpapan". Wah jadi langsung serasa masuk ke lorong waktu kembali ke masa lalu. 

Sekembalinya kami, Nadia sempat bersekolah selama setahun di SDIT Istiqomah-Balikpapan. Nah saat dia duduk di kelas III itu, angkatannya membuat sebuah jurnal yang berisi cita-cita seluruh anak plus hasil karya mereka. Jadi bisa jadi semacam buku tahunan. Foto-foto anak-anak bisa jadi kenangan saat mereka sudah tua nanti.............janji deh emaknya akan menyimpan jurnal tersebut bergabung dengan file-file penting lainnya.....hehehe

Dan dari sekian banyak anak, sebagian besar memlilih bercia-cita menjadi dokter. Entah itu dokter anak, dokter umum, dokter hewan, dokter gigi.........dan sebagian kecil saja yang memilih bercita-cita menjadi Koki/Chef, Pembalap, Pemain Sepak Bola (ini biasanya dipilih oleh sebagian besar anak-anak lelaki). Dan Nadia sendiri memilih untuk menjadi seorang Guru

Nih dia cuplikan tulisan dia......................

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 


Menjadi Guru
by Nadia Fitri Zafira

Cita-citaku ingin menjadi guru. Kenapa? Karena memberi ilmu kepada orang lain itu bisa mendapat pahala. Tidak cuma itu, tapi gurunya sendiri juga dapat memperlajari tentang apa yang dipelajari muridnya. Karena ingin menjadi guru, aku harus rajin belajar dan berusaha keras untuk mengapai cita-citaku. Bila ada murid-muridku yang nakal, aku akan bersabar dan menasehatinya supaya tidak nakal lagi. Bila ada murid-muridku yang pintar dan suka belajar aku akan memujinya.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Dan di Bab "Pengalamanku" ternyata salah satu tulisan Nadia yang berjudul "Keyboard Kesayanganku" dimuat. Duh seneng juga aku masih bisa mendokumentasikan tulisan dia. One day aku ingin dia membaca blog-ku ini......dan mengenang masa-masa kecilnya yang bahagia. 

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Keyboard Kesayanganku
by Nadia 

Benda kesayanganku adalah keyboard yang kubeli di Australia. Keyboard adalah benda semacam piano tapi pakai kabel. Aku suka memainkannya. Di dalam keyboard itu banyak lagunya, seperti Twinkle-twinkle Little Star, Barbie Swan Lake (maksudnya soundtrack film Barbie Swan Lake, Barbie Nut Cracker dan yang lainnya. Tapi judul lagu-lagunya itu semuanya berbahasa inggris karena belinya di Autraslia. Adikku suka mendengarkan lagu-lagunya. Keyboard itu juga ada lampunya, untuk latihan. Contohnya seperti ini, pilih lagu yang mau kamu dimainkan, setelah itu pencet nomor lagu itu. Misalnya nomor 13, pencet nomor 1, habis itu 3 dan pencet tombol step 1 untuk memainkan lagunya. Setelah itu keluar lampu merah di keyboardnya dan kita tinggal memencetnya untuk memainkannya. Nama keyboard itu adalah Lighting Keyboard. Piano itu disebut Lighting Keyboard karena keyboardnya mengeluarkan lampu. Di rumah pagi-pagi biasanya aku menyalakan keyboard ku dan memainkannya. adikku dan mamaku suka mendengarkannya  

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Begitu lihat foto-foto yang ada di sana. Jadi bingung yang mana nih anak. Berhubung semua pada jilbaban dan mukanya ya nggak beda-beda jauh. Atau mata emaknya yang emang sudah rabun. Jadi kutanya "Dulu di kelas berapa mbak ? mama lagi cari fotomu nih......." Langsung dia jawab " Itu loh foto yang terakhir, dan yang wajahnya paling hitam", trus nyengir deh wajahnya......Ndak papa nduk kulit boleh hitam asal hati tetap putih ya nduk......